
"Lama-lama aku risih pada mu!" ujar Via yang sudah sangat kesal karena Evan terus menempel padanya, "apa kau tidak mau di lihat orang?"
"Kita kan sudah di kamar, ngapain aku harus malu?"
Via menarik nafas panjang, "Terserah kau, aku mau mandi...!"
"Kata orang, mandi berdua itu asyik. Apa kau mau mandi bersama ku?" Evan mengedipkan sebelah matanya, membuat Via jijik melihat sikap suaminya yang sekarang.
"Tidak,...!" tolak Via.
"Kenapa, apa salahnya? kita kan suami istri...!"
"Aku malu,....!" seru Via buru-buru masuk kedalam kamar mandi.
Via mengusap dadanya lega, wanita tidak bodoh, jika seorang suami mengajak mandi bersama sudah pasti akan ada hal yang terjadi.
"Dasar perempuan. Di kasih enak gak mau!" gerutu Evan.
Cukup lama Via berada di kamar mandi, membuat Evan mulai merasa gelisah.
"Lama sekali, apa yang dia lakukan?"
__ADS_1
Baru saja Evan menggerutu, Via sudah membuka pintu dan sudah berpakaian rapi.
"Lah, kenapa sudah berpakaian?" tanya Evan, "kenapa tidak menggunakan handuk saja?"
Jleeeb....
Via menelan ludahnya kasar, mata Via menderling kearah suaminya.
"Kau ini kenapa sih?" tanya Via bingung.
"Tidak kenapa-kenapa!" seru Evan.
Via melihat jam, ternyata sudahpukul dua malam karena Evan dan Via melakukan penerbangan sore tadi. "Cepatlah mandi, aku lelah dan ingin tidur!"
Evan pergi mandi, sedang Via sudah berlayar ke pulau mimpi. Evan hanya mengenakan celana pendek bertelanjang dada.
Melihat istrinya tidur meringkuk kelelahan, Evan langsung menyelimuti sang istri.
"Selamat tidur istri ku!" ucap Evan lalu mengecup kening Via, "untung saja istri ku. Jika dia benar menjadi ibu ku, akan sangat menjijikan jika aku mengucapkan kata-kata tadi,"
Evan tertawa sendiri, pria ini naik ke atas tempat tidur lalu memeluk istrinya dan menyusul ke alam mimpi.
__ADS_1
Malam semakin larut, udara semakin dingin apa lagi Evan dan Via lupa menyetel suhu pendingin ruangan sebelum tidur.
Kilauan sinar matahari masuk menembus dinding kaca dan lubang ventilasi. Evan meregangkan tubuhnya yang sudah kembali segar. Pria ini menoleh kearah Via yang masih terlelap tidur.
Baru saja Evan memandang dan mengusap wajah istrinya, sang adik yang bersembunyi di balik kain tipis sudah berdiri tegak menegang.
"Ah, sialan. Tahu saja!" Ucap Evan tersenyum lebar.
Dengan sangat hati-hati, Evan melepaskan kancing piyama dan celana istrinya. Via masih sangat lelah dan mengantuk tidak sadar dengan kelakuan suaminya.
Evan yang sudah berada di atas tubuh istrinya terus mengecup bibir Via hingga membuat wanita itu terbangun.
"Sedang apa kau?" tanya Via dengan suara serak khas bangun tidur.
Melihat suaminya tidak mengenakan pakaian sehelai benang pun, Via sangat terkejut dan bermaksud untuk menghindar.
"Eits...mau kemana kau?" dengan cepat Evan menangkap istrinya.
"Evan, kau sudah gila...!"
"Kau yang membuat ku gila sejak kemarin!" ujar Evan langsung memangsa istrinya kembali.
__ADS_1
Hari mungkin masih pagi, tapi kamar ini sudah bergoyang. Beberapa kali Evan membuat istrinya berada dalam puncak, pria ini seperti seorang yang sudah berpengalaman saja.
Selesai melakukan hubungan suami istri, Evan dan Via mandi bersama atas paksaan dari Evan. Pada awalnya Via menolak, namun Evan yang licik berhasil membujuk sang istri. Bukan main, hampir satu jam lebih mereka bermain, Evan benar-benar tidak ada lelahnya.