Menikahi Calon Ibuku

Menikahi Calon Ibuku
64.Pergilah


__ADS_3

Via bersendawa sangat keras, membuat Evan bergeleng kepala melihat kelakuan istrinya. Via juga makannya di atas tempat tidur sama seperti orang sakit namun Via terlihat sangat sehat.


"Sudah sore, cepat mandi," ujar Evan.


"Gak ah, nanti aja!"


"Sayang, sudah jam lima lewat!" Evan menunjukkan jam tangannya.


"Terus, jika itu sudah jam lima lewat, aku harus apa?" tanya Via dengan santainya.


"Cepat mandi, kau mau mandi sendiri atau mandi berdua hah?" Evan memberi dua pilihan.


"Tidak dua-duanya, kau pasti akan menggoyang ku di kamar mandi."


Obrolan mereka terhenti ketika, bibi mengetuk pintu memberitahukan jika ada Sinta dan Kira yang datang mencari Via.


Via langsung mengeluarkan sumpah serapahnya karena sudah muak dengan mereka.


"Mau apa kalian?" tanya Via dengan wajah judesnya. Via juga melirik dua koper yang di bawa Sinta dan Kiran, "ngapain kalian bawa-bawa koper?"


"Ibu mu bilang.....!"


"Maaf pah, dia bukan ibu saya!" dengan berani Via memotong ucapan pak Theo.


"Oh iya, mereka datang mencari mu!" sambung pak Theo.


"Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa. Kalian bukan keluarga ku, kalian hanya perusak dalam kehidupan ku. Kenapa kalian selalu datang mengganggu ku?"

__ADS_1


"Via, jangan seperti ini nak. Ibu dan Kiran di usir dari kontrakan karena tidak bisa membayar. Tolonglah kami," ujar Sinta mulai mengeluarkan jurus kesedihannya.


"Kalian kan sehat, punya tenaga. Kenapa kalian tidak bekerja? kenapa harus datang mengganggu istri ku hah?" Evan buka suara.


"Hanya Via yang bisa menolong kami. Oh pak Theo, bantulah saya dan anak saya!" mohon Sinta.


"Kenapa kalian jadi meminta bantuan pada suami ku?" tanya mami Gitta tidak terima.


"Karena hanya pak Theo yang bisa membantu kami sekarang," jawab Sinta dengan beraninya.


"Kalian memang tidak memiliki rasa malu. Pergilah,...!" usir Via.


"Via, biarkan kami tinggal di rumah itu," ujar Kiran membuka suara.


"Enak saja, itu rumah ku. Bukan milik kalian, pergi sana!"


"Lihat menantu mu ini pak Theo, dia bahkan sudah melupakan jasa ku dalam merawat dan mengasuhnya." Adu Sinta menjelekan Via.


"Jangan berteriak, nanti cepat tua!" bisik pak Theo, "santai saja, ini tontonan!"


"Ayah mu akan menangis di akhirat sana Via. Kau benar-benar anak durhaka yang tidak tahu balas budi," ucap Sinta.


Via mendengus kesal, "Aku tidak memiliki kesalahan apa pun pada budi. Jadi, untuk apa aku membalas budi?"


Jleeeeb,...


Sinta dan Kiran masih mencoba menahan emosi, sedangkan Evan hanya bisa cekikikan mendengar ucapan istrinya.

__ADS_1


"Ku beri waktu satu minggu untuk kalian tinggal di rumah itu. Cari pekerjaan lalu pindah dari sana...!" kata Via, "pergi cepat....!"


Via yang sudah muak langsung mengajak suaminya kembali ke kamar.


"Kalau begitu aku akan ke dapur menyiapkan makan malam," kata mami Gitta lalu pergi ke dapur.


Sinta dan Kiran tidak pergi juga, membuat pak Theo sudah bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Maaf, ada yang bisa ku bantu lagi?" tanya pak Theo.


Sinta melebarkan senyum, "Begini pak, kami tidak memiliki ongkos untuk pulang. Em,...kalau bisa kami ingin meminta sedikit ongkos!"


"Iya om, gak mungkin kan kami jalan kaki dari sini," timpal Kiran.


Pak Theo langsung merogoh saku celananya, "Aaaah,...ini mungkin cukup untuk ongkos kalian!" ujar pak Theo yang mengeluarkan selembar uang dengan nominal yang paling besar.


Sinta dan Kiran saling pandang tidak percaya, mereka sudah membayangkan mendapatkan banyak uang namun ternyata hanya selembar.


"Om tidak salah ambil?" tanya Kiran memastikan.


"Tidak, hanya ini yang ada di kantong ku."


Mau tidak mau Sinta mengambil uang tersebut dan mengajak Kiran pergi. Mereka terus menggerutu kesal, mengumpat pada pak Theo yang sangat pelit.


"Sayang, kenapa kau mengizinkan mereka tinggal di rumah mu?" tanya Evan.


"Aku hanya ingin memberi mereka pelajaran. Kata papah, biarkan saja!"

__ADS_1


"Heh, kata papah. Apa yang sedang kalian rencanakan?" tanya Evan penasaran.


"Tidak ada. Sudahlah, jangan di bahas. Aku mau mandi....!"


__ADS_2