Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Kepergok satpol pp


__ADS_3

"Karena aku apa mas?" Tanya Kinan ingin tahu.


"Aku sudah....."


"Mas, bicara yang benar!" Pinta Kenal dengan nada agak tinggi.


"Aku sudah terlanjur jatuh cinta padamu," kata Aftar dengan tegas.


Akhirnya Aftar memberanikan diri, saat ini jantung Aftar berdetak dengan kencang tapi Aftar juga tidak rela jika istrinya jalan dengan laki-laki lain apalagi sampai di sentuh oleh laki-laki lain, rasanya pingin ngamuk sekali saat melihatnya. Seperti kejadian tadi waktu Ziyan hendak membersihkan nasi yang menempel di sudut bibir Kinan, hati Aftar rasanya seperti di cabik-cabik dan Aftar juga ingin sekali menghajar Ziyan saat itu juga.


Kinan ternganga tidak percaya, apa benar Aftar telah jatuh pada dirinya?


"Mas, jangan bergurau!" Pinta Kinan dan tanpa aba-aba Aftar langsung mencium bibir Kinan dengan lembut.


Kinan berusaha menolak tapi ciuman Aftar semakin dalam membuat Kinan tidak bisa berbuat apa-apa dan membiarkan Aftar menciumnya.


"Apa Mas Aftar serius?" Tanya Kinan pada hatinya.


Setelah beberapa lama akhirnya Aftar melepaskan ciumannya, lalu dia membenarkan posisinya dan kedua tangannya memegang pipi Kinan.


"Apa kamu tidak percaya padaku?" Tanya Aftar dengan tatapan serius.


"Mas, bukankah kita akan berpisah setelah 100 hari menikah?" Kinan balik bertanya.


Aftar langsung teringat dengan surat perjanjian pernikahan kontrak itu, lalu dia pergi menuju ke meja kerjanya lalu dia mengambil lebaran kertas yang berisi perjanjian nikah kontrak itu.


Aftar merobeknya, lalu memberikan robekan kertas itu pada Kinan. "Sudah tidak ada perjanjian lagi di antara kita dan kamu adalah istri sahku, bukan istri kontrakku lagi." Aftar terus menatap Kinan dengan penuh arti.


Entahlah, Kinan harus bahagia atau bagaimana? Dia menjalani kontrak berusaha tidak memakai hati dan kalau akhirnya bos nya jatuh cinta pada dirinya Kinan bisa apa? Lagian mereka juga sudah suami istri dan Kinan yakin pasti Aftar tidak akan menceraikan dirinya sampai kapanpun.


"Tapi mas...." Kata-kata Kinan terhenti karena Aftar sudah menutup mulut Kinan dengan jari telunjuknya. "Tapi apa, aku tidak menerima penolakan darimu dan mari kita mulai dari awal lagi!" Aftar tersenyum pada Kinan dan Kinan menganggukan kepalanya.


"Tidak ada salahnya, jika aku belajar mencintai Mas Aftar." Batin Kinan dalam hatinya.


"Iya mas, tapi untuk saat ini aku belum bisa membalas cintamu mas tapi akan berusaha belajar mencintaimu." Kata Kinan dengan nada lembut.


"Itu tidak masalah bagiku, yang penting aku melarangmu menjalin hubungan dengan laki-laki lain," Jawab Aftar dengan gaya tengilnya.


"Kamu cemburukan mas, tapi kamu gengsi tidak mau mengatakannya." Ledek Kinan dengan jail.


"Mana mungkin aku cemburu." Elak Aftar yang lagi-lagi tidak mau mengakui kalau dirinya itu cemburu.

__ADS_1


Tiba-tiba ponsel Kinan berdering dan ternyata itu telpon dari Ziyan. "Sebentar mas, aku angkat telepon dulu," Kinan hendak mengangkat telpon dari Ziyan tapi Aftar langsung merebut ponsel milik Kinan.


"Hallo Kinan, kamu baik-baik sajakan?" Tanya Ziyan dari seberang sana.


"Kenapa? Kinan pergi dengan suaminya, apa yang perlu anda kawatirkan?" Jawab Aftar dengan nada agak emosi.


"Oh ini suaminya Kinan, aku hanya ingin memastikan kalau Kinan baik-baik saja." Kata Ziyan.


"Sayang, kamu sudah selesai mandi. Tunggu ya aku mandi dulu!" Teriak Aftar dan langsung mematikan saluran teleponnya.


"Haah, maksud Mas Aftar apa? Perasaan aku tidak sedang mandi." Batin Kinan dalam hatinya.


Ziyan menghela nafasnya dengan pelan, sungguh dia sebenarnya kesal karena Kinan sudah menikah. Berniat menelpon Kinan tapi yang angkat malah suaminya.


"Kinan aku tunggu jandamu." Kata Ziyan dengan nada suara begitu lemas.


Ziyan membanting ponselnya dan dia duduk di belakang pintu meratapi nasibnya.


"Aku pulang jauh-jauh dari luar negeri untuk mengungkapkan perasaanku padamu Kinan. Tapi ternyata kamu sudah menjadi milik orang lain." Batin Ziyan dalam hatinya.


Aftar dan Kinan.


Kinan menatap Aftar dengan tatapan kesal. "Mas, kembalikan ponselku!" Pinta Kinan, Aftar memberikan kembali ponselnya pada Kinan. "Blok no laki-laki itu, jika kamu berani mengangkat telpon dari laki-laki itu maka aku tidak akan mengampunimu!" Aftar menatap Kinan dengan tatapan penuh ancaman.


"Dasar cemburuan!" Kinan mendorong tubuh kekar Aftar yang dari tadi menahan tubuhnya.


Aftar menggelengang kepalanya, menurutnya istrinya ini agak pembakang.


"Kinan, aku ini suamimu wajarlah aku cemburu."


"Kamu saja jadi wanita tidak peka, aku sudah cemburu dari kita di danau. Tapi kamu tidak sadar."


"Lihat saja Kinan, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku."


Aftar senyam-senyum sendiri, pikirkannya di penuhi dengan ide-ide licik untuk mendapatkan cinta Kinan.


"Kinan, kamu mau kemana?" Tanya Aftar yang melihat Kinan membuka pintu kamarnya.


"Aku mau keluar mas." Jawab Kinan dan Aftar langsung mengekor di belakang Kinan.


Kinan berjalan dan dia menghentikan langkah kakinya di dapur. "Kamu mau apa?" Tanya Aftar pada Kinan.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu." Kinan membuka kulkas lalu mengambil satu botol air es dan meminumnya.


Kinan duduk di kursi yang ada di dapur, Aftar juga duduk di sebelah Kinan.


Kini keduanya sama-sama terdiam, Aftar juga bingung harus mulai darimana? Biasanya Kinan bawel dan suka mengajak dirinya berdebat tapi hari ini Kinan tidak seperti biasanya.


"Apa Kinan kepikiran dengan Ziyan?" Batin Aftar dalam hatinya.


"Kamu mengenal Ziyan dari kapan?" Tanya Aftar tiba-tiba.


"Dia teman SMA aku, kebetulan kita dekat tapi dia meneruskan kuliahnya di luar negeri dan beberapa hari lalu dia baru pulang," Jawab Kinan dengan jujur.


"Menurutmu dia bagaimana?" Tanya Aftar ingin tahu.


"Dia baik, dia sangat lembut, dia juga perhatian, dia juga tampan dan dia adalah laki-laki yang di idamkan banyak wanita." Jawab Kinan sambil senyam-senyum.


Seketika Aftar menjadi kesal, bisa-bisanya istrinya ini memuji laki-laki lain di hadapan dirinya.


"Mulai sekarang jangan pernah puji laki-laki lain!" Kata Aftar dengan penuh penegasan.


"Mas, kamu kan yang tanya aku jawab jujur." Jawab Kinan tidak mau salah.


Aftar mendekatkan wajahnya ke wajah Kinan, Kinan hendak menjauhkan wajahnya tapi tangan kekar Aftar menahan tekuk lehernya.


"Sayang, kamu hanya perlu memuji suamimu. Karena kelak aku yang akan memberikan cinta dan kasih sayang yang tulus padamu," Aftar menatap Kinan dengan tatapan tajam hingga keduanya terbawa suasana dan mereka akhirnya saling berciuman.


Sanjaya yang ternyata dari tadi berdiri melihat mereka di dapur rasanya sangat bahagia dan bersyukur sekali.


"Kinan, kamu adalah gadis yang tepat untuk cucuku mudah-mudahan kalian bahagia untuk selamanya." Sanjaya tersenyum melihat cucu dan cucu menantunya sedang berciuman di dapur sana.


"Romantis sekali," Cetus Sanjaya tiba-tiba dan Aftar langsung buru-buru melepaskan ciuman nya dari bibir Kinan.


Wajah Kinan dan Aftar sama-sama menjadi merah, rasanya bagaikan ke prekgok sampol PP yang sedang patroli.


"Kakek." Cetus Aftar dan Kinan secara bersamaan.


BERSAMBUNG 😊


Terimakasih para pembaca setia 🙏


Terimakasih buat yang selalu menanti kelanjutan cerita Kinan dan Aftar, 🙏🙏

__ADS_1


Buat yang tidak sabar Authornya mohon maaf ya karena sebagai Author juga di dunia nyata punya kesibukan sendiri 🙏🤗


__ADS_2