Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Suami-suami takut istri


__ADS_3

Malam telah tiba, Melly masih terus uring-uringan, bahkan saat mereka makan malam bersama saja Melly di berbicara dengan Kenzo.


Kini mereka berempat duduk di ruang tengah, mereka sedang menonton televisi bersama.


"Kalan, sampai kapan kamu menginap di Apartemen aku terus?" tanya Kenzo, biasalah dengan adiknya ini Kenzo sudah biasa ceplas-ceplos asal ngejeplak saja.


Niat hati mengajak Melly tinggal berdua di Apartemen itu, biar Kenzo bisa kawinin Melly dimana saja. Tapi karena ada Kalandra dan Kimmy, ya boro-boro bebas paling mentok di kamar doang.


"Apa kakak sedang mengusirku? Aku masih betah kak tinggal disini," jawab Kalandra dan Kimmy juga mengangguk setuju.


Melly melirik Kenzo, kali ini lirikan terlihat tajam membuat Kenzo takut.


"Sayang, apa kamu mau mas ambilkan sesuatu? Biar mas ambilkan," tawar Kenzo dengan nada lembut.


Melly malah melihat Kenzo dengan cuek, membuat Kalandra ingin sekali tertawa tapi dia berusaha menahannya.


"Lagian mas ini kenapa? Biarkan saja Kalandra dan Kimmy menginap beberapa hari disini," kata Melly dengan tatapan kesal pada Kenzo.


Melly adalah orang yang santai, lagian Kalandra dan Kimmy adalah adik iparnya jadi jika mereka ingin menginap beberapa hari ya tidak masalah untuk Melly. Malah Melly merasa senang karena suasananya menjadi rame.


"Iya sayang, sudah malam ayo kita istirahat!" Jawab Kenzo sambil mengajak Melly untuk tidur. "Sabar Ken! Daripada kamu tidak dapat jatah," batin Kenzo dalam hatinya.


"Aish dasar suami takut istri." Celetuk Kalandra dengan jail. Tapi langsung di tatap garang oleh Kimmy. "Apa mas tidak takut dengan istri mas?" tanya Kimmy dengan tatapan sulit di artikan.


Seketika nyali Kalandra menjadi ciut, niatnya hanya bercanda ternyata istrinya malah menanggapinya dengan begitu serius.

__ADS_1


"Syukurin, dia mah sukanya godain wanita club malam Kimmy. Aku juga pernah di kenal kan sama beberapa teman minumnya, iya mereka gadis cantik." Kenzo malah manas-manasin Kimmy.


Kimmy langsung menatap Kalandra dengan tatapan penuh kesal, Kenzo menjulurkan lidahnya dan tertawa senang.


Kenzo tidak sadar kalau Melly juga menatapnya dengan tatapan garang. "Jadi mas juga seperti Kalan," kata Melly dan Melly langsung menjewer telinga Kenzo.


Kimmy juga melakukan hal yang sama, dasar kakak dan adik yang sama-sama koplak, suka sekali membuat masalah dengan istri-istri mereka.


Sesampainya di kamar, Melly melepaskan telinga Kenzo. Kenzo memegangi telinganya sambil menatap Melly dengan tatapan begitu lembut.


"Sayang, itu dulu waktu mas dan kamu belum pacaran," jelas Kenzo dengan nada lembut.


"Tetap saja mas tidak jauh berbeda dengan Kalandra, kesal sama mas. Pokoknya Melly tidak mau tidur dengan mas," jawab Melly dan dia lagi-lagi meranjuk begitu saja.


Kenzo lagi-lagi hanya bisa garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal, sungguh istrinya ini baperan sekali dari beberapa hari yang lalu, biasanya padahal biarpun manyun tidak separah ini.


Melly mengambil satu bantal guling yang ada di atas ranjang tempat tidur, lalu memberikan bantal guling pada Kenzo.


"Mas tidur sama bantal guling saja! Jangan sentuh Melly!" Melly menatap Kenzo dengan tatapan kesal, sungguh Kenzo menerima bantal guling itu dengan pasrah.


Melly langsung berbaring di atas ranjang tempat tidur, dia menyelimuti seluruh tubuh dirinya dengan selimut tebal.


Kenzo berjalan ke sofa dengan langkah kaki yang begitu malas, setelah menikah Kenzo selalu tidur berdua dengan istrinya, bahkan mereka selalu berpelukan tapi malam ini Kenzo harus memeluk bantal guling yang tidak ada nyawanya, sungguh rasanya begitu berat.


Kenzo membaringkan tubuhnya di atas sofa, ya mau bagaimana lagi? Istrinya sedang tidak jelas, membuat Kenzo pusing.

__ADS_1


*****


Kalandra dan Kimmy kembali berperang dingin, tapi Kalandra tidak mau perang ini sampai beberapa hari seperti waktu lalu.


"Sayang, tadi niatnya mas hanya bercanda dengan Kak Ken saja."


"Tetap saja mas membuatku kesal, berapa gadis cantik yang mas godain."


"Tentu saja itu tidak bisa hitung, kamu tahu suamimu ini paling tampan."


Kimmy menatap kesal Kalandra, Kalandra itu demen sekali membuat istrinya naik darah.


"Mas....." teriak Kimmy dengan suara yang begitu cempreng.


"Sayang, mas mendengarnya!" Jawab Kalandra, dan dia langsung memeluk Kimmy dengan erat.


Kimmy meronta-ronta, tapi Kalandra semakin mempererat pelukannya sehingga Kimmy tidak bisa bergerak.


"Tidak usah marah, mungkin banyak gadis yang menyukai mas. Tapi mas hanya mencintai satu wanita yaitu kamu Kimmy." Tutur Kalandra di telinga Kimmy.


Seketika Kimmy tersenyum, lalu dengan manja membalas pelukan Kalandra, membuat Kalandra bahagia karena tidak jadi perang dingin dengan istrinya.


Malam ini Kalandra tidak semalang Kenzo, karena malam ini Kalandra bisa tidur nyenyak sambil memeluk istri kesayangannya.


BERSAMBUNG 🙏

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2