Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Dibuat kagum oleh Kenzo


__ADS_3

"Mas, mau kemana?" tanya Melly pura-pura bodoh seketika.


"Bukannya kamu......"


Kenzo menatap Melly yang masih duduk santai di sofa kamarnya.


"Ayo bangun, katanya mau mobil balap buat calon anak kita," ajak Kenzo tatapan matanya begitu serius.


Melly malah cengar-cengir, membuat Kenzo menatapnya kesal.


"Sayang, nanti anak kita keburu ngiler loh. Ayo kita berangkat sekarang!" kata Kenzo, tapi Melly masih duduk tidak bergeming.


Melly melihat Kenzo dengan tatapan begitu polos, apakah suaminya sebodoh ini? Mana ada anak yang masih dalam kandungan bisa ngiler, kadang Kenzo lemotnya melebihi Melly.


Dalam hati Kenzo, Melly itu bagaimana? Lihat calon anakku sedang pingin mobil balap tapi dia malah duduk saja. Bagaimana, kalau anak aku nanti ileran? Kan tidak lucu.


"Mas percaya aku ngidam seaneh itu?" tanya Melly dengan tawa kecil di sudut bibirnya.


"Percaya, lagi wanita yang sedang hamil ngidam itu adalah hal yang wajar," jawab Kenzo sambil menatap Melly.


"Mas, aku hanya sedang bercanda sama kamu. Ya kalau pun aku harus ngidam, ya aku akan mengidam hal yang wajar kasian suamiku yang polos ini," kata Melly dan dia langsung menarik Kenzo hingga Kenzo kembali duduk di samping dirinya.


"Jadi kamu.....''


"Aku tidak ngidam seaneh itu mas, sungguh itu sangat berlebihan dan tentunya mahal mas, mending kita pergi ke yayasan anak yatim kita berbagi disana, apakah mas mau?" tanya Melly dengan lembut Melly mengelus-elus pipi Kenzo dengan lembut.


Kenzo tersenyum tanpa berpikir panjang Kenzo langsung mengangguk setuju, lagian itu adalah hal yang mulia jadi apa salahnya?

__ADS_1


"Baiklah, minggu ini sekalian tunggu Kimmy sehat, kita pergi ke yayasan yang mas bangun ya! Kita berbagi disana," kata Kenzo membuat Melly terkejut.


"Yayasan, mas punya yayasan?" tanya Melly penasaran.


"Ada sayang, yayasan itu mas bangun dulu waktu mas dapat proyek besar dan tentunya hasilnya besar, akhirnya dari hasil itu mas bangun yayasan untuk anak yatim dan anak-anak yang tidak punya tempat tinggal, mas juga menjadi Donatur tetap untuk yayasan itu. Disana juga ada pengurus tetap," jelas Kenzo membuat Melly lagi-lagi terkejut di buatnya.


Entah kapan suaminya membangun yayasan itu? Melly saja tidak pernah tahu, padahal Melly hampir setiap hari bersamanya. Tapi Kenzo tidak pernah memberitahukan hal sepenting seperti ini.


"Sungguh mas hal sepenting ini aku tidak pernah tahu, tapi mas nanti ajak aku kesana ya!" Pinta Melly dengan begitu antusias.


Kenzo mengangguk pelan, membuat Melly tersenyum penuh rasa kagum.


******


Jam menunjukkan pukul 9 malam, kini semuanya sedang berkumpul di meja makan hanya Kimmy dan Kalandra yang tidak ada di meja makan, karena mereka makan di kamar.


"Melly, besok temani mama belanja ke Supermarket ya nak." Kata Kinan, sambil menikmati makanannya.


Kinan langsung menatap Kenzo dengan tatapan garang, sungguh rasanya kesal sekali apalagi Melly sedang hamil, tapi Kenzo masih saja membuat Melly bekerja keras.


"Minta di jewer ini anak," batin Kinan dalam hatinya.


"Ken, istrimu sedang hamil, apakah harus membuat dia bekerja terus? Carilah sekertaris lain, mama tidak mau kalau menantu dan cucu mama kenapa-kenapa." Tegas Kinan, sambil melihat Kenzo dengan tatapan tajam.


"Kamu itu uang banyak, bahkan cukup untuk membiayai istri kamu dan semua keturunan kamu nanti, tapi kamu masih saja menyuruh istri kamu bekerja." Kinan mengomel, membuat Aftar mengangguk setuju.


Melly hanya diam, Kenzo sudah mati kutu. Lagian salah Kenzo juga, masih membiarkan Melly bekerja di kantornya.

__ADS_1


"Mama, Melly mulai besok sudah tidak bekerja lagi. Kenzo juga sudah mencari sekertaris baru, untuk membantu pekerjaan Kenzo," jawab Kenzo sambil menikmati makanannya.


Melly terdiam, kini tatapannya penuh tanda tanya pada Kenzo. "Kapan Mas Ken mencari sekertaris baru? Lalu sekertaris Mas Ken itu laki-laki atau perempuan?" batin Melly dalam hatinya.


Jika sekertarisnya perempuan, pasti Melly tidak akan setuju, apalagi gara-gara suka baca novel dan menonton film drama banyak sekali sekertaris yang berbuat nakal bahkan mesum dengan bos demi gajian lebih.


"Aish jika itu sampai terjadi, bagaimana nasib anakku nanti? Haruskah dia punya ibu tiri?" batin Melly meronta-ronta, rasanya juga begitu panik.


Melly tampak gelisah, suasana hatinya juga mulai tidak tenang, bahkan makannya juga tidak di makan. Kali ini otaknya sudah traveling kemana-mana, karena takut ada orang ketiga di keluarga kecilnya.


"Iya, jangan buat Melly terlalu capek, apalagi dia sedang hamil muda." Tutur Kinan dengan nada lembut membuat Kenzo mengangguk menuruti apa kata mamanya ini.


Tiba-tiba Melly beranjak dari tempat duduknya, membuat Kenzo kaget. Ada apa dengan Melly?


"Sayang, kamu mau kemana? Makannya belum selesai," kata Kenzo. Sungguh mood ibu hamil satu ini buat pusing.


"Mau ke kamar mas." Jawab Melly dengan nada lembut, dia juga menganggukkan kepalanya pada Kinan dan Aftar seolah-olah berpamitan kepada kedua mertuanya itu.


Melly berjalan menuju ke kamar, Kenzo juga langsung beranjak dari tempat duduknya dan mengikuti Melly masuk ke dalam kamar.


Kini Melly terdiam di tepi ranjang, Kenzo juga duduk di sebelah Melly.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Kenzo dengan nada lembut.


"Mas sekertaris baru kamu, laki-laki atau perempuan?" tanya Melly, membuat Kenzo bingung menjawabnya.


"Dia....."

__ADS_1


BERSAMBUNG 😁


terimakasih para pembaca setia 🤗


__ADS_2