
Karena menggibah dari tadi tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, sungguh mereka belum ngantuk sama sekali.
"Sudah malam, aku pulang dulu ya Kin, sangking asik menghibah sampai lupa waktu, Mas Arga ayo pulang! Burung terus di mainin, aku tidak pernah di elus-elus," Vira menatap kesal suaminya, karena dari tadi sibuk sekali dengan burung peliharaannya.
Arga melihat jam tangannya, dia cuma bisa garuk-garuk kepala. "Ternyata sudah jam 11 malam. Vin, Aftar, pulang dulu lah aku!" kata Arga, buru-buru pergi menghampiri Vira yang sudah menatapnya dengan tajam seperti singa yang mau menerkam mangsanya.
"Dasar suami takut istri," cetus Aftar ketika Arga sudah pergi bersama Vira naik mobil.
"Memangnya kamu tidak takut dengan aku mas?" tanya Kinan, yang kini sudah berdiri di samping Aftar.
Kenzo dan Kalandra menertawakan Aftar yang saat ini mati kutu di hadapan mamanya.
"Hayo tuh papa, persis sekali seperti Kalandra suka membangun macam cantik tidur," Kenzo menepuk jidatnya sambil geleng-geleng kepala.
Aish Aftar menatap Kenzo dengan tatapan sengit. "Dasar, bukannya dukung papanya ini malah jadi kokpit," batin Aftar dalam hatinya.
"Kenapa jadi bawa-bawa Kalan sih kak? Kalan tidak mau tidur meluk bantal guling," Kalandra langsung memeluk Kimmy.
"Aish kalian ini, cukup papa kalian saja yang tidur di sofa!" canda Vino, buru-buru menarik tangan Caca untuk pulang sebelum sandal di kaki Aftar melayang padanya.
Kinan tersenyum manis pada Aftar, tapi senyum itu membuat Aftar takut.
"Sayang, kita ke kamar yuk! Tidak enak di lihat oleh kedua mantu kita dan kedua anak kita," ajak Aftar dan dia langsung mengandeng tangan Kinan.
Dalam hati Kinan hanya bisa menahan tawanya, ternyata suaminya ini masih sama seperti dulu takut pada istri.
"Anak-anak jadilah seperti papa kalian, menjadi suami-suami yang takut istri agar kalian tidak macam-macam di belakang istri-istri kalian," harapan Kinan dalam hatinya.
Kinan dan Aftar sama-sama meninggalkan Kalandra, Kimmy, Kenzo dan Melly masuk ke dalam rumah.
"Para orang tua kita ternyata lucu juga, aku yakin pasti kisah cinta mereka begitu indah," kata Kimmy dengan bayangannya yang entah kemana?
"Pasti, mudah-mudahan kita semua bisa seperti mereka," sambung Melly sambil tersenyum senang.
"Iya kak, sudah malam ayo istirahat!" ajak Kimmy dan mereka semua masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.
Kimmy dan Kalandra langsung masuk ke kamar mereka, karena rasanya sudah sangat ngantuk dan ingin segera tidur.
__ADS_1
Melly dan Kenzo baru saja mau membuka pintu kamar mereka tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing. "Kruyukkk....."
Melly melihat Kenzo, dia tidak jadi masuk ke dalam kamarnya.
"Mas...."
"Mas lapar sayang, cacing di perut mas semuanya melakukan demo."
"Sangking asiknya menggibah sampai aku lupa kalau tadi mas belum makan malam."
Melly tersenyum kecil, sebagai seorang istri dia merasa sangat bersalah, apalagi suaminya sampai kelaparan.
"Ayo ke dapur! Aku buatin makanan untuk mas! Aku juga lapar soalnya mas."
Melly terlihat menggemaskan, akhirnya mereka berdua pergi ke dapur untuk makan.
Kini sesampainya di dapur, Melly membuat nasi goreng, lalu setelah nasi gorengnya jadi mereka memakannya berdua dengan lahap.
Mereka makan dengan tenang, setelah selesai makan mereka tidak langsung tidur, melainkan mereka duduk di ruang tengah berduaan.
"Rasanya bahagia sekali kalau di dekat suami, apalagi kalau di manja-manja," batin Melly dalam hatinya.
"Maaf nak, tadi mama asik menggibah bersama nenek-nenek kamu," sahut Melly, tangannya memegang tangan Kenzo yang sedang mengelus-elus perutnya.
Kenzo tersenyum lalu mencium kening Melly dengan hangat.
"Rasanya tidak menyangka kita akan menikah ya sayang, sekarang sebentar lagi kita akan punya anak," tutur Kenzo sambil tersenyum.
"Entahlah mas, padahal dulu banyak laki-laki yang menyukaiku tapi aku malah menerima mas untuk jadi pacar aku," jawaban Melly membuat Kenzo terlihat kesal.
"Jawaban macam apa yang kamu berikan sayang?" tanya Kenzo, tanpa meminta izin dari Kenzo Melly mencium bibir Kenzo dengan lembut.
Kenzo merasakan sentuhan hangat di bibirnya, tentu saja dia tidak akan menyia-nyiakan hal indah ini, jarang kan istrinya menyerang lebih dulu seperti ini.
Kenzo membalas ciuman Melly, kini kepala Melly di rebahan di sofa, lalu dengan lembut Kenzo memperdalam ciumannya.
"Ma...ss emmhh...."
__ADS_1
Kenzo melepaskan ciumannya, dia menatap Melly yang sedang mengatur nafasnya dengan hati-hati.
"Mas, jangan di ruang tengah! Bagaimana jika ada melihat kita?" Melly melarang Kenzo untuk melakukannya di ruang keluarga.
Bayangkan saja pas lagi enak-enakanya tiba-tiba ada yang datang melihat mereka kan tidak lucu.
"Yang melihat paling mama, papa, Kimmy dan Kalandra, mereka sudah sama-sama besar sayang, pasti mereka paham." Jawab Kenzo, sungguh Kenzo itu memang tidak waras.
Jika sungguh di lihat, entah mau taruh dimana wajah cantik Melly? Tidak mungkin Melly masukan ke dalam saku juga kan.
"Jangan bergurau mas! Ayo lanjutin di kamar, malam ini aku mau melakukan lebih dengan mas," kata Melly, agar Kenzo tidak semakin gila.
Akhirnya Kenzo langsung mengajak Melly untuk masuk ke dalam.
Sesampainya di kamar, Kenzo dan Melly kembali melanjutkan acara tempur mereka di atas ranjang tempat tidur.
Tapi malam ini mereka berperang di dalam selimut tebal, jadi tidak ada yang bisa melihat mereka sedang ehem-ehem, lagian mereka juga melakukannya di kamar yang terkunci rapat.
Kimmy tampak gelisah dia tidak bisa tidur, bayinya juga dari tadi nendang-nendang terus mungkin karena hari ini merasa sangat lelah.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Kalandra, dia juga akhirnya tidak bisa tidur.
"Mas anak kamu nendang-nendang terus, elus-elus gih mas!" pinta Kimmy, lalu Kalandra mengelus-elus perut Kimmy.
Kimmy tersenyum karena akhirnya anak yang ada di dalam perutnya sana langsung anteng merasakan sentuhan tangan papanya.
"Mas, sepertinya anak kita nanti lebih manja ke kamu," tebak Kimmy dengan begitu yakin.
"Tidak apa-apa sayang, justru aku bahagia kalau anak aku manja denganku," jawab Kalan, baginya anak adalah anugrah terindah jadi Kalan akan sangat menyayanginya nanti saat sudah lahir ke dunia ini.
Setelah beberapa lama, akhirnya Kimmy tertidur begitu nyenyak. Kalandra tersenyum dia tahu istrinya pasti sangat lelah kemana-mana membawa perut yang sudah terlihat besar ini, makanya Kimmy di ajak langsung produksi lagi setelah anaknya lahir Kimmy menolak dengan tegas.
Kalandra mencium kening Kimmy dengan hangat, lalu Kalandra ikut memejamkan matanya karena sudah sangat mengantuk juga.
BERSAMBUNG
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1