
Tak lama dari itu Angkasa tiba di jalan teratai, tak jauh dari itu terdapat sebuah bangunan yang akan menjadi studio untuk mereka latihan sebelum konser di langsungkan.
Angkasa keluar dari mobil, ia berjalan kaki mendekati studio yang sudah Rafael beritahukan melalui pesan singkat.
Angkasa melangkahkan kakinya memasuki studio tersebut.
tap
tap
tap
Suara langkah kaki itu membuat pandangan semua orang yang berada di dalam studio teralihkan.
"Akhirnya kamu datang juga, kamu dari mana aja sih jam segini baru datang" omel Aryan.
"Aku kan udah bilang kalau aku ada urusan, kenapa kalian pake nanya lagi" jawab Angkasa.
"Urusan apaan coba masa jam segini kamu baru tiba di sini" tak habis pikir Reyhan.
"Ada deh, kalian gak perlu tau, mana om Jun, apa dia ada di sini?" Angkasa tidak mendapati sang menajemen sekaligus omnya sendiri di tempat tersebut.
"Om Jun ada di ruangan itu, bentar lagi dia akan keluar" tunjuk Bryan pada sebuah ruangan yang terdapat di dalam studio itu.
Angkasa meletakkan tasnya, ia masih belum sempat pulang ke rumah, kejadian yang terjadi hari ini benar-benar berhasil membuatnya kelelahan.
"Ayo katanya mau latihan, aku udah ada di sini, nunggu apa lagi" ajak Angkasa pada teman-temannya.
"Ayo gas" sahut Rafael.
Mereka mulai latihan, mereka masih belum tau akan manggung kapan, informasi pastinya masih belum keluar.
__ADS_1
Setelah sekitar 1 jam mereka latihan mereka beristirahat karena lelah, mereka menunggu om Jun yang tak kunjung keluar dari ruangan tersebut.
"Mana om Jun ini, kenapa gak keluar-keluar, ini udah jam berapa, kita harus pulang ke rumah, besok kita harus sekolah woy" Angkasa melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul setengah 6.
"Tau, dari tadi om Jun gak keluar-keluar, dia tadi bilang ada sesuatu yang ingin dia bari tau kan sama kita, kita tunggu aja dulu sebentar, nanti dia juga akan keluar" sahut Aryan.
"Nah itu om Jun" tunjuk Reyhan pada laki-laki berumur sekitar 31 tahun yang tengah berjalan menghampiri mereka.
"Angkasa kamu dari mana aja, kenapa gak bareng sama teman-teman mu?" penasaran om Jun karena sebelumnya Angkasa tidak pernah seperti ini.
"Ada urusan tadi om, Angkasa gak bisa pulang bareng sama mereka" jawab Angkasa, ia tidak mau memberitahukan masalah ini pada om Jun karena ia khawatir om Jun akan memberitahu kedua orang tuanya.
"Kamu jangan keluar sendiri dulu, kalian udah pada dengar kan artikel yang menyebutkan bahwa kalian berada di kota ini?" mereka semua mengangguk kompak, artikel itu telah sampai di telinga mereka.
"Untuk sementara kalian jangan keluyuran dulu, performs kalian di kota ini masih belum pasti, om lagi koordinasi lagi dengan pak Riki, jadi jangan sampai media tau bahwa kalian berada di sini, karena itu bisa menghambat persiapan konser ini" perintah om Jun.
"Iya om, kita gak akan keluyuran kok, kita cuman keluar ke sekolah doang" jawab Aryan.
"Di sekolahan kalian aman kan, gak ada yang tau kan kalau kalian juga berada di sekolahan itu?" ingin tau om Jun.
Om Jun bernafas lega, ia berharap semuanya berjalan dengan lancar."Kalian hati-hati, jangan sampai kalian ketahuan dulu, om lagi nyiapin konser yang akan di adakan di sini, ini merupakan konser besar-besaran yang akan segera di langsungkan"
"Kapan om kita akan performs di sini?" penasaran Angkasa.
"Untuk kapannya om masih belum tau, karena produsernya masih belum terkumpul semua, nanti kalau om udah tau tanggal berapa kalian akan manggung, om akan kasih tau kalian" jawab om Jun.
"Tolong kabarin kami om kalau om udah tau tanggal pastinya biar kami bisa mempersiapkan diri" titah Angkasa.
"Iya om pasti akan kabarin kalian, sekarang kalian pulanglah, ini udah mau malam, mulai besok kalian sehabis pulang sekolah latihan di sini, kalian jangan lupakan itu" peringatan om Jun.
"Baik om" jawab mereka.
__ADS_1
"Sekarang sana kalian pulang, kalau kalian butuh bantuan hubungi aja om" suruh om Jun.
"Siap om" sahut mereka.
Mereka semua yang sudah lelah pulang ke rumah dengan menggunakan taksi.
"Capek banget hari ini, udah gak bisa istirahat malah harus latihan lagi" keluh Angkasa.
Aktivitas Angkasa hari full, ia begitu kelelahan, sebelumnya ia tidak pernah begini.
"Kamu habis dari mana sih sa, kenapa kayak capek banget" Reyhan yang melihat Angkasa kelelahan sangat penasaran akan apa yang sudah Angkasa lakukan.
"Aku habis dari kuburan" jawab Angkasa dengan mata yang terpejam kuat.
"Dari kuburan?" kaget mereka semua.
"Ngapain kamu ke kuburan, emang di sini ada Family kamu yang meninggal dan di kuburin di sini?" penasaran Aryan.
"Enggak, bukan Family aku yang meninggal, tapi Miranda" jawab Angkasa.
"MIRANDA!" tercekat mereka yang begitu asing dengan nama yang Angkasa sebut.
"Iya Miranda, dia itu satu sekolahan dengan kita, tadi aku gak bisa pulang bareng sama kalian karena mau nyelidikin dia, dan kalian tau gak dia itu kecelakaan di jalan sakura, aku habis ngelayat ke rumahnya bareng Clara sama Rev" jelas Angkasa.
"Ngapain kamu ikutin dia segala, kayak orang penting aja" julid Bryan karena sebelumnya Angkasa tidak pernah sekepo ini sama orang.
"Aku ikutin dia karena namanya terdaftar di buku misterius, aku merasa dia terlibat dalam kasus besar yang sedang panas-panasnya di sekolahan, ceritanya aku mau nyoba cari tau rumah dia dengan cara ikutin dia dari belakang, eh pas di pertengahan jalan aku kehilangan jejak dia, aku sempat putus asa karena gak akan bisa nemuin dia lagi, namun ketika melintasi jalan sakura banyak orang yang ngerumuni korban kecelakaan, pas aku cek ternyata yang kecelakaan itu Miranda, dia dan sang supir tewas di tempat, mobil yang dia tumpangi hancur parah" jelas Angkasa dengan singkat.
"Kok bisa dia kecelakaan, siapa yang sudah nabrak dia?" tercekat Rafael mendengar sepotong kisah yang Angkasa ceritakan.
"Nah yang nabrak dia itu adalah orang yang sama yang sudah bunuh Jia, Kayla, Dyera dan sekarang Miranda" Angkasa langsung membuka matanya dan memberitahukan teman-temannya dengan semangat.
__ADS_1
"Jadi peristiwa kecelakaan yang menimpa Miranda itu sudah di rencanakan sama dalangnya?" pikir Bryan.
"Betul, dia memang udah rencanain hal ini, dia sudah punya rencana akan bunuh Miranda, aku makin penasaran kayak apa orang yang sudah bikin onar selama ini, aku pengen tau apa alasan dia bunuh keempat orang tersebut!" Angkasa sangat penasaran namun sampai detik ini rasa penasarannya masih belum selesai.