
"Mau apa kalian datang ke sini?" tanya Via dengan wajah acuhnya.
"Via, sekarang kau sudah hidup enak dan berkecukupan. Kenapa kau masih serakah juga?" ketus Kiran membuat dahi Via berkerut.
"Serakah dalam hal apa?" tanya Via tidak mengerti.
"Kau sudah hidup enak, tinggal di rumah mewah. Serahkan rumah itu pada aku dan ibu."
Via tertawa, wanita ini langsung melipat kedua tangannya, "Kau pikir itu rumah siapa hah?"
"Aku dan ibu berhak atas rumah itu. Ini adalah peninggalan ayah!"
Semakin tertawa Via, membuat Kiran geram.
"Kau ini sangat lucu, itu adalah rumah kakek dan nenek ku yang di tinggalkan untuk ibu ku bukan ayah ku. Jika kau ingin rumah peninggalan, minta sana sama ayah kandung mu sendiri...!"
Kiran mengepalkan kedua tangannya geram. Emosinya mulai naik turun tidak beraturan.
"Jika kau tidak mau memberikan rumah itu, berikan saja suami mu pada ku!" ujar Kiran membuat Via merasa terhina.
Plaaaak....
Via menampar wajah Kiran.
"Sehina ini kah diri mu sehingga kau sangat mengemis pada ku?" wajah Via terlihat merah padam.
Kiran mengusap wajahnya, wanita ini berniat membalas tamparan Via namun dengan cepat Randi menahan tangan Kiran.
"Kau sentuh dia, akan ku habisi kau!" ancam Randi menepis tangan Kiran.
"Jangan ikut campur kau Randi...!" sentak Kiran tidak suka.
__ADS_1
"Ada apa ini?" tanya suara berat dengan wajah dinginnya.
"Evan,...lihat istri mu ini. Dia sudah berani menampar wajah ku!" adu Kiran namun tidak membuat Via takut.
"Istri ku tidak akan menampar mu jika kau tidak menyinggung perasaannya. Kenapa kau sangat suka mengganggu Via hah?" sentak Evan membuat Kiran terkejut.
"Sudahlah, jangan pedulikan dia. Ayo kita masuk!" Via menarik tangan suaminya. Namun, tangan Via di tahan oleh Randi hingga membuat Evan naik emosi.
"Lepaskan tangan istri ku!" sentak Evan dengan nada tinggi.
"Aku hanya ingin bicara dengan Via. Kau tidak berhak melarang!" kata Randi semakin membuat Evan marah.
Mata elang kedua pria itu saling beradu tajam.
"Aku suaminya, aku berhak atas istri ku. Pergi kalian berdua!" usir Evan langsung membawa Via pergi.
"Aaaa....sialan!" umpat Kiran kesal masih mengusap wajahnya.
"Brengsek kau Randi. Kau sendiri apa hah?" balas Kiran kesal.
"Seharusnya aku yang menikah dengan Via bukan Evan. Aku tahu jika mereka tidak saling mencintai," kata Randi membuat Kiran tidak mengerti.
"Heh, apa maksud mu?" tanya Kiran bingung.
"Kau tidak tahu cerita tentang mereka?" tanya Randi.
Kiran bergeleng kepala, wanita ini tahunya jika Via sudah menikah dengan orang kaya namun tidak tahu jika ada cerita sebelumnya pernikahan Evan dan Via.
"Kau benar-benar tidak tahu?" sekali lagi Randi memastikan.
"Jika aku tahu, mana mungkin aku bertanya pada mu. Dasar bodoh!" umpat Kiran.
__ADS_1
"Kita cari cafe dekat sini, akan ku ceritakan semuanya!" ujar Randi kemudian mereka berdua pergi.
Sementara itu, Evan yang tidak terima jika tangan istrinya di sentuh pria lain langsung mencuci tangan Via berulang kali sambil mengomel kesal.
Via hanya diam saja, sebegitu cemburukah Evan sekarang padanya.
"Ingat, hanya aku yang boleh menyentuh mu!" tegas Evan.
"Kau ini sangat berlebihan bee. Tapi aku suka kau cemburu pada ku!" kata Via membuat Evan langsung luluh.
"Jangan lupa malam ini ya sayang....!" ujar Evan mengedipkan sebelah mata.
Kiran, wanita itu tercengang tidak percaya ketika mendengar cerita dari Randi.
"Aku rasa Via sudah sangat licik menjebak Evan. Dasar perempuan jahat!"
"Yang lebih membuat ku sakit hati, Evan seperti menjilat ludahnya sendiri. Dia juga yang menyuruh ku untuk mengejar Via, dia juga yang menikah dengan Via." Kesal Randi.
"Kau sangat terobsesi pada Via. Apa kau mencintainya?" tanya Kiran penasaran.
"Entahlah, tapi aku tidak rela saja jika Via menikah dengan laki-laki lain."
"Kau saja yang bodoh. Mendapatkan Via saja tidak bisa!" cibir Kiran.
"Diam kau!" sentak Randi.
"Sekarang kita harus berpikir bagaimana caranya untuk menghancurkan rumah tangga mereka. Aku masih tidak rela jika Via sudah menikah sekarang."
"Kita bekerjasama gitu?" tanya Kiran.
"Ya, aku bisa mendapatkan Via dan kau bisa mendapatkan Evan. Bagaimana?"
__ADS_1
Kiran tersenyum lebar dan langsung mengiyakan tawaran Randi. Biar bagaimana pun, Kiran sangat ingin menikah dengan laki-laki kaya seperti Evan.