
Jam menunjukkan pukul 10 pagi, Kenzo sibuk dengan pekerjaannya. Sedangkan Melly malah makan cemilan sambil menikmati capuccino yang dia pesan tadi.
Bukannya kerja Melly malah asik makan, itulah Melly kerjaannya maka dan kalau masalah makanan itu, pokoknya tidak bisa di gantikan oleh apapun.
"Mell, kenapa kamu makan terus dari tadi?" Tanya Kenzo, dia melihat Melly sambil melirik Melly dengan tajam.
Melly nyengir, bukannya mendengarkan pertanyaan Kenzo. Dia malah kembali makan lagi, sungguh Melly ini tidak bisa jauh-jauh dari makanan.
Kenzo menghela nafasnya dengan pelan, lalu dia beranjak dari tempat duduknya, dan Kenzo berjalan menghampiri Melly yang sedang duduk di sofa sambil menikmati makanannya.
"Hey, kamu. Mau sampai kapan kamu makan terus?" Kenzo mencubit pipi mulus Melly, kini dia mencubitnya dengan gemas.
Melly memanyunkan bibirnya, sungguh dia terlihat kesal pada Kenzo.
"Apasih kak? Lagian aku lapar dari tadi, kerjaan Melly juga sudah selesai," jawab Melly sambil manyun.
"Nanti berat badan kamu naik loh, kamu mau jadi panda yang gendut?" Ledek Kenzo, sambil tertawa.
Dengan kasar Melly langsung mendorong Kenzo, dari sebelahnya duduk. Kini Kenzo terus tertawa ngakak, meledek Melly adalah salah satu hobby Kenzo yang tidak pernah hilang.
"Nanti Melly aduhin sama Mami Kinan, biarkan saja nanti kakak di omelin," kata Melly. Selalu saja mengancam Kenzo akan di aduhkan ke Kinan.
Kenzo langsung tersenyum, dia menatap Melly dengan tatapan begitu menggemaskan.
"Jangan ngadu ke mama, nanti aku di jewer lagi telinganya gara-gara kamu," kata Kenzo pada Melly.
Melly langsung tersenyum penuh makna, tentu saja Melly butuh sogokan agar dia tidak sampai mengadu pada Mami Kinan kesayangannya itu.
"Baiklah, tapi nanti setelah pulang dari kantor. Kakak harus tlaktir makan yang enak," Melly menatap Kenzo sambil mengedipkan satu matanya dengan genit.
Kenzo hanya bisa mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Kebiasaan Melly yang tidak pernah hilang, pasti minta di tlaktir makan agar tidak sampai mengadu pada Kinan.
"Baiklah, tapi kamu bayar sendiri. Jika aku bayarin kamu, aku bisa bangkrut apalagi makan kamu begitu banyak," Kenzo menatap Melly dengan tatapan dingin seperti kulkas.
"Tidak mau tahu, pokoknya manusia es yang bayar!" Tegas Melly, dia juga menatap Kenzo dengan tatapan begitu jutek.
__ADS_1
Karena sebuah perdebatan kecil, kini sifat asli mereka akhirnya keluar, Kenzo yang sedingin es batu dan Melly yang begitu jutek.
Kenzo kembali melanjutkan pekerjaannya, karena dia tidak mau sampai meneruskan perdebatan dengan Melly.
*****
Kalandra menghentikan mobilnya di kantor Kenzo yang tidak lain adalah kakaknya. Seperti siang biasanya dia membawakan makan siang dan kopi hangat, tapi sayangnya itu bukan buat Kenzo sang kakak melainkan buat Melly.
Kalandra melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantor Kenzo, banyak mata tertuju ke Kalandra yang terlihat begitu tampan dengan kemeja warna biru dongker dan celana warna hitam, senyumnya yang begitu manis membuat para pegawai wanita banyak yang mendamba kan menjadi kekasihnya Kalandra.
"Lihat, itu sih Kalan, dia adalah adiknya Pak Kenzo."
"Tampan sekali, sepertinya dia terlihat begitu ramah."
"Iya, dia memang sangat ramah."
Kalandra berjalan sambil tersenyum pada pegawai yang melempar senyum padanya, Kalandra juga menjawab sapaan dari para pegawai yang meyapanya.
Sesampainya di ruangan Kenzo, Kalandra mengetuk pintu ruangan Kenzo.
Kenzo mendengus kesal, dia paham sekali dengan suara ketukan pintu itu. Kenzo melihat jam dinding "Sebentar lagi makan siang, pasti Kalan yang datang." Gumam Kenzo dalam hatinya.
Melly hanya fokus dengan pekerjaannya, dia duduk di sofa di ruangan Kenzo kerja.
"Tok... tok..." Kalandra kembali mengetuk pintu ruangan Kenzo.
"Masuk, aku tahu itu kamu yang datang!" Sahut Kenzo dari dalam ruangannya.
Kalandra tersenyum senang, dia membuka pintu ruangan kakaknya, lalu langsung masuk dan berjalan menghampiri Melly yang sedang duduk di sofa.
"Ngapain kamu kesini?" Tanya Kenzo dengan jutek.
"Aku mau mengantarkan makan siang untuk Kak Melly, aku yakin dia pasti lapar karena kakak menyuruh Kak Melly bekerja terus," kata Kalandra. Melly melihat Kalandra, kini senyum Melly begitu manis.
"Kalan, kamulah yang terbaik." Kata Melly, dan Kalandra duduk di sebelah Melly dan dia mengeluarkan semua makanan yang dia bawa untuk Melly.
__ADS_1
Kalandra dan Melly memang sangat dekat, kadang kedekatan mereka membuat Kenzo merasa kesal.
"Hay kamu anak kecil, urus cafemu dengan benar. Ini malah keluyuran mulu," omel Kenzo tapi Kalandra cuek dan dia malah menikmati makanan yang dia bawa bersama Melly.
"Anggap saja kak, manusia es itu setan!" Kata Kalandra, dia terlalu malas mendengarkan ocehan sang kakak setiap hari.
Melly dan Kalandra sama-sama tertawa, mungkin jika Kenzo mendengarnya pasti dia sudah marah-marah.
"Kalan, bagaimana gadis cantik yang aku kenalkan ke kamu?" Tanya Melly di sela-sela makannya.
"Tidak cocok kak, dia sangat matre. Aku baru sekali jalan sama dia, eh dia sudah meminta di belikan tas branded." Jawab Kalandra dengan begitu serius, Melly hanya tertawa kecil.
Mungkin Melly sudah mengenalkan gadis yang salah pada Kalandra.
"Mau aku kenalkan yang lain lagi?" Tawar Melly, tapi Kalandra menggelengkan kepalanya.
"Kenapa, kamu kapok?"
"Tentu saja tidak kak, hanya saja aku tidak mau menikah lebih dulu dari Kak Kenzo, kasian dia nanti kak."
Kenzo yang mendengar obrolan Melly dan Kalandra, dia beranjak dari tempat duduknya lalu dia ikut menimbrung dengan mereka.
"Kalan, berhentilah mengolok-olok kakakmu yang tampan ini!" Kata Kenzo, lirikan mata Kenzo membuat Kalandra takut.
"Lihat Kak Melly, sebentar lagi raja singa ngamuk!" Ledek Kalandra, membuat Melly tertawa melihat kedua kakak adik ini.
Kalandra beranjak dari tempat duduknya, kini dia melihat Melly dengan tatapan lembut, membuat Kenzo menatapnya dengan kesal.
"Kamu pulang sana! Atau aku akan telpon mama, kalau kamu sudah menganggu Kak Melly," ancam Kenzo dengan jail.
Buru-buru Kalandra pergi dari ruangan Kenzo, sebelum Kenzo benar-benar menelpon sang mama atau mamanya akan ceramah panjang lebar nanti.
BERSAMBUNG 😊
Terimakasih para pembaca setia 🙏
__ADS_1