Misteri Kematian Di Sekolah

Misteri Kematian Di Sekolah
Kedatangan tamu yang tak di undang


__ADS_3

Setibanya di rumah Angkasa langsung masuk ke dalam rumahnya, ia menutup pintu rapat-rapat biar tidak ada orang yang masuk ke dalam.


ting tong


Baru satu langkah Angkasa berjalan telinganya tiba-tiba mendengar suara bel rumah yang berbunyi.


Angkasa menghela nafas berat, tubuhnya sudah letih karena beraktivitas seharian di luar, namun tamu datang di waktu yang tidak tepat, dengan wajah lebihnya ia membuka pintu dengan lebar-lebar.


"Haaaaaiiii" sapa empat orang laki-laki dengan senyuman lebar.


Angkasa mengernyitkan dahi tanda terkejut.


"Ngapain kalian ada di sini!" kaget Angkasa.


"Kami kangen banget sama kamu, udah lama kita gak ketemu sama kamu" sebut pemuda bernama Aryan.


"Iya, kami tuh udah kangen banget sama kamu, mangkanya kami susul kamu ke sini" tambah Rafael dengan seulas senyum sumringah yang belum pudar.


"Perasaan baru 3 hari kita pisah, masa kalian udah kangen aja!" tak masuk akal menurut Angkasa.


"Ya jelas lah, 3 hari itu lama, kami itu udah kangen banget sama kamu" jawab Reyhan.


Angkasa menghela nafas berat saat teman-temannya, lebih tepatnya personil band Amanda menyusulnya ke Bandung.


"Ngapain kalian pake datang ke sini, jangan bilang kalian pindah juga ke sini!" firasat Angkasa.


"Ya jelaslah, kami juga pindah ke sini, suruh siapa kamu pindah" jawab Bryan.


Angkasa menepuk jidatnya."Kenapa kalian pake ngikutin ke sini segala, aku itu pengen hidup damai dulu, kalian ngerti gak sih!"


"Kami ngerti sa, tapi kami juga pengen hidup damai, mangkanya kami ke sini, kami harap kami juga bisa hidup damai sama kayak kamu" ujar Rafael.


"Terserah, aku capek!" pekik Angkasa yang tiba-tiba pusing karena kehadiran mereka.


Mereka berempat tersenyum puas, mereka tidak akan biarkan Angkasa sendiri, dari dulu mereka selalu bersama, maka harus tetap bersama meski apapun yang terjadi.

__ADS_1


"Tenang aja sa kita gak akan buat keributan kok, aku jamin keberadaan kita tidak akan bikin fans menyadarinya" ujar Reyhan.


Angkasa hanya membalas dengan dehaman, persoalan Jia masih belum selesai kini ia malah di beri beban yang tak kalah berat.


"Kamu gak mau nawarin kita masuk apa, pegel tau berdiri terus!" oceh Aryan.


"Ayo masuk, selamat datang di rumah ku" persilakan Angkasa dengan wajah yang tertekan.


Mereka tertawa terbahak-bahak, mereka suka melihat Angkasa tertekan seperti ini.


"Jangan ketawa, ayo cepat masuk ke dalam, sebelum ada orang yang liat" ajak Angkasa.


Mereka semua pun masuk ke dalam, mereka duduk dengan tenang di ruang tamu.


"Sa gimana sekolah kamu di sini, gak ada yang curiga kan kalau kamu vokalis band Amanda?" memastikan Reyhan.


"Sempat ada yang curiga, tapi belum 100%, aku akan lebih hati-hati lagi, aku akan berusaha untuk gak bikin kesalahan karena sekali aku melakukan kesalahan, tamatlah riwayat ku" jelas Angkasa.


"Semoga aja sa gak ada yang curiga" ujar Rafael.


"Iya, dan sekarang kalian ada di sini, aku makin takut kalau kalian 1 sekolahan sama aku" was-was Angkasa yang takut tertangkap basah oleh para fansnya.


"Iya dong, kita bisa ikut aman kok berada di sini, aku yakin gak akan ada yang tau siapa kita, kamu gak perlu khawatir, identitas kami gak akan ketangkap basah kok" Rafael menenangkan Angkasa yang terlihat cemas.


"Iya, kalian harus rubah penampilan kalian, terserah mau kayak apa, yang penting jangan sampai ada yang tau kalau kita itu personil band Amanda" perintah Angkasa dengan tegas.


"Siap bos" jawab mereka kompak.


"Kalian tunggu di sini, aku mau ke kamar dulu, awas jangan ada yang berani keluar dari rumah ini, ingat itu baik-baik" mereka berempat mengangguk patuh, mereka akan tetap berada di sini, tidak mungkin mereka melakukan kesalahan.


Angkasa balik ke kamarnya, ia berganti pakaian dan kembali turun ke bawah menemui teman-temannya.


"Kalian kapan akan mulai sekolah di tempat ku?" penasaran Angkasa.


"Besok, kami akan masuk ke sekolah kamu mulai dari besok, kami sudah gak sabar pengen lihat sekolahan itu" jawab Aryan.

__ADS_1


"Iya, besok kita berangkat sama-sama" tambah Reyhan.


"Jangan!" tolak Angkasa yang membuat mereka berempat mengerutkan dahi.


"Kita jaga jarak dulu, kita berlagak seolah-olah gak saling kenal, biar gak nimbulin kecurigaan!" jelas Angkasa.


Mereka semua tampak menghela nafas, tujuan mereka kemari untuk bisa bersama dan berkumpul lagi dengan Angkasa, mereka rela-relain pindah sekolah biar selalu bersama Angkasa.


"Ini cuman berlaku sebentar kok, nanti kalau keadaan sudah di rasa aman, kalian boleh mendekat" tambah Angkasa.


"Ya udah deh kalau gitu kita jaga jarak dulu, tapi ini cuman di sekolah aja kan?" memastikan Aryan.


"Iya, ini cuman di sekolahan aja, di luar kita seperti kayak biasa" jawab Angkasa.


"Siap kalau gitu, besok kita pencar, kita harus akting kayak pertama kali ketemu" ujar Bryan.


Mereka semua mengangguk, besok mereka akan memulai kembali dunia mereka tanpa saling kenal mengenal, mereka ingin memulai kehidupan yang damai.


"Oh ya kapan kita akan perform di sini, waktu itu om Jun bilang kalau kita akan perform dalam waktu dekat di sini, apa kalian udah tau tanggal berapa konser itu?" penasaran Angkasa.


"Kita juga masih belum tau, tapi om Jun bilang dalam waktu dekat kita akan perform di sini, sekarang dia itu lagi meeting sama pak Riki, saat ini om Jun lagi sibuk banget ngurus ini itu, mangkanya dia masih belum ngasih tau kita" jelas Rafael.


"Semoga aja konser itu masih lama" harapan Angkasa.


"Kenapa emangnya?" Reyhan penasaran, karena baru kali ini Angkasa begini.


"Gak apa-apa kok, aku cuman lagi pengen hidup damai dulu, aku hanya khawatir setelah habis konser orang-orang curiga sama kita" sahut Angkasa.


"Oooh" Angkasa amat lega karena mereka tidak ada yang curiga, ia masih belum berterus terang tentang masalah yang dia hadapi di sekolahan.


"Untung mereka gak ada yang curiga, kalau tidak, mereka pasti gak akan mau berjaga jarak, aku lakuin ini biar Clara sama yang lain gak curiga pada ku, aku sangat takut di antara mereka ada yang ngeh kalau itu aku" batin Angkasa berharap apa yang ia rencanakan bisa di lancarkan tanpa hambatan sama sekali.


"Sa mama sama papa kamu kemana, kok sepi banget rumah ini?" Aryan menatap sekeliling rumah Angkasa namun tak ada satupun orang yang ia kenali.


"Mama sama papa balik lagi ke Jakarta, ada kendala di sana, mereka terpaksa harus kembali ke sana" jelas Angkasa.

__ADS_1


"Kita boleh kan tinggal di sini sama kamu, aku cuma takut papa sama mama kamu marah" ketakutan Rafael.


"Boleh, gak mungkin papa sama mama marah" mendengar penjelasan Angkasa mereka semua pun lega, untuk sementara mereka akan tinggal di rumah Angkasa terlebih dahulu.


__ADS_2