
Sesampainya di cafe xx, Aftar dan Vino langsung masuk ke dalam cafe tersebut.
Mata Aftar mencari-cari sosok Kinan, Vino yang tidak tahu dia tampak bingung tapi dia hanya diam sambil mengikuti bosnya di belakangnya.
"Dimana mereka?" Cetus Aftar matanya mencari-cari di setiap sudut ruangan.
"Mereka siapa pak?" Tanya Vino bingung.
"Istriku, dia janjian dengan laki-laki lain untuk makan siang berdua." Jawab Aftar matanya membulat sempurna melihat Kinan sedang tertawa-tawa dengan laki-laki yang ada di hadapannya dan laki-laki itu tidak lain adalah Ziyan teman SMA Kinan dulu.
Di meja Kinan dan Ziyan
Siang ini Kinan sedang makan siang bersama Ziyan di cafe xx. Ziyan juga tidak lupa membawa oleh-oleh yang dia sengaja belikan untuk Kinan.
Kinan dan Ziyan tampak akrab bahkan di antara mereka seperti tidak ada rasa canggung sama sekali.
"Kinan, ini oleh-oleh yang aku belikan khusus buat kamu." Ziyan memberikan paper bag yang di bawanya pada Kinan.
Kinan menerima paper bag itu. "Terimakasih Ziyan." Kata Kinan sambil tersenyum.
Di salah satu meja tempat Aftar dan Vino duduk, Aftar menatap Ziyan dengan tatapan tidak suka.
"Apa yang dia berikan untuk istriku?" Raut wajah Aftar tampak kesal.
"Sepertinya Nona Kinan dan laki-laki itu terlihat sangat akrab." Vino sengaja mengompor- ngompori sang bosnya itu.
"Sepertinya Pak Aftar sudah mulai ada rasa cemburu." Vino senyam-senyum dalam hatinya.
"Diam kamu, Vin!" Omel Aftar dengan tatapan marah.
"Baguslah Nona Kinan, setidaknya setelah bercerai dengan Pak Aftar. Kamu sudah menemukan laki-laki yang tepat," Vino cengar-cengar, mata Aftar rasanya ingin sekali menerkam Vino.
"Dasar Vino sialan bukannya membantu ini malah jadi kompor." Batin Aftar dalam hatinya.
"Jaga mulutmu, aku tidak akan membiarkan Kinan menjadi janda!" Tegas Aftar dengan nada agak marah tapi Vino malah tertawa.
"Pak, jika memang bapak sudah ada rasa dengan Nona Kinan ada baiknya ungkapin dari sekarang pak atau bapak akan ke duluan dengan laki-laki yang sedang bersama Nona Kinan saat ini." Mata Vino melihat Kinan dan Ziyan yang sedang mengobrol dan tertawa.
Kinan terus tertawa karena Ziyan menceritakan cerita lucu. Ziyan juga sekali-kali menatap Kinan dengan tatapan penuh arti.
Aftar menatap Ziyan dengan tatapan tidak suka." Dia berani menatap istriku dengan tatapan menjijikkan seperti itu." Aftar mengepalkan kedua tangannya, dia menahan amarahnya.
__ADS_1
"Cie sudah mulai tidak rela," ledek Vino dengan senyum jailnya
Aftar melirik Vino dengan tatapan penuh rasa kesal. "Dasar jomblo," ledek Aftar sambil menjulurkan lidahnya.
"Kinan, ada sesuatu di dekat bibir kamu." Kata Ziyan dengan nada lembut.
Kinan mengarahkan tangannya ke bibir dan Ziyan tersenyum lalu mengambil selembar tissue. "Biar, aku bantu bersihkan." Ziyan tersenyum lalu tangannya mengarah ke sudut bibir Kinan.
Betapa geramnya Aftar, rasanya dia sudah tidak tahan melihat pemandangan yang ada di depannya saat ini.
"Dasar laki-laki br*ngsek berani sekali dia menyentuh istri Aftar Sanjaya." Batin Aftar dalam hatinya.
Aftar tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya dengan kasar. Dia berjalan menuju ke meja Kinan dan Ziyan duduk.
"Dasar Pak Aftar gengsinya terlalu gede. Giliran ada laki-laki lain yang dekatin Nona Kinan dia tidak rela sekali," Vino tertawa kecil dan dia hanya duduk rasanya tidak sabar melihat apa yang akan terjadi selanjutnya?
"Ehem...ehem..." Aftar berdehem.
"Mas Aftar." Kinan terkejut melihat ternyata Aftar sudah berdiri di sebelahnya dia duduk.
"Sejak kapan mas disini?" Tanya Kinan.
Ziyan terdiam dia merasa bingung, siapa laki-laki yang ada di hadapannya saat ini?
"Istri?" Cetus Ziyan dengan begitu terkejut.
"Iya istri, Kinan adalah istriku." Jawab Aftar dengan tegas.
Dalam hati Ziyan, kapan Kinan menikah? Bukankah setelah dia putus dengan mantan kekasihnya dulu dia tidak punya pacar sebelumnya tapi ini, dia malah sudah punya suami?
"Kinan..." Panggil Ziyan.
"Ziyan, aku permisi dulu ya terimakasih buat hari ini dan oleh-olehnya." Kata Kinan sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Ayo, kita pulang!" Ajak Aftar dan langsung membawa Kinan pergi dari hadapan Ziyan.
"Mas lepaskan tangan aku!" Kinan meronta-ronta, tapi Aftar tidak melepaskan tangan Kinan.
"Vin, kamu pulang ke kantor sendiri ya! Aku mau urus istriku dulu!" Aftar meninggalkan Vino begitu saja.
Vino hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Aku rasa Pak Aftar sudah mulai bucin." Batin Vino dalam hatinya.
Aftar langsung menyuruh Kinan masuk ke dalam mobil, Aftar juga masuk ke dalam mobilnya lalu dia langsung menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.
Ziyan masih terdiam, rasanya masih belum percaya jika laki-laki yang tadi bersama Kinan itu adalah suaminya.
"Kinan sudah menikah? Terus, kenapa Kinan tidak bilang padaku?"
"Belum sempat aku menyatakan perasaanku, aku harus mendengar pernyataan pahit seperti saat ini."
"Kinan sudah menikah, padahal aku suka dia dari dulu kita sekolah. Tapi bodohnya aku tidak pernah mengungkapkan perasaanku pada dia."
Ziyan merasa frustasi dia megaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Rasanya dirinya itu begitu bodoh sekali. Kenapa tidak dari dulu Ziyan mengungkapkan perasaannya pada Kinan?
Dulu Ziyan tidak punya keberanian untuk mengukapkan perasaannya pada Kinan bahkan setelah lulus sekolah dan Ziyan pergi melanjutkan kuliahnya di luar negeri, Ziyan juga denger kalau Kinan sudah punya kekasih jadi Ziyan putuskan untuk mengukapkan perasaannya saat Kinan sudah putus dengan kekasihnya. Tapi ternyata salah karena saat Kinan putus dengan Arga, Kinan di nikahi oleh Aftar, sungguh ini membuat Ziyan sakit hati.
Ziyan beranjak dari tempat duduknya dengan perasaan yang begitu sakit hati, Ziyan mengendarai mobilnya dengan kecepatan agak tinggi.
____
Aftar dan Kinan baru saja sampai di rumah, Aftar menarik tangan Kinan dengan kasar karena perasaan cemburunya.
"Mas, kamu itu kenapa sih?" Tanya Kinan dengan begitu kesal.
Sesampainya di kamar Aftar membuka pintu kamarnya dengan kasar dan menutup kembali dengan kasar.
"Kamu tanya aku ini, kenapa? Kinan kamu itu istriku dan kamu pergi makan di luar dengan laki-laki lain. Apakah itu pantas untuk wanita yang sudah bersuami?" Aftar memepetkan Kinan ke tembok, kini tubuh kekarnya mengunci tubuh Kinan agar Kinan tidak bisa bergerak.
"Mas, bukankah dalam perjanjian kontrak tidak ada larangan untuk menjalin hubungan dengan laki-laki lain?" Jawab Kinan dengan tubuh gemetaran.
"Tetap saja, kamu itu seorang wanita yang sudah bersuami jadi aku melarangmu menjalin hubungan dengan laki-laki lain!" Tegas Aftar wajahnya semakin dekat dengan wajah Kinan.
Kini Kinan bisa merasakan hembusan nafas Aftar yang berbau mint.
"Kinan, aku akan merobek perjanjian pernikahan kontrak kita karena aku....." Aftar menghentikan kata-katanya, dia berusaha mengumpulkan keberaniannya.
"Karena aku apa mas?" Tanya Kinan ingin tahu.
"Aku sudah....."
BERSAMBUNG 🙏
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😘