Menunggu Cintamu Berkembang

Menunggu Cintamu Berkembang
Kau Mencintainya?


__ADS_3

"Apa kau mencintainya?" Tanya Denis kembali. Kali ini Nabila hanya menundukkan kepalanya tak berani menjawab pertanyaan Denis itu.


Flashback on


Denis langsung bangkit, ketika menyadari Nabila sudah tidak ada di sebelahnya. Denis menyingkap selimutnya dan segera memakai celana pendek yang tergeletak di lantai.


Senyumnya mengembang dan perasaannya lega ketika matanya mendapati istrinya tengah duduk di sofa. Dengan bertelanjang dada, ia berjalan pelan-pelan ke arah istrinya.


"Tengah malam masih saja memikirkan pekerjaan", gumam Denis dalam hati, ketika semakin dekat ia melihat cahaya laptop yang nampak bersinar di depan istrinya.


Ia berdiri tepat berada di belakang sofa ketika istrinya tampak sedang fokus dengan laptopnya, sehingga tak menyadari akan kehadirannya saat itu.


Rasa penasaran menyergap Denis, sehingga ia membungkukkan badannya agar tau apa yang sedang dilakukan istrinya dengan laptop yang ada dipangkuannya itu.


Deggggg..... Jantung Denis hampir saja melompat pada tempatnya ketika membaca baris demi baris isi e-mail itu. Ia yakin yang mengirim adalah seorang pria. Dan ia menduga pria itu punya hubungan tidak biasa dengan istrinya.


Denis berusaha menahan emosinya. Ia berharap istrinya akan memberikan penjelasan yang akan menenangkannya. Ia meletakkan kedua telapak tangannya pada kedua pundak istrinya, membuat Nabila menoleh dan kaget dengan kehadirannya yang tiba-tiba.


Flasback off


Tak mendapat jawaban dari istrinya, Denis mencoba mengulang lagi pertanyaan yang sama pada Nabila, "Apa kau mencintainya?". Namun Nabila tetap saja tak mau menjawab.

__ADS_1


Nabila bingung mau menjawab apa, faktanya lelaki yang mengirimkan e-mail kepadanya adalah cinta pertamanya dan satu-satunya lelaki yang pernah mengisi hatinya. Namun di sisi lain dia tidak tau, apa rasa cinta itu masih ada atau sudah terkikis bahkan menghilang.


"Katakan Nab, apakah kau mencintainya?katakan!". Denis menggoyang-goyangkan pundak Nabila.


Tangisan Nabila semakin menjadi, wajahnya sudah benar-benar basah. " Hikss..... hikss...ma-ma-af....hikss.... hikss..."


Nabila tak sanggup meneruskan kata katanya. Kedua telapak tangannya ditutupkan ke mukanya. Pundaknya naik turun, seiring isikan tangisnya yang makin mengeras.


"Aku tau apa yang akan kau katakan", ucap Denis kecewa. Kemudian ia menghempaskan tubuh Nabila ke sofa dengan keras. Ia bangkit dan berjalan cepat menuju lemari pakaian.


Nabila bangkit dan berlari ke arah Denis yang sedang memakai pakaian, sementara tangisnya masih belum berhenti. "Mas, hikss...hikss.....kamu mau kemana hikss...hikss...". Kedua tangannya menarik tangan Denis, namun dengan kuat Denis menariknya kembali tangannya dan melanjutkan memakai pakaiannya.


Denis mengambil dompet dan ponselnya yang ada di nakas, sementara Nabila mengikuti dari belakang. Nabila berusaha mengambil tangan Denis, namun dengan cepat Denis menepisnnya. Ia meremas pundak Nabila, dan dengan sekali hentakan tubuh Nabila terhempas ke atas tempat tidur tidur.


"Brrruuugggggg". Tubuh Nabila yang mungil menabrak tubuh Denis. Nabila melingkarkan dengan kuat kedua tangannya ke tubuh suaminya yang sudah menyentuh handle pintu itu.


Kepala Nabila bersandar di punggung Denis. " Jangan pergi mas, kumohon! Aku bisa jelaskan semuanya", ucap Nabila dengan masih diselingi isakan tangis.


"Terserah, aku tak peduli", ucap Denis sembari melepaskan tangan Nabila dari tubuhnya. Setelah ia mampu melepaskannya, ia membuka pintu dan melangkah kluar dari kamar itu, meninggalkan istrinya sendiri di sana.


Begitu pintu kamar tertutup kembali. Nabila menjatuhkan tubuhnya ke lantai, membelakangi pintu. Ia memeluk kedua kakinya dan menenggelamkan wajahnya disana. Bahunya masih nampak naik turun, diiringi isak tangis yang masih juga belum berhenti.

__ADS_1


Lama Nabila dalam posisi itu, hingga kelelahan dan kantuk menderanya. Akhirnya perlahan-lahan ia tertidur, dengan posisi meringkuk dilantai. Isak tangis masih terdengar meskipun sudah jarang.


******


Nabila keluar dari kamar mandi dan berjalan dengan malas ke tempat tidur. Matanya nampak sembab, bahkan matanya menyipit hampir tak terlihat karena terlalu banyak menangis. Nabila duduk di pinggir tempat tidur. Salah satu tangannya mengambil ponsel yang ada di atas nakas. Jam di ponsel menunjukkan waktu 07.12


Ia mencoba membuka kotak pesan, berharap suaminya membalas pesan yang beberapa waktu yang lalu ia kirimkan. Tapi dia harus kecewa, jangankan membalas pesannya, bahkan Denis tak membuka pesan itu padahal jelas pemberitahuan di ponsel terlihat dia sedang online.


Nabila membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur, tubuhnya meringkuk layaknya bayi di dalam rahim. Lagi-lagi cairan hangat lolos meluber dari matanya. "Kamu dimana, Mas", gumamnya dalam hati.


Dua puluh menit kemudian, pintu kamar hotel itu terbuka. Denis masuk dengan buru-buru kedalamnya menuju lemari pakaian.


Nabila yang saat itu memang tidak tidur, segera bangkit, begitu matanya menangkap sosok suaminya ada di situ. Ia menghampiri Denis. "Mas, kamu kemana saja?", ucapnya sambil meraih tangan suaminya yang sedang sibuk memasukkan pakaian ke dalam koper, namun Denis dengan cepat menipisnya.


"Segera kemasi barang-barangmu, kita pulang sekarang!" Perintah Denis.


Nabila tidak bergerak sama sekali, ia hanya memandangi wajah suaminya itu, sambil sesekali jari-jarinya menyeka air matanya yang lagi-lagi turun.


"Apa kau tuli? Cepat kemasi barangmu! Atau kau ingin kutinggal tetap di sini?", bentak Denis sambil menutup dengan keras lemari dihadapannya.


Nabila pun bersegera bergegas membuka lemari untuk mengambil pakaian yang akan ia gunakan. Setelah mengganti pakaiannya, ia mengambil semua pakaiannya dalam lemari dan memasukkannya ke dalam tas.

__ADS_1


Mereka berdua keluar dari kamar menuju lobi untuk check out. Tak berapa lama menunggu di lobi, sebuah mobil yang nampak dari dinding kaca hotel berhenti tepat di depan pintu Masuk.


Sepanjang perjalanan menuju Bandara bahkan sampai pesawat landing di bandara tujuannya, tak ada satupun kata yang terucap di antara keduanya.


__ADS_2