Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Vira......!!


__ADS_3

Keesokan harinya, jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi, Kalandra sudah bersiap-siap untuk menjemput Kimmy ke rumahnya.


Aftar dan Kinan juga sudah duduk di sofa ruang keluarga menunggu anak-anaknya keluar dari dalam kamarnya.


Melihat kedua anak-anak sudah keluar dari dalam kamar, Aftar dan Kinan sama-sama menatap kedua anaknya dengan tatapan begitu serius.


"Tatapan mama dan papa sudah seperti singa yang akan menerkam mangsanya kak," bisik Kalandra di telinga Kenzo.


"Diam kamu!" Omel Kenzo, karena tidak mau menambah masalah.


"Ma, pa, Ken berangkat kerja dulu ya." Pamit Kenzo pada kedua orang tuanya.


"Hari ini tidak ada yang boleh kemana-mana, Kenzo kamu tetap di rumah! Kalandra kamu cepat jemput gadis itu, kita lakukan sidang bersama hari ini!" Tegas Aftar yang tidak mau sampai ada penolakan.


Kenzo merasa bingung, tapi dia hanya menurut dengan sang papa dan dia duduk di sofa, sedangkan Kalandra langsung buru-buru pergi ke rumah Kimmy.


Kalandra melajukan mobilnya menuju ke rumah Kimmy, perasaannya begitu deg-degan, jantungnya juga berdebar kencang, apalagi memikirkan akan bertemu Kimmy dan kedua orang tuanya Kimmy.


Sungguh bagaikan orang pacaran yang tertangkap hangsip, orang tidak melakukan apa-apa tapi harus membuat pertanggung jawaban yang membuat Kalandra pusing lima keliling.


Kimmy tampak gelisah, dia terus memegangi ponselnya haruskah dia menelpon Kalandra? Tapi Kimmy juga merasa tidak enak, tapi jika Kalandra tidak datang pasti kedua orang tua Kimmy juga tidak akan percaya dengan apa yang Kimmy katakan.


"Aku harus bagaimana? Mama dan papa sudah salah paham," kata Kimmy rasanya sedih tapi juga bingung.


Kimmy keluar dari dalam kamarnya, dia berjalan menuju ke ruang makan dengan hati-hati.


Sesampainya di ruang makan, Kimmy melihat kedua orang tuanya sudah berada disana, betapa deg-deggannya Kimmy. Jantungnya berdetak sangat kencang.


"Kimmy, kamu sarapan dulu! Terus nanti ajak laki-laki itu kerumah!" Kata Vira dengan tegas, Kimmy hanya mengangguk.


Kimmy menikmati sarapannya dengan malas, kini hatinya masih tidak tenang.


******


Di kediaman Aftar, suasana saat ini terlihat tegang.


Kenzo hanya diam, dia tidak berani mengatakan apa-apa pada saat ini?


"Ken, apa kamu sudah pacar?" tanya Aftar tiba-tiba, membuat Kenzo terkejut.


"Haruskah aku jujur? Kan aku dan Melly sudah sepakat agar merahasiakan hubungan kita dulu," batin Kenzo dalam hatinya.


"Belum ada gadis yang cocok pa," jawab Kenzo terpaksa berbohong.


Aftar hanya mengangguk, lalu dia menghela nafasnya dengan kesal.


"Jelas-jelas kamu begitu mesra dengan Melly, apa kamu berniat memainkan Melly?" Batin Aftar dalam hatinya.


Kalandra menghentikan mobilnya di halaman rumah Kimmy, kini dia turun dari dalam mobil.

__ADS_1


Kalandra melangkahkan kakinya ke depan pintu rumah Kimmy, jantungnya terus berdebar kencang, kali ini rasanya deg-deggan tidak jelas.


Kalandra menarik nafasnya, lalu dengan hati-hati Kalandra mengetuk pintu rumah Kimmy.


"Tok...tok....tok....."


Vira menghentikan makannya, lalu dia beranjak untuk membukakan pintu rumahnya.


"Siapa sih, pagi-pagi sudah datang bertamu?" Tanya Vira sambil berjalan menuju ke pintu depan.


"Ceklek....." Vira membuka pintu rumahnya.


Kalandra tersenyum pada Vira, lalu dengan sopan menyalami tangan Vira lalu mencium tangan Vira.


"Kamu...." Vira seperti tidak asing melihat wajah tampan Kalandra. "Dia adalah laki-laki yang pergi ke hotel bersama Kimmy," gumam Vira yang terdengar oleh Kalandra.


"Iya tante benar, tante saya mau bertemu dengan Kimmy." Kata Kalandra dengan hati-hati.


"Masuklah! Kebetulan saya dan papanya Kimmy juga mau bicara dengan kamu," jawab Vira dengan nada ketus.


Kalandra mengikuti langkah kaki Vira masuk ke dalam rumahnya, Kimmy yang sedang menikmati sarapan paginya dia langsung menghentikan makannya, betapa kagetnya melihat Kalandra ada di rumahnya.


"Kalan, kamu...."


"Kimmy, maaf aku datang tanpa memberitahu kamu dulu. Kimmy, orang tuaku ingin bertemu dengan kamu," kata Kalandra dengan nada lembut.


Arga melihat Kalandra dengan tatapan tajam membuat Kalandra agak takut tapi dia tetap tenang.


"Selamat pagi Om, maaf saya sudah lancang datang ke rumah Kimmy." Kalandra menunduk dengan sopan.


"Tidak apa-apa, kamu bilang tadi orang tua kamu ingin bertemu dengan Kimmy?" Jawab Arga sambil menatap tegas Kalandra.


"Iya om," jawab Kalandra dengan sopan.


"Baguslah, kita juga mau bertemu dengan orang tua kamu," sambung Vira dan di Arga mengangguk setuju.


Akhirnya mereka semua langsung pergi ke rumah Kalandra.


Niatnya hanya mengajak Kimmy saja, ini malah kedua orang tuanya Kimmy juga ikut dengan Kalandra ke rumahnya.


Kalandra juga tidak menolak, mungkin sebagai orang tua, kedua orang tua Kimmy juga sangat kawatir pada putrinya.


Tiba-tiba Caca, Vino dan Melly datang ke rumah membuat Kenzo agak terkejut dan sangat kaget.


"Yang mau di sidang Kalandra, tapi kenapa Melly dan kedua orang tuanya juga datang?" Batin Kenzo dalam hatinya.


"Vino, Caca, Melly sayang duduklah!" Kata Kinan sambil tersenyum.


Melly duduk agak jauh dari Kenzo, tapi Kinan kalau melihat Melly membuat Melly agak bingung.

__ADS_1


"Ada apa mami?" Tanya Melly dengan nada lembut.


"Nak, duduklah di sebelah Kenzo. Mami yakin Kenzo juga tidak mau jauh-jauh dari kamu," goda Kinan sambil tertawa kecil.


Wajah cantik Melly menjadi merah merona, tapi Melly hanya mengangguk dan berpindah duduk ke sebelah Kenzo.


"Ada Kin, tumben mengundang kita datang ke rumah sepagi ini?" Tanya Caca penasaran.


"Mau membahas anak-anak kita yang seperti sedikit bermasalah kak," jawab Kinan sambil melihat Kenzo dan Melly.


Kenzo dan Melly saling menatap satu sama lain, lalu mereka sama-sama menggelengkan kepalanya. Entah apa salah mereka? Mereka sendiri merasa tidak punya salah.


"Memangnya kenapa dengan anak-anak kita Kin?" Caca semakin penasaran tapi Kinan malah tersenyum simpul.


"Sebentar ya kak, tunggu Kalandra datang dulu. Nanti baru bahas semuanya," jawab Kinan dan Caca mengangguk pelan.


Sambil menunggu Kalandra dan gadis itu, mereka semua menikmati cemilan dan minuman yang sudah Kinan siapkan.


Vino dan Aftar juga memilih diam, sambil menikmati cemilan yang ada di meja.


"Kok Kalandra lama sekali," kata Kinan mulai panik.


"Mungkin Kalan terkena macet ma, tunggu saja ma!" Jawab Kenzo, berharap mamanya tidak terlalu kawatir.


"Iya mami, sebentar lagi Kalandra pasti sampai." Sambung Melly dengan nada lembut.


Kalandra memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya, Kalandra turun lebih dulu dan dia membukakan pintu mobilnya untuk Kimmy dan kedua orang tuanya Kimmy.


"Sepertinya rumah ini tidak asing," gumam Vira dalam hatinya, tapi Vira juga tidak mau memikirkan berlebihan karena ini sudah beberapa tahun berlalu.


"Ayo semuanya," ajak Kalandra.


Tanpa mengetuk pintu, Kalandra membuka pintu karena memang pintunya tidak di kunci oleh Kinan.


Kalandra mengajak Kimmy dan kedua orang tuanya Kimmy menuju ruang keluarga.


Kinan dan Caca sama-sama menatap Vira dengan tatapan penuh kerinduan.


"Kinan, Caca....." Cetus Vira terkejut.


"Vira....." Sahut Caca dan Vira secara bersamaan.


Semua anak-anak mereka terkejut, Aftar dan Vino juga terkejut.


BERSAMBUNG


Terimakasih para pembaca setia 😊


Lanjutin nanti lagi ya, Authornya lagi kurang enak badan soalnya.

__ADS_1


Oh iya ayo mampir ke cerita author di hotbuku, "Cinta Segita" 🙏


__ADS_2