Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Ikut suami ke kantor


__ADS_3

Dua telah berlalu, Kenzo juga tetap bersikap cuek pada Monita.


Kenzo dan Melly juga baik-baik saja, mereka menjalani hari-hari mereka seperti biasanya, tapi pagi ini Melly tumben sekali meminta Kenzo untuk mengajak dirinya ke kantor.


"Mas, aku ikut kantor ya."


Melly menatap Kenzo, Kenzo menghela nafasnya dengan pelan dia tidak ingin Melly ikut ke kantornya tapi jika Kenzo melarang istrinya, pasti Melly juga akan berpikir macam-macam pada dirinya.


"Nanti kecapean, sayang."


"Tidak mas, Melly jenuh sekali dirumah."


"Ayolah mas jujur padaku, jangan sembunyikan wanita itu terus!" batin Melly dalam hatinya.


Melly mengerti kalau saat ini Kenzo berusaha menutupi tentang Monita yang menjadi sekretaris barunya itu, tapi Melly juga tidak kalah cerdik dia punya mata-mata khusus di kantor Kenzo yang tidak lain adalah Elis cleaning servis di kantor Kenzo, Melly terus menyuruh Elis mengintai gerak-gerik Monita dan tentunya memberikan laporan pada Melly setiap saat.


Melly juga tidak mau ambil pusing jika yang di lakukan oleh Monita itu masih wajar ya Melly akan diam saja, tapi jika sudah mulai aneh-aneh jangan harap Melly akan diam saja.


"Bagaimana kalau mas ajak kamu jalan-jalan saja?" tawar Kenzo, sungguh dia masih tidak mau kalau Melly sampai melihat Monita yang ternyata menjadi sekretaris pribadinya.


"Tidak mas, aku hanya ingin pergi ke kantor mas saja. Oh iya mas, aku juga sudah membuat banyak kue untuk para pegawai kantor," kata Melly dia masih berusaha agar bisa ikut ke kantor suaminya.


"Salah kamu mas, kamu tidak mau jujur jelas-jelas teman aku di kantor kamu banyak, kalau masalah ulet bulu aku akan diam saja," batin Melly dalam hatinya.


Akhirnya mau tidak mau siap tidak siap Kenzo menyetujui permintaan Melly. Melly langsung tersenyum senang.


"Jangan harap kamu bisa menyentuh suamiku Monita," batin Melly dalam hatinya.


Melly langsung menyiapkan kue yang mau di bawa ke kantor, setelah siap Kenzo dan Melly langsung berangkat ke kantor.


*****


Di cafe Kalandra, Kimmy juga hari ini ikut dengan Kalandra ke cafenya.


Di cafe Kalandra sedang terjadi kegaduhan, karena semua pelanggan cafenya mengalami keracunan saat meminum kopi mereka.


Kalandra sangat panik, Kimmy juga ikut panik, kini semua pelanggan yang keracunan minum kopi langsung dilarikan ke rumah sakit.


Kalandra langsung pergi ke dapur, dia menemui orang-orang yang bekerja di dapur.


"Kenapa ini bisa terjadi?" tanya Kalandra dengan suara menggema.


"Kita tidak tahu bos, kita buat pesanan tamu yang seperti biasanya bos. Tidak ada yang aneh ataupun bahan-bahan yang sudah kadaluarsa, kita sudah cek dengan baik semuanya bos." Jelas salah satu orang khusus dapur.

__ADS_1


Kimmy berjalan dia mengecek satu persatu bahan-bahan yang ada di dapur dan benar semuanya bagus dan higienis.


"Kalian itu bisa bekerja atau tidak sih?" Kalandra terlihat marah, tatapan matanya begitu merah.


Kimmy berjalan mendekati suaminya, lalu dia memegang lengan tangan suaminya.


"Mas, jangan marah-marah! Kita harus mencari tau sebabnya, aku yakin pasti ada yang tidak beres," tutur Kimmy dengan nada lembut.


Semua pegawai cafenya merasa ketakutan, bahkan mereka tidak ada yang berani bicara.


"Semuanya sudah di larikan ke rumah sakit?" tanya Kimmy dengan nada lembut, dia melihat salah satu pegawai yang dari tadi membantu tim medis membawa korban kerancuan ke rumah sakit.


"Sudah Nyonya," jawab sang pegawai itu.


Kini Kimmy membawa Kenzo duduk agar suaminya ini lebih rileks dan tenang, Kimmy tahu pasti suaminya kaget melihat kejadian pagi ini apalagi, ini pertama kalinya terjadi hal seperti ini di cafe miliknya.


"Sayang, ini bagaimana?" tanya Kalandra terdengar frustasi dari nada bicaranya Kalan.


"Mas, tenang ya! Kita selidiki semuanya, aku yakin ini semua pasti ulah orang yang tidak suka padamu." Jawab Kimmy, dia terus berusaha memberikan ketenangan pada suaminya.


Kalandra mengangguk, bahkan dia langsung memeluk Kimmy dengan erat. Sungguh ini adalah cobaan terberat yang pernah dia alami, Kalandra sadar pasti cafenya ini akan mengalami kerugian besar, belum lagi biaya para korban dirumah sakit.


"Semuanya, bereskan meja-meja ya!" kata Kimmy dan di anggukin oleh semua pegawai cafe.


Semua pegawai membereskan meja-meja yang kotor karena bekas muntahan para pelanggan yang mengalami keracunan.


"Aku yakin, pasti ada orang lain di belakang ini."


"Tapi siapa? Semua bahan bagus dan tentunya tidak ada yang kadaluarsa."


"Ini pasti orang dalam, kita harus membantu Bos Kalan mencari tahu."


"Iya kita cari tahu bersama, Bos Kalan itu orang baik, bahkan dia sudah sangat baik padaku."


"Iya kedua anakku saja sekolahnya di biayai oleh Bos Kalan."


"Waktu aku menikah, Bos Kalan saja membantu biaya resepsi pernikahanku."


"Sungguh orang baik seperti Bos Kalan, kok ada yang tega menjahati dia ya."


Semua pegawai Kalandra mereka dengan kompak akan membantu mencari tahu tentang siapa yang di belakang kejadian ini, tidak mungkin orang-orang bisa kerancuan begitu saja apalagi kopi dan bahan-bahannya tidak ada yang salah.


******

__ADS_1


Sesampainya di kantor Kenzo, Melly langsung bertemu dengan Elis sambil membawa kue yang dia bawa untuk Elis dan semua pegawai yang lainnya.


Sedangkan Kenzo langsung masuk ke dalam ruangannya, karena ada beberapa berkas yang sudah ada di meja kerjanya untuk segera dia tanda tanganin.


"Elis, bagaimana?"


"Semuanya aman bos, tapi wanita itu suka sekali berusaha mendekati Bos Ken."


"Dia memang j*l*ng yang tidak mau menyerah dari dulu."


"Kamu bawa kue ini makan dengan yang lainnya ya, oh iya wanita itu melakukan hal yang aneh-aneh tidak?"


"Tadi dia membuat kopi untuk Bos Ken, dia juga menaruh sesuatu di kopi itu, aku melihat sendiri Bos Melly."


Melly mengangguk paham, mereka bahkan berbicara berbisik-bisik karena tidak mau jika pegawai lainnya juga mendengarnya.


"Aku ke ruangan suamiku dulu, terimakasih informasinya ya." Melly berlalu pergi dari hadapan Elis, Elis melihat Melly sudah berjalan menuju ke ruangan Kenzo.


"Bos Melly, jangan beri cela untuk ikan asin seperti Monita itu!" Batin Elis dalam hatinya, Elis sepenuhnya mendukung Melly untuk membasmi calon pelakor.


Melly berjalan menuju ke ruangan Kenzo, Monita melihat Melly, Melly juga melihat Monita tapi Melly malah tersenyum senang.


"Untuk apa Melly datang kesini?" tanya Monita dalam hatinya.


"Senang, bisa bekerja di kantor suamiku?" tanya Melly, dia menghentikan langkah kakinya dan berhenti tepat di depan meja Monita.


"Haruskah aku menjawabnya?" Monita malah bertanya dengan tatapan sengit.


"Dasar tidak tahu diri, jelas-jelas Mas Ken sudah menolakmu tapi kamu masih berusaha, kasian tidak dilirik ya sama suamiku," ledek Melly sambil tersenyum pada Monita.


Sungguh betapa geramnya Monita pada Melly, ingin rasanya menampar pipi mulus Melly tapi Monita tidak berani melakukannya.


"Aku masuk ya, jangan harap aku akan memberikan celah untuk kamu agar kamu bisa masuk ke dalam rumah tanggaku." Melly berlalu pergi masuk ke dalam ruangan Kenzo.


Melly membuka pintu ruangan Kenzo, melihat Kenzo hendak meminum kopi yang tidak di maksud oleh Elis.


Melly langsung merebut kopi itu dari tangan suaminya. "Jangan meminumnya mas, berikan kopi itu padaku!"


Kenzo terdiam sedangkan kopi itu sudah berpindah tangan ke tangan Melly, Melly langsung membawa kopi itu keluar dari ruangan suaminya.


Entah mau dibawa kemana kopi itu oleh Melly??


BERSAMBUNG 😊

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 🙏


__ADS_2