Misteri Kematian Di Sekolah

Misteri Kematian Di Sekolah
Angkasa Dirgantara (Telah Revisi)


__ADS_3

Angkasa Dirgantara menatap tinggi bangunan megah yang akan menjadi sekolah tempatnya menuntut ilmu.


Luas bangunan yang megah di sertai tingginya telah membuat sekolah SMA kebangsaan menjadi sekolah favorit di kota tersebut.


Di kanan dan kiri Angkasa banyak sekali anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan yang masuk ke dalam gerbang sekolah.


Di antara mereka tak ada yang mengenali pria yang sedang menatap tinggi dan megahnya sekolah SMA kebangsaan yang merupakan salah satu SMA favorit yang ada di kota itu.


Angkasa tersenyum tipis."Rencana ku berhasil, di antara mereka gak ada yang kenal sama aku. Baguslah, aku bisa mulai hidup ku dengan baik habis ini"


Angkasa untuk pertama kalinya melangkahkan kakinya masuk ke dalam sekolah baru.


Angkasa melihat-lihat sekolahan yang masih asing di matanya, orang-orang yang ia lewati pun terbilang cukup asing, seorang pun tak ada yang ia kenali. Selain manusia ada banyak pula penampakan-penampakan yang terlihat di beberapa ruangan yang Angkasa lewati.


"Eh kalian tau gak, temannya Angkasa bilang kalau Angkasa udah gak sekolah lagi di SMA Purnama, dia pindah kemana ya, kok aku jadi risau?" Seorang siswi kelas 2 SMA bernama April, kulitnya putih, rambutnya oval dan rapih, tengah bergosib bersama kedua temannya di koridor di sertai hp di tangannya.


Tanpa sengaja Angkasa mendengar suara fansnya yang sudah tau kalau dia pindah sekolah, ia langsung mengalihkan pandangan ke arah lain. Khawatir kalau mereka akan mengenalinya.


"Pasti dia pindah ke luar negeri, secara kan dia anak orang kaya, ganteng, tinggi, putih selebgram lagi, paket komplit itu!" prediksi Laras mengidam-idamkan sosok Angkasa Dirgantara yang ketampanannya mengalahkan segalanya.


Nama Angkasa Dirgantara telah melambung di kalangan para anak muda, pria berumur 17 tahun yang merupakan seorang vokalis band Amanda itu menjadi terkenal dan sukses dalam dunia musik.


"Kapan ya aku bisa nikah sama Angkasa" mulai berkhayal Shena.


Angkasa adalah salah satu artis yang Shena kagumi, mulai dari orangnya, suaranya hingga latar belakangnya yang merupakan anak kolomerat pewaris tunggal perusahaan PT Citra Purnama.


"Eh jangan mimpi ya, muka mu aja kayak gorila Sumatra pake berkhayal nikah sama Angkasa yang ganteng, kaya, pintar, tinggi, selebrgam pula. Jangan mimpi, mimpi mu ketinggian, sadar diri woy, sadar diri!" April langsung mematahkan impian Shena, ia tidak suka ada orang yang menyukai idolanya.


"Eh gini-gini juga aku cantik ya, pantes aku bersanding dengan Angkasa yang ganteng itu" bantah Shena yang tak mau kalah.


"Modelan kayak kamu jangan ngarepin Angkasa, kejauhan. Mending kamu nikah aja sama si Marsel, udah tinggi, kekar, besaaar lagi!" saran April di sematkan penghinaan di dalamnya.


"Iiiiuuu mana mau aku sama dia, aku malah ilfeel sama dia, amit-amit aku dapatin dia, iiih menjijikkan. Mending aku jomblo aja seumur hidup dari pada harus nikah sama dia, iiih gak suka aku" Shena mengangkat bahunya dengan ekspresi jijik.


Marsel adalah salah satu pria berotot dan memiliki postur tubuh yang besar, melihat tubuh Marsel yang kekar dan besar membuat Shena begidik ngeri.


"Justru yang kayak gitu yang enak, kalau kita di ganggu dikit sama orang, di semekdon sama dia, terjamin keselamatan kita, bodoh kau!" sebut April.


"Iiih tetap aku gak mau, aku gak mau yang kayak gitu, selera ku tinggi, bukan rendahan kayak dia" tolak keras Shena.

__ADS_1


"Eh muka kayak kamu itu memang pantas sama dia, kalian itu kalau dia lihat-lihat cocok. Coba aja kamu dekatin si Marsel, pasti dia langsung kepincut sama kamu, berani jamin aku" saran April.


"Enggaaakk, aku gak mau, walaupun dia udah langsing sekalipun aku tetap gak mau!" pertegas Shena.


"Udah ah jangan pada bahas itu, Angkasa itu selebrgam dan penyanyi terkenal, penggemarnya banyak, kalian gak ada apa-apanya di mata dia, jangan pada rebutin dia. Ayo kita balik ke kelas, nanti di marahin sama pak Zainal Effendi itu" lerai Laras yang sudah tak mau mendengar pertikaian kedua sahabatnya yang saling memperebutkan Angkasa.


"Ya udah ayo" sahut mereka setuju.


Mereka bertiga meninggalkan tempat itu, mereka balik ke kelas yang tak seberapa jauh dari sana.


"Bahaya ini, jangan sampai aku satu kelas sama mereka, mereka pasti akan tau kalau aku orang yang mereka bicarakan. Semoga aja gak ada yang ngenalin aku" harapan Angkasa mengucapkan kalimat itu dengan nada pelan agar tidak ada orang yang mendengarnya.


Angkasa kembali melangkahkan kakinya pergi dari sana juga.


Di dalam kelas 2 SMA A1 suara kebisingan murid-murid terdengar sampai keluar kelas.


Seketika kebisingan yang tejadi langsung terhenti saat seorang wanita berseragam coklat masuk ke dalam kelas.


"Pagi anak-anak" sapa seorang guru cantik yang masih muda, bertubuh langsing, mata coklat bernama Yola.


"Pagi bu" balas murid-murid tampak semangat.


Murid-murid pada penasaran siapa murid baru yang di kabarkan akan pindah ke sekolah SMA kebangsaan, di antara mereka saling bisik-bisik sambil menerka-nerka siapa sekiranya murid baru tersebut.


"Siapa Bu, cewek cowok?" penasaran Hendra langsung semangat saat telinganya mendengar berita kalau ada anak yang akan pindah sekolah kemari.


"Cowok" jawab Bu Yola.


"Yaaah kok cowok Bu, gak ada yang cewek napa" kecewa Hendra.


"Kalau cewek kenapa?" penasaran Laras.


"Bisa aku deketin lah, tapi kalau cowok gak mungkin aku kayak gitu, gini-gini juga aku masih waras kali!" jawab Hendra.


"Sejak kapan kamu waras, perasaan dari kemarin-kemarin udah gak waras" kaget Shena melototkan mata.


"Enak aja tuh mulut main ceplas-ceplos aja, gini-gini juga aku masih waras, kalau aku gak waras mana mungkin aku masih sekolah di sini" tak terima Hendra saat trio ondel-ondel itu menghinanya.


"Sadar dia rupanya, kesambet setan mana dia" terkesiap April.

__ADS_1


"Udah-udah, kalian jangan pada berantem, ibu pusiiing dengar kalian cek-cok terus" lerai Bu Yola bosan mendengar pertikaian mereka.


Seketika mereka langsung diam, mereka tak lagi saling merendahkan satu sama lain.


Bu Yola menatap ke arah pintu."Masuk nak!"


Pria yang berada di luar kelas melangkah masuk, derap kakinya memantul, suasana begitu hening, semua mata para siswa dan siswi menatap ke arah pintu, mereka penasaran berat siapa anak baru yang akan menjadi teman mereka.


"Perkenalkan diri kamu" suruh Bu Yola dengan menebarkan senyuman manis.


"Perkenalkan nama saya Angkasa, saya pindahan dari kota sebelah" ucap Angkasa agak grogi lantaran di menjadi pusat perhatian teman-teman sekelasnya.


April menajamkan pengelihatan."Gak, gak mungkin kan dia Angkasa selebrgam dan penyanyi terkenal itu, dia orang lain"


Ketika terdengar jika nama murid baru itu Angkasa, April langsung memastikan dengan cara menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kaki, ia membantah keras jika pemuda itu adalah Angkasa idolanya.


"Ya iyalah, dari penampilannya aja udah beda, masa iya penampilan Angkasa si selebgram kayak gini. Mana ada yang mau ngefans sama dia kalau begini" sahut Shena menatap jijik ke arah Angkasa yang jauh dari cowok idamannya.


Penampilan Angkasa yang mengenakan kaca mata terlihat culun, sangat jauh dari gaya hidupnya sehari-hari.


"Dia cuman sama namanya doang, kalian jangan pada ribut" lerai Laras.


April dan Shena berhenti berdebat, mereka telah membuat keputusan kalau anak baru itu bukan Angkasa yang mereka idolakan melainkan orang lain, padahal sebenarnya dia adalah Angkasa yang mereka idam-idamkan.


"Angkasa kamu sekarang duduk sama Clara" tunjuk Bu Yola pada anak bernama Clara, duduk di bangku barisan nomor 3 dari belakang, rambut panjang sampai ke lengan, matanya indah dan lentik, bibir ranum, kulit putih, terlihat cantik dan anggun meski tanpa polesan make up.


Angkasa menganggukkan kepala, kakinya melangkah mendekati gadis bernama Clara yang Bu Yola sebut.


Angkasa duduk di samping gadis berambut panjang dan cantik itu.


"Hai nama aku Angkasa, nama kamu siapa?" basa basi Angkasa, meski ia telah dengar langsung kalau teman sebangkunya bernama Clara.


"Aku Clara, kita bisa jadi teman kan?" Tanya Clara.


Angkasa tersenyum lalu menganggukan kepala, untuk pertama kalinya dia memiliki teman cewek. Selama ini dia menghindar dari para wanita, tapi mulai detik ini dia akan mencari teman yang tulus tanpa mengharapkan apa-apa.


"Semoga dia gak ngenalin aku, semoga dia gak sadar kalau ini aku, dan aku bisa cari teman yang setia bukan mendua kayak yang lain" batin Angkasa.


April melihat Angkasa yang tengah mengobrol dengan Clara, April kembali menghadap ke depan tak mempedulikan mereka berdua.

__ADS_1


Pelajaran di mulai dengan sangat baik, hari ini Angkasa mengikuti pelajaran dengan sangat baik, tak ada masalah apapun, semuanya berjalan dengan lancar.


__ADS_2