Menikahi Calon Ibuku

Menikahi Calon Ibuku
06.Ada Apa?


__ADS_3

"Kamu itu kan kerja sama orang kaya. Masa kamu gak punya uang?" Sinta berteriak di dalam ruang rawat anaknya.


"Via punya uang bu, tapi jika segitu Via gak punya," jawab Via yang sudah tidak tahu lagi ingin berkata apa.


"Ini kan hanya dua ratus juta, apa kamu senang melihat wajah Kiran rusak seperti ini?"


"Kau sangat jahat Via, kau bekerja di tempat orang kaya tapi kau tidak mau membantu ku," Kiran semakin menunjukkan wajah sedihnya agar sang ibu semakin menekan Via.


"Aku benar-benar tidak punya uang segitu banyaknya Kiran. Lagian, wajah mu masih bisa sembuh tanpa melakukan operasi plastik!"


Plaaaak,...


Sinta menampar wajar Via, "Dasar anak tidak tahu terimakasih. Kau sejak kecil aku urus tapi kau tidak tahu cara membalas budi," ucap Sinta marah.


"Mengurus ku bagaimana, kau hanya sibuk mengurus Kiran dan ayah ku tanpa pernah peduli pada ku. Jadi, untuk apa aku harus mengeluarkan uang agar anak kesayangan mu kembali cantik?" ujar Via yang sudah tidak tahan lagi.


Ketika Sinta hendak menampar Via kembali, Evan langsung menerobos masuk lalu menepis tangan Sinta.


"Siapa kau?" tanya Sinta semakin marah.


"Siapa pun aku kalian tidak perlu tahu!" jawab Evan lalu menarik tangan Via keluar.


"Kembali kau Via, mana uangnya?" Sinta mengejar Via dan Evan namun kedua manusia itu sudah pergi dari rumah sakit.

__ADS_1


Di mobil Evan, Via hanya diam saja tanpa mengusap wajah merah sisa tamparan tadi.


"Kejam sekali ibu tiri mu. Apa kau akan bersikap sama pada ku nanti?" Evan membuka suara.


"Ya, aku akan membunuh mu lalu menjadikan mayat mu sebagai makanan buaya!" sahut Via kesal.


"Mengerikan!" seru Evan.


"Kemana aku harus mengantar mu?" tanya Evan tiba-tiba bingung.


"Aku hanya ingin mengambil pakaian ku. Aku ingin mencari tempat tinggal yang dekat dengan kantor," ujar Via yang entah kenapa Evan langsung menurut begitu saja.


Tak di sangka oleh Via, ternyata Evan masih menunggu Via di luar pagar.


"Tidak, kenapa?"


"Tumben sekali kau terlihat baik pada ku hari ini. Calon anak yang baik,"


"Diam kau!" bentak Evan kesal, "Jika bukan karena papah,aku tidak akan mungkin mau seperti ini,"


"Ya ampun manis sekali. Calon suami yang pengertian!" ucap Via membuat Evan merasa geli.


"Yang muda banyak, kenapa kau harus memilih daun kering?" tanya Evan lagi.

__ADS_1


"Papah mu memang seperti daun kering, tapi isi dompetnya daun muda semua!" sahut Via semakin membuat Evan kepanasan.


"Dasar perempuan gila!" umpat Evan yang tidak di tanggapi oleh Via.


Setelah memutari jalanan, Via bingung ingin kemana.


"Turunkan aku di halte saja," ujar Via langsung di turuti oleh Evan.


"Mau kemana kau?" tanya Evan penasaran.


"Aku akan mencari kontrakan dekat sini. Kau boleh pergi," ujar Via.


Evan hanya mengangkat kedua pundaknya kemudian melajukan mobilnya. Namun, belum jauh Evan pergi pria tersebut kembali menghampiri Via.


"Ada apa?" tanya Via bingung.


"Cepat naik, aku akan mengantar mu ke suatu tempat!" titah Evan membuat Via curiga.


"Kau ingin mengajak ku kemana?" tanya Via, "kau ingin membunuh ku ya?"


"Enak saja! dari pada aku mati di penjara lebih baik aku melihat kau dan papah menikah. Cepat naik!"


Tidak mau berpikir panjang, Via kembali masuk ke dalam mobil Evan. Entah kemana laki-laki itu membawa Via pergi, wanita itu hanya menurut saja.

__ADS_1


__ADS_2