
"Baiklah, mari kita makan malam bersama Nona Aurel dan Nona Heslin," jawab Aftar sambil tersenyum.
Entah apa yang akan terjadi nanti dan apa yang akan di lakukan oleh Kinan dan Caca?
Akhirnya makan malam sudah di tetapkan dan mereka akan pergi makan malam nanti jam malam. Aftar juga akan pergi tanpa Kinan begitu juga Vino dia tidak mengajak Caca sebagai kekasihnya.
Kinan dan Caca sedang duduk di taman, mereka sangat kesal pada para lelaki mereka bisa-bisanya menerima ajakan makan malam bersama klien cantik tanpa mengajak mereka.
"Kinan, apa laki-laki itu sungguh menyebalkan?" Tanya Caca, raut wajahnya tampak kesal mengingat senyum Vino yang begitu manis pada klien cantik tadi.
"Suamiku sebelumnya belum pernah seperti ini kak. Aku yakin sekretaris Vino yang punya ide seperti ini," jawab Kinan. Dia begitu yakin dengan pikirannya.
"Dasar Vino, awas saja kamu!" Cetus Caca penuh dengan ancaman.
Kinan dan Caca sama-sama terdiam, mereka berpikir bagaimana caranya membuat senjata makan tuan. Agar para laki-laki itu kalang kabut dan tentunya bukan Kinan dan Caca yang di buatnya cemburu. Melainkan Aftar dan Vino.
"Kak Caca, kita cari tahu tempat makan malam mereka. Jika mereka mengajak wanita lain, maka kita juga harus mengajak laki-laki lain buat menemani kita makan malam, buat mereka kalang kabut!" Kinan tersenyum licik, menurutnya idenya ini sangat bagus.
"Kamu benar Kin, aku akan meminta bantuan Nino. Untuk menemani aku malam nanti, lihat saja bagaimana reaksi Vino." Caca tersenyum senang, dia tidak sabar melihat reaksi sang kekasih jika melihat dirinya makan malam bersama dengan laki-laki lain.
"Kalau aku, aku akan mengajak Ziyan kak. Aturan aku ajak Arga, tapi dia sudah punya istri." Kinan tersenyum kecil, dan Caca geleng-geleng kepala.
"Kak, aku ke ruangan suamiku dulu ya." Kinan berlalu pergi dari hadapan Caca.
Setelah Kinan pergi Caca juga kembali melanjutkan pekerjaannya. Sambil bekerja Caca hanya diam tidak seceria biasanya. Vino Lewat di hadapannya aja Caca bersikap cuek bahkan Caca pura-pura tidak melihat Vino.
"Apa, dia marah?" Tanya Vino, dia menatap Caca dengan tatapan bingung.
Vino di dapur sedang mengambil air putih, karena dari tadi Vino chat Caca meminta di ambilkan air putih, tapi Caca hanya membuka chatnya dan tidak membalasnya.
Setelah mengambil air putih, Vino kembali berjalan menghampiri Caca.
"Kamu sudah makan siang?" Tanya Vino dengan nada lembut, tapi Caca hanya diam dan mengabaikannya begitu saja.
"Ehh Rian, ayo kita makan siang berdua. Aku yang tlaktir." Caca berlalu pergi dari hadapan Vino begitu saja, dan Caca malah pergi bersama Rian. Vino ternganga tidak percaya.
"Apa-apaan Caca ini, aku di abaikan dan dia malah makan siang berdua dengan laki-laki lain," batin Vino dalam hatinya.
Sekarang Vino merasa sangat kesal dan Vino langsung berlalu pergi ke ruangannya.
*****
__ADS_1
Di ruangan Aftar, Aftar terlihat sangat sibuk dengan laptopnya. Kinan yang baru datang hanya duduk di sofa dan diam saja.
"Kamu darimana?" Tanya Aftar, dia beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke sofa.
"Dari taman," jawab Kinan singkat.
"Kamu, mau makan siang tidak?" Tanya Aftar, kini dia sudah duduk di sebelah Kinan.
"Aku tidak lapar," jawab Kinan dengan singkat lagi.
Kini dua-duanya sama-sama diam, Kinan juga malah asik dengan ponselnya dan enggan mengurusi suaminya.
"Aku nanti ada makan malam bersama klien," kata Aftar tiba-tiba, dia melihat wajah Kinan tampak kesal.
"Iya, jam berapa? Dimana?" Tanya Kinan cuek.
"Jam 7 malam, di Restoran xx." Jawab Aftar, rasanya ingin sekali memakan sang istri yang begitu cuek.
"Baiklah," jawab Kinan dan dia beranjak dari tempat duduknya. Lalu dia berlalu pergi dari ruangan Aftar.
"Kamu mau kemana?" Tanya Aftar.
"Pulang." Lagi-lagi Kinan hanya memberikan jawaban singkat.
"Kinan terlihat kesal, apa dia marah? Tapikan aku belum melakukan rencanaku dan Vino." Batin Aftar dalam hatinya.
Kinan senyam-senyum, dia tidak lupa menelpon Ziyan untuk menemani dia makan malam.
****
Jam menunjukkan pukul 7 malam Aftar dan Aftar sudah pergi menuju restoran untuk makan malam bersama Aurel dan Heslin.
"Vin, sepertinya Kinan marah," kata Aftar dia duduk di jok depan sebelah Vino.
"Caca juga sepertinya marah, tapi mau bagaimana lagi? Kita lanjutkan saja pak permainan ini!" Jawab Vino, dia bergitu yakin.
Kinan langsung pergi menyusul suaminya dia juga menjemput Caca lebih dulu. Sedangkan Ziyan dan Nino juga sudah berada di restoran mereka saling kenal dan mereka sudah tahu rencana Caca dan Kinan dan dengan senang hati mereka siap membantu kedua wanita cantik itu.
Aurel dan Heslin juga sudah berada di restoran, mereka tampak senyam-senyum bahagia.
"Aku harus mendapatkan Pak Aftar, aku tidak perduli biarpun dia sudah punya istri." Aurel begitu yakin, hatinya sangat yakin kalau Aftar akan tertarik pada dirinya.
__ADS_1
"Iya Nona, aku juga akan berusaha mendekati Sekretaris Vino." Sambung Heslin, dia juga sangat yakin untuk mendapatkan hati Vino.
Setelah beberapa lama akhirnya Aftar dan Vino sampai di restoran, kini mereka berjalan menuju ke meja Heslin dan Aurel.
Belum lama Aftar dan Vino sampai, Kinan dan Caca juga sudah sampai mereka langsung berjalan menuju ke meja Ziyan dan Nino yang sudah menunggu mereka.
Kinan dan Caca sengaja memilih meja yang tidak jauh dari meja Aftar dan Vino.
"Lihat, para lelaki kita!" Caca menatap kesal ke arah Aftar dan Vino sedang berbincang sama Aurel dan Heslin sambil tertawa-tawa kecil.
"Ehem..ehem, uhuk..uhuk." Kinan pura-pura batuk.
Aftar yang mendengar suara batuk itu tidak jauh dari dirinya, sekilas Aftar menoleh ke sumber suara tersebut.
"Vin, bukankah itu istriku," bisik Aftar di telinga Vino.
Vino mengikuti tatapan mata Aftar, seketika raut wajahnya tampak terkejut.
"Yang bersama Nona Kinan, bukankah itu Caca? Sedang apa mereka disini?" bisik Vino di telinga Aftar.
Kinan dan Caca diam-diam melirik ke arah meja Aftar dan Vino, mereka juga tersenyum simpul.
"Lihat saja, siapa yang akan kebakaran." Batin Kinan dalam hatinya.
"Emang kamu saja yang bisa manas-manasin. Aku juga bisa," batin Caca dalam hatinya.
Kini Caca dan Kinan sok-sokan asik-asikan bersama Nino dan Ziyan. Mereka bercerita sambil tertawa-tawa kecil membuat Aftar dan Vino seketika menjadi kesal.
Heslin dan Aurel, mereka terlihat kebingungan melihat tatapan Aftar dan Vino yang terlihat begitu kesal.
"Pak Aftar, sektretaris Vino, apa yang sedang kalian lihat?" Tanya Aurel penasaran.
Tatapan Aftar dan Vino semakin kesal, rasanya sudah tidak tahan sekali melihat para wanita mereka bercanda asik bersama seorang laki-laki.
"Pak Aftar, apa kamu mengenal wanita di meja itu?" Tanya Aurel semakin penasaran.
"Sebenarnya apa yang mereka lihat?" Batin Aurel dalam hatinya.
"Aku...."
BERSAMBUNG 🤣
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊
Lagi ada acara keluarga, maaf ya baru up 🙏