Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Perdebatan Kinan & Aftar


__ADS_3

Malam semakin larut, Kimmy juga belum tertidur dari tadi hanya gulang-guling tidak jelas, mungkin Kimmy masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat tadi.


Laki-laki yang selama ini di banggakan, dia cintai, tega menghiyanatinya, menyakiti hatinya yang begitu tulus mencintainya.


Kalandra juga masih berada di kamar hotel itu, dia pulang tapi dia kawatir takutnya Kimmy melakukan hal yang tidak wajar, Iya Kalandra takut Kimmy mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.


Makanya Kalandra tidak mau meninggalkan Kimmy yang sedang patah hati.


****


Di kediaman Aftar, malam menunjukkan pukul 10 malam. Tapi keluarga Aftar dan Vino masih berkumpul di rumah Aftar untuk menonton film bersama.


Melly dan Kenzo juga terlihat canggung di hadapan kedua orang mereka, apalagi para orang tua mereka belum mengetahui kalau mereka berdua sudah berpacaran.


"Ken, Kalan kok belum pulang ya?" Tanya Kinan, dia terlihat menghawatirkan anak bungsu kesayangannya itu.


"Ken sudah besar ma, paling Ken sedang nongkrong sama teman-temannya," jawab Kenzo agar mamanya tidak terlalu kawatir pada adiknya.


Aftar melihat Kenzo lalu dia tersenyum, Kenzo juga membalas senyuman sang papa.


"Iya Kin, mungkin Kalandra ada acara." Timpal Caca, dan Kinan mengangguk pelan.


Kini mereka semua melanjutkan nonton film mereka, tapi Kinan masih gelisah memikirkan anak bungsunya itu.


"Kalan, kamu itu kemana nak? Sudah malam tapi belum pulang," batin Kinan dalam hatinya.


Tringgg... 1 pesan masuk ke ponsel Aftar.


Selamat malam Pak Aftar, tadi saya dan pegawai lainnya melihat Mas Kalandra membawa seorang gadis ke kamar hotel pribadinya.


Aftar membaca pesan dari pegawainya, rasanya dia marah sekali. Berani sekali anaknya ini membawa seorang gadis ke dalam kamar hotel. Jika media tahu, pasti ini akan menjadi berita tidak bagus.


"Baiklah, apa mereka menginap bersama?"


"Iya pak, mereka tadi masuk ke kamar pribadi Mas Kalandra."


Rasanya tidak sabar Aftar ingin bertemu dengan Kalandra, gadis mana yang dia bawa ke kamar hotelnya?

__ADS_1


"Jangan sampai dia membawa gadis j*l*ng hanya untuk bersenang-senang. Karena aku tidak seperti itu, jangan biarkan anak-anakku terjerumus ke tempat yang salah," batin Aftar dalam hatinya.


"Ken, coba telpon Kalandra!" Suruh Aftar tiba-tiba, membuat Kenzo agak terkejut.


"Iya pa," buru-buru Kenzo menelpon no ponsel Kalandra.


"Tidak aktif pa no ponsel Kalandra," kata Kenzo pada papanya.


Vino melihat ke arah Aftar, dia paham pasti bosnya ini tidak sedang baik-baik saja, terlihat dari wajahnya.


"Apa ada masalah bos? Haruskah, aku turun langsung untuk mengatasinya?" Tanya Vino dengan tatapan serius.


"Tidak usah Vin, semuanya baik-baik saja." Jawab Aftar dengan nada datar.


Biarpun Vino sudah tidak muda lagi, jika Aftar butuh bantuannya pasti dengan senang hati Vino akan membantunya.


Malam semakin larut, Vino, Caca dan Melly berpamitan pulang. Sungguh Kenzo masih ingin berduaan dengan Melly, tapi papa dan mamanya Melly sudah mengajak Melly untuk pulang.


Setelah mereka pulang, Kenzo langsung masuk ke dalam kamar, Kinan dan Aftar juga langsung masuk ke dalam kamar mereka.


Kenzo mengirim pesan pada Melly.


"Sayang, apa tidak sebaiknya kita memberitahukan hubungan kita pada kedua orang tua kita masing-masing?"


Melly yang baru saja mau berbaring, dia meraih ponselnya yang ada di atas nakas dekat tempat tidurnya. Melly membaca pesan Kenzo, lalu dia membalasnya.


"Iya sayang, tapi jangan sekarang ya! Tunggu waktu yang tepat dulu."


Balas Kenzo.


"Baiklah, kamu tidurlah sudah malam! Aku mencintaimu Melly, Kenzo memberikan emoticon hati."


Membaca balasan pesan Kenzo, Melly hanya tersenyum tapi dia enggan membalasnya karena jika di balas, pasti Kenzo bucin akutnya akan keluar dan Melly pasti tidak bisa tidur nyenyak, karena pasti Kenzo akan menelpon Melly begitu lama.


Setengah jam telah berlalu, Kenzo masih setia menunggu balasan pesan dari Melly tapi balasan itu tidak kunjung datang.


"Mungkin Melly sudah tidur," kata Kenzo dan dia juga memilih untuk tidur.

__ADS_1


******


Aftar malam ini begitu gelisah, bahkan tidurnya saja tidak tenang membuat Kinan juga begitu kawatir, ada apa dengan suaminya ini?


"Mas kamu kenapa? Apa ada masalah?" Tanya Kinan dengan nada lembut, tangannya dengan lembut menyentuh pipi suaminya.


"Ma, Kalandra membawa seorang gadis ke hotel," jawab Aftar membuat Kinan kaget.


Kinan menggelengkan kepalanya, dia tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh suaminya ini.


"Tidak mungkin pa, Kalandra anak yang baik. Mana mungkin dia berani berbuat seperti itu?" Tutur Kinan, dia masih berusaha membela anak kesayangan itu.


Aftar malah menatap Kinan dengan tatapan agak marah, inilah istrinya dia selalu saja membela anak kesayangannya ini.


"Ini semua karena mama terlalu memanjakan Kalandra, lihat saja malam ini pasti dia tidak akan pulang! Karena, dia membawa seorang gadis ke kamar hotel pribadinya," tegas Aftar agak membentak.


"Kenapa papa jadi menyalakan mama? Papa juga memanjakan Kenzo," Kinan tidak mau mengalah.


"Aku selalu berbuat adil pada kedua anakku ma, jangan mengada-ada papa hanya manjain Kenzo!" Lawan Aftar, dia semakin kesal pada sang istri.


Mereka saling berdebat, bahkan yang tadinya mereka tidur saling berhadapan sekarang mereka tidur dengan posisi sama-sama membelakangi satu sama lain.


"Lihat saja anak kesayanganmu itu, malam ini pasti tidak akan pulang. Awas saja jika nanti dia pulang, akan aku jewer telinganya!" Kata Aftar dengan kesal.


"Mama tidak perduli, mama akan melindunginya. Lagian apa yang papa tuduhkan itu belum tentu benar," Kinan masih tidak terima.


"Terserah mama, kita lihat besok pagi apa yang akan terjadi?" Kata Aftar dan dia memilih tidur, karena tidak mau melanjutkan perdebatannya dengan sang istri.


Kinan sebenarnya merasa kawatir, dia juga sangat takut kalau anaknya akan terjerumus ke tempat yang salah.


"Jika semua itu benar, maka mama akan menyuruh kamu menikahi gadis itu Kalandra!" Batin Kinan dalam hatinya.


Kinan dan Aftar sama-sama tidur, rasanya mereka tidak sabar menunggu besok pagi dan mereka akan langsung menemui Kalandra dan tentunya akan mengintrogasi Kalandra dengan tegas sebagai orang tua.


BERSAMBUNG


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2