
"Apa yang kau tonton?" tanya Via langsung membuat Evan panik dan menyimpan ponselnya.
"T-tidak ada!" jawab Evan gugup.
"Berikan ponsel mu...!" Via meminta ponsel milik suaminya.
"Sayang, tidak ada. Sumpah!"
"Cepat atau tidak.....!"
Belum juga Via mengeluarkan kata-kata ancamannya, Evan langsung memberikan ponselnya. Baru juga membuka ponsel, Via langsung melemparkannya.
"Untuk apa kau menonton hal menjijikan seperti itu hah?" tanya Via geram.
"Hanya ingin mencari pembelajaran saja!" jawab Evan.
"Pembelajaran apa? kau setiap malam melakukannya!"
"Sayang, semakin banyak gaya yang kita ketahui, akan semakin banyak pula pengalaman kita!" ujar Evan.
"Aku benar-benar geli pada mu!" ucap Via.
"Menonton orang bergoyang saja tidak boleh. Apa kau yang mau aku goyang?" gerutu Evan.
Bug.....
__ADS_1
Via menendang kaki suaminya.
"Otak mu ini lama-lama isinya mesum semua!"
"Dari pada mesum dengan istri orang!" Evan sangat suka menjawab ucapan istrinya.
"Mulut mu ini benar-benar minta remas!"
"Remas anu ku saja ya!" Evan mengedipkan sebelah matanya lalu memeluk istrinya, "pantas saja papah mau menikah lagi, ternyata begini nikmatnya punya istri," kata Evan terus memeluk istrinya.
"Kau saja yang bodoh!"
"Ya, aku saja yang bodoh. Seharusnya aku sudah menikah sejak dulu. Tapi, jika aku menikah duluan aku tidak akan pernah bertemu dengan mu sekarang."
"Tentu saja, jika aku sudah mencintai seseorang maka aku akan mencintai dia dengan sepenuh hati. Tapi, jika dia sudah menyakiti, akan ku benci dia sepanjang hidup ku," tutur Evan membuat hati Via tenang.
Evan yang masih memeluk Via terus menciumi wajah istrinya. Bukan hanya itu, jari-jari kekarnya juga nakal meremas dua bukit kenyal milik istrinya.
"Geli.....!" lenguh Via.
"Adik ku sudah bangun!" bisik Evan.
"Tapi masih siang,"
"Tidak ada hubungannya. Sayang, mari bercocok tanam!" ujar Evan langsung meraup bibir istrinya. Pagutan panas pun tidak bisa di hindarkan, Evan yang benar-benar haus akan kasih sayang terus memangsa istrinya. Tidak masalah bagi Via, lagian mereka sudah menikah juga.
__ADS_1
Tangan keduanya saling melepas pakaian. Baru beberapa hari menikah dengan Evan, Via sudah pandai membuka dan membuat adik suaminya bangun.
"Sayang, kau yang main di atas ya...!" bisik Evan.
"Aku tidak mau. Aku malu....!"
"Ayolah sayang,...ini akan sangat nikmat!" bujuk Evan.
Evan yang sempat menonton adegan dewasa di ponselnya langsung mempraktekkannya pada sang istri. Via juga, wanita ini benar-benar sangat menurut jika berada di atas ranjang. Mulut yang biasanya suka ceplas ceplos nyatanya bisa bungkam dengan sebuah kenikmatan.
Sedangkan Sinta dan Kiran, uang yang di berikan pak Theo sudah habis dalam satu hari. Ibu dan anak ini pergi berfoya-foya belanja sana sini.
"Bu, ternyata enak ya jadi orang kaya!"
"Iya, uang sebanyak ini tidak ada apa-apanya untuk mereka."
"Kalau begini caranya, aku juga mau menikah dengan suami Via. Dapat bekas pun tak apa, yang penting kaya!"
"Kiran, jika Via bisa mendapatkan suami yang kaya raya kenapa kau tidak bisa?"
"Lagian, suami Via sangat tampan. Apa salahnya jika aku merebutnya dari Via?"
"Tidak salah sayang, ibu akan selalu mendukung mu!"
Ibu dan anak ini lalu tertawa, berharap jika Kiran juga mendapatkan suami yang kaya sama seperti Via. Tidak lupa juga mereka menyusun rencana untuk menghancurkan Via.
__ADS_1