
Pagi hari yang cerah matahari sudah menyusup masuk ke dalam kamar Aftar dan Kinan, perlahan-lahan Kinan mengerjap-ngerjapkan matanya karena terkena sinar matahari.
"Jam berapa sekarang?" Tanya Kinan, dia sudah membuka matanya. Lalu dia melihat suaminya yang masih tertidur pulas. "Mas, bangun! Apa kamu tidak pergi ke kantor?" Kinan menggoyangkan tubuh suaminya.
Kinan tahu suaminya pasti sangat lelah karena ulahnya semalam, sungguh tubuh Kinan juga rasanya sakit semuanya gara-gara permainan sang suami yang begitu kuat tadi malam.
Aftar hanya bergulat tanpa membuka matanya, Kinan mendengus kesal seperti inilah suaminya kalau habis bertempur di atas ranjang pasti pagi-paginya akan susah sekali bangun.
"Mas bangun!" Rengeknya dengan manja.
Aftar membuka matanya, lalu tersenyum simpul. "Cium dulu! Baru mas bangun," Aftar tersenyum mesum.
Karena Kinan tidak mau berdebat jadi akhirnya Kinan mencium pipi Aftar dengan pelan. "Cup..cup..." Dua kali Kinan mencium pipi suaminya agar mau bangun.
Aftar langsung sumpringah dia langsung semangat bangun dari tempat tidur. Kinan hanya tersenyum malu sambil melihat wajah tampan sang suami yang baru saja bangun tidur.
"Mandi dulu mas, aku siapkan baju buat kamu," kata Kinan dengan nada lembut.
"Siapkan baju biasa saja! Mas hari ini libur kerja soalnya, mas lagi pingin berdua saja denganmu." Aftar berglendotan manja di bahu Kinan.
"Mas mandilah dulu!" Rengkek Kinan dan Aftar buru-buru pergi menuju ke kamar mandi agar istrinya tidak mengomeli dirinya.
Aftar sedang mandi sedangkan Kinan malah kembali berbaring di atas tempat tidur. "Aduh, rasanya sakit semua badanku." Keluh Kinan, sambil memijat-mijat lengan tangannya dengan pelan.
Setelah beberapa lama Aftar selesai mandi dan dia melihat istrinya masih berbaring di atas tempat tidur. Aftar paham mungkin Kinan merasa kelelahan, jadi Aftar hanya tersenyum dan membiarkan Kinan tetap berbaring.
"Mas, sudah selesai. Aku siapkan pakain kamu dulu mas," Kinan hendak beranjak dari tempat tidurnya tapi dengan cepat Aftar menghampirinya. "Tetaplah berbaring, mas ambil baju mas sendiri saja!" Tutur Aftar dengan nada lembut, sekilas Kinan langsung tersenyum bahagia.
"Ternyata Mas Aftar terlihat begitu manis daripada dulu," puji Kinan dalam hatinya.
Kinan tetap berbaring dan Aftar sedang mengambil pakaiannya di dalam lemari. Setelah selesai berganti pakaian, Aftar merapikan rambutnya sambil bercermin.
"Kamu mau tetap tidur? Mas libur loh hari ini," Aftar melihat istrinya yang masih nyaman meringkuk di dalam selimut.
Akhirnya Kinan bangun, dia tidak mau menyia-nyiakan waktu libur suaminya tentu saja dia harus memfaatkan hari ini sebaik mungkin. Kinan beranjak dari tempat tidurnya, lalu dia segera menuju ke kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai mandi Kinan berganti pakaian dan berdandan secantik mungkin.
Hingga beberapa lama, akhirnya Kinan selesai berdandan dan Aftar sudah berdiri di sambil melihat ponselnya. "Mas aku sudah siap!" Kinan menatap kesal Aftar karena dari tadi sibuk dengan ponselnya.
"Lama-lama aku pingin jadi ponsel biar di pegang-pegang mulu sama Mas Aftar," batin Kinan dalam hatinya.
__ADS_1
Aftar masih terdiam, dia terus menatap ponselnya dengan begitu lekat. Kinan hanya bisa mendengus kesal. "Mas, sudahlah mas jalan-jalan saja sama ponsel mas!" Kinan merajuk dan meninggalkan Aftar keluar dari kamarnya.
Aftar buru-buru menaruh ponselnya, lalu dia langsung mengejar sang istri keluar dari dalam kamarnya. "Sayang.... sayang....." Aftar berjalan di belakang Kinan, tapi Kinan tidak mau menoleh.
Sesampainya di ruang makan, Sanjaya tersenyum tapi seketika senyum itu hilang melihat raut wajah Kinan tampak kesal, Kinan duduk di kursi meja makan. "Kinan, kamu kenapa nak? Apa Aftar nakal padamu?" Tanya Sanjaya, lirikkan begitu tajam pada Aftar. "Kamu apakan istrimu?" Tanya Sahaya dengan tegas.
"Kakek, aku tidak apa-apakan dia. Mungkin bawaan bayi kek jadi Kinan kesal tiba-tiba," jawab Aftar sambil melihat Kinan.
"Bawaan bayi, jelas-jelas mas yang dari tadi main ponsel mulu," gerutu Kinan dalam hatinya.
Pagi ini mereka menikmati sarapan pagi bersama, biarpun Aftar sudah membuat dirinya kesal tapi Kinan tidak melupakan kewajiban sebagai istrinya yaitu melayani suaminya dengan baik.
Setelah selesai makan, bukannya jalan-jalan Aftar dan Kinan malah duduk di halaman belakang sambil menikmati rujak mangga muda berdua sedangkan Sanjaya hari ini ada acara kondangan bersama Pak Arif.
"Sayang, masih marah? Maaf tadi ada chat penting dari klien bukannya bermaksud mengabaikanmu, jangan marah lagi!" Bujuk Aftar, dia paling tidak bisa melihat istrinya marah pada dirinya.
"Baiklah aku maafkan, oh iya mas apa Vino sedang dekat dengan Caca?" Tanya Kinan penasaran.
"Entahlah, Vino tidak pernah menyebutkan nama gadis yang sedang dia incar." Jawab Aftar, dia memang kurang tahu tentang Caca dan Vino.
Kinan menganggukan kepalanya pertanda mengerti, lagian jika Vino sedang dekat Caca Kinan juga tidak keberatan. Karena bagi Kinan Vino adalah laki-laki yang baik dan bisa bertanggung jawab, bahkan Vino dan Aftar juga terlihat begitu dewasa Vino.
*****
Di kediaman Vira, Vira hari ini sendirian di rumah karena di tinggal Arga pergi bertemu klien di luar kota.
Vira sedang membaca novel, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya.
"Tok...tok..." Suara ketukan pintu.
Vira beranjak dari tempat duduknya, dia berjalan ke depan untuk membukakan pintu rumahnya.
"Ceklek," suara gagang pintu. Melihat ternyata mama mertuanya yang datang Vira tersenyum. "Mama," panggilnya dengan nada lembut.
"Ayo masuk ma!" Vira mengandeng tangan Rosa dan kini mereka masuk ke dalam rumah bersamaan.
Kini mereka duduk di sofa. "Aku buatkan minum dulu ya ma," Belum sempat pergi Rosa sudah menahan tangan Vira. "Tidak usah nak! Duduklah, ada yang mau mama tanyakan!" Tutur Rosa dan Vira duduk di sebelah Rosa.
"Ada apa ma?" Tanya Vira penasaran.
__ADS_1
"Apa, Arga masih sering menemui gadis itu?" Tanya Rosa, membuat Vira terlihat bingung. "Gadis itu, maksudnya siapa ma?" Tanya Vira.
"Kinan, Arga masih sering bertemu dengan dia?" Rosa semakin penasaran.
"Tidak ma, beberapa waktu yang lalu pernah bertemu dengan Kinan, aku juga bertemu dengan dia." Tutur Vira, Vira begitu santai menanggapi pertanyaan mama mertuanya.
Pikiran Rosa langsung kesal, rasanya benci sekali dengan Kinan.
"Awas saja jika kamu sampai membuat rumah tangga anakku dan Vira berantakan aku pasti akan melukaimu!" Batin Rosa dalam hatinya.
Biarpun Arga sudah menikah, Kinan juga sudah menikah tapi Rosa masih terus curiga pada Kinan. Dia takut kalau Kinan akan kembali pada Arga.
"Aku tidak mau punya menantu miskin seperti dia!" Batin Rosa dalam hatinya.
****
Malam yang begitu terang, Vino terus menatap ponsel miliknya. Samar-samar wajah cantik Caca terbayang-bayang.
"Aku harus bisa mengajaknya jalan berdua!" Vino berusaha meyakinkan dirinya sendiri.
Mengirim pesan pada Caca.
"Caca, maukah kamu jalan berdua denganku?
Aku tidak menerima penolakan darimu!"
Caca yang sedang berbaring di atas ranjang tempat tidurnya, dia begitu kesal membaca pesan dari Vino.
"Dasar tidak waras, dia itu mengajak jalan atau memaksaku jalan dengan dia?" Gerutu Caca dalam hatinya.
Caca membalas pesan.
"Aku......"
Vino membalas pesan Caca.
"Aku apa? Katakan jelas dengan jelas, gadis sapu!!"
BERSAMBUNG 🙏
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊