Misteri Kematian Di Sekolah

Misteri Kematian Di Sekolah
Membuktikan kebenaran


__ADS_3

Angkasa dan kawan-kawannya setelah tiba di rumah langsung masuk ke dalam kamar masing-masing, mereka sudah kelelahan, mereka butuh istirahat untuk mengembalikan energi yang berkurang.


Angkasa setelah sampai di kamar langsung membersihkan tubuh, kemudian menunaikan sholat magrib 3 rakaat di kamarnya, habis itu baru ia bersantai-santai.


Angkasa menatap langit-langit kamarnya sembari memikirkan apa yang terjadi hari ini.


"Benar-benar kacau, hari ini benar-benar kacau, kenapa psikopat itu gak kunjung di temukan, tapi yang lebih anehnya lagi dia itu licik, dia bergerak lebih cepat dari pada kami, padahal yang berusaha buat lindungi Emilia itu banyak, tapi tetap saja dia bergerak lebih dulu dari pada kami dan berhasil membunuh Emilia" Angkasa geram terhadap psikopat yang masih menjadi misteri itu.


Kegagalan yang terjadi hari ini masih belum bisa di terima dengan lapang dada oleh Angkasa.


"Aku akan terima jika hari ini semuanya terlewati dengan kegagalan, tapi tidak untuk besok, aku pasti akan bergerak lebih dulu dari pada dia, tidak akan aku biarkan dia berhasil membunuh orang lain!" yakin Angkasa.


Dengan keteguhan hati Angkasa akan berusaha untuk lebih baik lagi besok.


"Oh ya besok siapa yang akan jadi target lagi sama dalangnya, aku harus lihat, aku kudu liat duluan, biar aku gak penasaran lagi" Angkasa dengan terburu-buru mengambil buku misterius yang tersimpan rapih di dalam tasnya.


"Nah ini yang aku cari-cari" setelah buku misterius berada di tangan Angkasa.


Angkasa duduk di tempat tidur, ia dengan rasa penasaran yang terus menyerang membuka halaman buku misterius.


"Gina Ariani" tutur Angkasa membaca nama selanjutnya yang akan di jadikan target.


"Gina Ariani, jadi yang akan jadi target selanjutnya adalah Gina rupanya"


"Baiklah, besok aku akan pastikan bahwa dia tidak akan bisa membunuh Gina, tidak akan aku biarkan dia membunuh Gina, aku akan menyelamatkan" janji Angkasa dengan menutup buku secara bersamaan.


Angkasa meletakkan buku misterius di atas nakas."Oh ya gadis misterius itu bilang kalau penjahatnya sedang mengamati gerak-gerik ku, apa aku coba pancing aja dia, aku pura-pura keluar rumah, biar aku bisa tau apakah benar kalau dia ngikutin aku selama ini"


Tiba-tiba ide muncul di benak Angkasa, ia masih begitu penasaran akan sosok yang menjadi buronan itu.

__ADS_1


"Coba deh aku keluar, aku akan pastikan kebenaran dari ucapan gadis misterius itu"


Angkasa beranjak dari tempat duduk, ia mengambil hoodie dan masker, kemudian mengenakannya, setelah itu turun ke bawah untuk melancarkan aksinya.


"Sa kamu mau kemana" teriak Aryan melihat Angkasa yang rapih.


Aryan dan ketiga kawannya saat ini berada di ruang tamu menonton tv untuk mengusir kejenuhan.


"Aku mau keluar bentar, aku mau cari makanan di luar, kalian tunggu aja di sini, nanti aku akan pulang bawa makanan" jawab Angkasa.


"Jangan lama-lama, ingat apa kata om Jun bahwa di luar itu lagi gak aman, kita jangan keseringan aktivitas di luar biar tidak ada rumor yang bukan-bukan" perintah Bryan dengan mata yang fokus pada televisi.


"Iya, udah kalian tunggu aja di sini, aku gak lama kok" mereka pun mengangguk setuju, mereka pasrah dan menunggu di sana.


Angkasa setelah berhasil keluar dari rumahnya bernafas lega."Untung mereka gak ada yang ikut, kali ini mereka gak boleh ikut, harus aku seorang diri yang melaksanakannya"


Angkasa melirik jam yang melingkar di tangannya."Sebelum makin malam aku harus bergerak, aku akan pastikan kebenarannya dulu baru yakin kalau dia memang mengikuti ku selama ini"


Sepanjang Angkasa berjalan, Angkasa tidak merasakan ada yang mengikutinya, di jalanan kompleks itu ia hanya seorang diri, tak ada seorangpun yang ia temui.


"Kok gak ada orang yang ngikutin aku, fixs apa yang selama ini di ucapkan sama gadis itu salah, liat gak ada satupun orang yang ngikutin aku, jadi gak mungkin dalang utamanya saat ini sedang berusaha untuk mencelakai ku"


Angkasa telah menyimpulkan hasil dari penyelidikannya sendiri, tak ada satupun orang yang mengikutinya sepanjang ia berjalan, ia sangat yakin apa yang gadis misterius itu katakan salah besar.


Karena tak menemukan apa yang ia cari-cari, Angkasa hanya berjalan mencari makanan di depan kompleks, karena ia pamit keluar untuk mencari makanan bukan mencari dalang utamanya.


Angkasa mendekati seorang penjual tahu bulat dan telur gulung, Angkasa membeli dagangannya, kemudian pulang, tak ada lagi tujuan bagi Angkasa keluar rumah, ia memutuskan untuk pulang ke rumahnya karena teman-temannya pasti sedang menunggunya.


"Berhenti!" pekik seseorang.

__ADS_1


Angkasa dengan terkejut langsung berhenti, ia dengan terkaget-kaget menatap ke belakang.


"Kau lagi?"


"Kenapa kau ada di mari!" Angkasa mengerutkan alis saat di belakangnya terdapat gadis misterius yang tadi siang ia temui di sekolahan.


"Kenapa kau keluaran rumah, apa kau lupa bahwa ada penjahat yang mengintai mu" gadis misterius itu memarahi Angkasa, kemarin ia sudah memperingatinya, namun Angkasa malah tidak mendengarkannya.


"Penjahat? di mana ada penjahat di sini, di sini tidak ada siapa-siapa, hanya aku dan kamu yang berada di sini" Angkasa tak menemukan seorang pun yang berada di sana, hanya mereka berdua yang berada di sana.


"Itu, apa kau tidak melihat orang itu" tunjuk gadis itu ke sebelah Utara.


Angkasa menatap seorang pria yang mengenakan hoodie hitam sepertinya berjalan masuk ke dalam jalanan kecil yang berada di sebelah rumah milik orang keturunan Tionghoa.


"K-kenapa ada dia di mari, perasaan tadi pas aku keluar rumah gak ada orang yang ngikutin, tapi kenapa sekarang malah ada" terkesiap Angkasa melihat pria misterius itu yang berjalan lurus tanpa berbelok-belok.


"Dia selalu mengikuti mu, kau saja yang tidak menyadarinya" ujar gadis itu dengan tanpa ekspresi.


Angkasa berbalik menatap gadis itu kembali."Kenapa dia pergi ke arah sana, di sana kan bukan rumah ku, apa ada lagi mangsa yang ingin dia celakai di kompleks ini selain aku?"


"Tidak, tidak ada lagi target yang ia incar di kompleks ini, dia hanya pergi dengan melewati jalanan itu" jelas gadis itu.


"Dia tidak ingin mencelakai ku?" gadis itu menatap Angkasa.


"Dia bukannya tidak ingin mencelakai mu, dia saat ini hanya mengamati gerak-gerik mu saja, entah kapan dia akan bergerak, tapi untuk saat ini yang ku pantau dia hanya berusaha mengumpulkan segala informasi tentang mu, kau harus berhati-hati karena musuh mu bukan orang sembarangan" peringatan gadis itu.


"Terima kasih sudah ngasih tau aku tentang dia selama ini" Angkasa begitu berterima kasih pada gadis itu yang selama ini selalu memberinya informasi yang ia butuhkan.


Gadis itu mengangguk."Sekarang pergilah, dia juga sudah pergi"

__ADS_1


Angkasa membalas dengan anggukan lalu berjalan meninggalkan gadis itu.


__ADS_2