Menunggu Cintamu Berkembang

Menunggu Cintamu Berkembang
Pacar Sheila


__ADS_3

Flashback on


Hari ini class meeting terakhir, sekaligus hari terakhir Nabila berada di sekolahnya itu. Mulai besok dia resmi bukan siswa sekolah itu karena ibunya sudah menemui pihak sekolah dan mencabut nama anaknya dari daftar siswa di sekolah itu.


Nabila akan pindah sekolah ke sekolah yang dianggap biayanya lebih murah dari sekolahnya saat ini sekaligus menyesuaikan jarak dengan tempat tinggalnya yang baru. Ya, keluarga Nabila juga akan pindah rumah.


Semenjak maminya dan papinya bercerai, mami Nabila harus berusaha keras memutar otak dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya dan kedua anaknya.


Setelah semua perhiasannya habis dijual untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus kebutuhan sekolah kedua anaknya, dengan terpaksa mami Nabila menjual rumah yang diberikan oleh mantan suaminya.


Setelah berhasil menjual rumahnya, mami Nabila memutuskan untuk pindah ke pinggiran kota untuk menekan biaya hidup sekaligus membuka usaha kecil-kecilan. Selama hidupnya dia tidak pernah bekerja diluaran, karena sebelumnya keluarganya dan suaminya selalu memenuhi kebutuhannya.


Mami Nabila juga memutuskan untuk memindahkan sekolah Nabila dan adiknya. Selain karena alasan pindah rumah, alasan utamanya adalah biaya sekolah yang sangat mahal. Kedua anaknya itu bersekolah di sekolah internasional yang biayanya bisa dikatakan melebihi biaya kebutuhan sehari-harinya saat itu.


Hari class meeting terakhir, berarti juga hari pembagian hadiah buat para pemenang. Saat itu kelas Nabila mendapat juara umum. Ia yang saat itu menjadi ketua kelas, mewakili kelasnya untuk menerima hadiah di lapangan sekolah.


Setelah acara penerimaan hadiah selesai, siswa-siswa yang tadi bergerombol di lapangan, mulai membubarkan diri. Namun, ada suatu pemandangan yang seketika membuat mereka kembali berkumpul di lapangan.


Rendra, ketua tim basket sekolah sekaligus cowok yang di idolakan para gadis di sekolah itu berjalan menuju lapangan dengan membawa buket bunga besar yang dibantu oleh dua temannya. Sementara sebuah megaphone sudah ia selempangkan di salah satu bahunya.


Rendra mendekat ke arah Nabila yang saat itu sedang asyik mengobrol dengan seorang temannya. Setelah posisinya tidak terlalu jauh dengan Nabila, ia menyalakan pengeras suara yang ia bawa dan mulai berbicara.


Nabila yang tadi membelakangi Rendra, membalik badannya. Ia berusaha mencari tahu suara apa gerangan yang ia dengar.


Saat Nabila menghadap ke arah Rendra. Dengan cepat Renda berjalan ke arahnya dan berhenti tepat beberapa centimeter dari gadis yang ia sukai.


Rendra mengungkapkan perasaannya kepada Nabila dengan pengeras suara. Ia kemudian berlutut dihadapan Nabila dan menyerahkan buket bunga yang telah ia bawa. Ia meminta Nabila untuk menjadi pacarnya.


Banyak mata memandang ke arah dua remaja itu. Ada yang melihat dengan serius, ada yang bersorak menyemangati Rendra, ada yang bersorak agar Nabila menerima Rendra, adapula yang memandang tidak suka.


"Rendra, apa-apan kamu ini. Sungguh kamu sudah membuatku malu! Ini kampungan", ucap Nabila marah. Nabila yang matanya sudah berkaca-kaca karena malu segera angkat kaki dari lapangan.

__ADS_1


Ia melangkah semakin menjauh dari lapangan, membiarkan Rendra meratapi penolakan yang ia dapatkan. Nabila tidak peduli bagaimana perasaan Rendra dan cibiran teman-temannya. Karena baginya apa yang dilakukan oleh Rendra sangat memalukan.


Setelah kejadian dilapangan itu, Nabila tak pernah nampak lagi di sekolah. Ia dan keluarganya pindah rumah tepat keesokan hari setelah kejadian memalukan itu. Bukan hanya pindah rumah, tapi ia juga pindah sekolah.


Rendra tak pernah menyerah untuk mengejar cinta Nabila. Bahkan meski sudah ditolak, keesokan harinya dan hari-hari berikutnya ia berusaha menemui Nabila. Namun usahanya sia-sia karena Nabila tak pernah muncul kembali.


Hari demi hari Rendra mencari informasi tentang Nabila, namun tak ada titik terang. Hingga akhirnya beberapa bulan kemudian ia menyerah dan memilih menerima Sheila jadi pacarnya.


Sudah lama sekali Sheila mengejar-ngejar Rendra, namun cintanya bertepuk sebelah tangan karena Rendra lebih memilih mengejar Nabila. Itu sebabnya Sheila semakin tidak suka dengan Nabila dan berusaha menjatuhkan Nabila di mata penghuni sekolah.


Sheila dan Nabila termasuk siswa populer di sekolahnya. Kalau Nabila populer karena prestasinya, berbeda dengan Sheila. Sheila dikenal karena cantik, banyak dikejar-kejar murid laki-laki, serta suka menghambur-hamburkan uang orang tuanya untuk menarik para siswa agar mau berteman dengannya.


Flasback off


Ucapan Sheila membuat Nabila menghentikan makannya kembali. Setelah sisa makanan yang ada di dalam mulutnya tertelan sempurna, dia mencoba bersuara.


"Oh ya.....bukannya Rendra itu pacar kamu ya?", ucap Nabila sambil tersenyum mengejek.


Nabila juga tau bahwa selama berpacaran dengan Rendra, Sheila juga menjalin hubungan dengan pria-pria lainnya. Sifat yang tak pernah berubah sejak dulu.


Sheila kaget mendengar apa yang di katakan oleh Nabila. Matanya menatap tajam ke arah Nabila. Sementara daddynya juga tak kalah kaget karena setahunya, anaknya sudah lama tidak berhubungan dengan Rendra, bahkan sudah sering berganti-ganti pacar setelah tak lagi dengan Rendra.


"Apa maksudmu bicara seperti itu?" Ucap Sheila emosi.


"Kamu irikan kalau nanti ada yang deketin aku", tambah Sheila sambil melirik dan tersenyum ke arah Denis.


Yusuf yang melihat tingkah laku anaknya geleng-geleng kepala. "Shei, hentikan kamu itu bukan lagi anak SMP, memalukan!", ucap Yusuf.


"Sayang ayo kita balik ke kamar, kita siap-siap!", kata Denis. Sengaja untuk menghindari suasana yang agak panas. Dan Nabila mengiyakan ajakan Denis.


Mereka berdua berpamitan kepada anak dan bapak itu untuk kembali ke kamar. Tak lupa Denis mengucapkan permintaan maaf atas nama istrinya, begitu juga sebaliknya Yusuf.

__ADS_1


*******


Di dalam lift menuju kamar mereka, Denis menghempaskan dengan kasar tangan Nabila yang tadi digandengnya. Matanya memandang tajam ke arah Nabila yang saat itu juga memandangnya penuh tanya.


"Siapa Rendra?", tanya Denis sedikit membentak.


Nabila mengalihkan pandangan ke arah lain. "Kan tadi sudah kubilang, dia pacarnya Sheila".


"Tapi, tadi kata perempuan itu__". Belum sampai Denis selesai bicara, pintu lift terbuka. Nabila bergegas keluar tanpa mempedulikan suami yang ada di belakangnya.


"Nabila tunggu!", teriak Denis sambil mempercepat langkahnya.


Dan pada akhirnya, Denis berhasil mendahului Nabila. Ia menyandarkan dengan cepat badannya ke pintu saat Nabila akan membuka pintu dengan kartu yang baru dikeluarkannya dari saku celana.


Nabila menatap Denis dengan tatapan kesal. "Awas mas aku mau masuk", ucapnya dengan kesal.


"Tadi kamu belum menjawab pertanyaanku", kata Denis.


"pertanyaan yang mana?", tanya Nabila


"Di lift", jawab Denis


"Kan tadi sudah kujawab, tapi kamu nggak nggak percaya", kata Nabila.


Denis menarik pergelangan tangan Nabila, kemudian mengambil kartu yang di bawa Nabila. Dibukanya pintu yang tadi disandarinya. Dengan cepat dia menarik tangan Nabila untuk masuk dan menutup pintu itu kembali.


________


Selamat membaca ^_^


jangan lupa like, comment, dan vote kalau kamu suka😉

__ADS_1


__ADS_2