
Kala sampai di lantai 3, mereka langsung berlari mengejar Aldo yang berlari mendekati balkon sepi yang katanya di sana ada Cantika.
"Cantika" panggil Aldo pada seorang gadis yang berdiri termenung di balkon.
Cantika yang melihat Aldo langsung memeluk erat tubuhnya, tangisnya langsung pecah, Aldo bertanda tanya mengapa Cantika tiba-tiba nangis saat bertemu dengannya.
"Apa-apaan ini, kenapa pake ada adegan series segala, sadar woy kita ini ada di keramaian!" teriak Clara yang tak suka dengan adegan seperti ini.
Rev langsung membekap mulut Clara yang mengganggu ketenangan dunia.
"Mmpp" Clara yang di bekap oleh Rev berusaha buat menyingkirkan tangan Rev.
"Diem, jangan ganggu, di sini kita itu detektif, kamu diam dulu, jangan ganggu momen ini" bisik Rev di telinga Clara.
Clara pun diam, ia tidak memberontak, ia tidak bergerak dan menonton adegan series yang terjadi di depan matanya dengan ilfeel.
"Cantika kamu kenapa, apa yang sudah terjadi sama kamu" Aldo yang khawatir menangkup wajah Cantika yang terus mengeluarkan butiran-butiran bening.
"Al aku di teror hiks hiks hiks" sebut Cantika dengan air mata yang berjatuhan.
Cantika terlihat sangat ketakutan, saking takutnya ia mendatangi tempat ini yang terbilang sepi dan aman menurutnya.
"DI TEROR?" kaget Aldo.
"Sama siapa, siapa yang udah neror kamu?" terkesiap Aldo kala tau bahwa ada orang yang telah nenror Cantika.
"Aku gak tau orangnya, dia kemarin ngirim benda-benda aneh dan serem banget ke rumah, dia ngancem akan bunuh aku, gimana ini al, aku gak mau mati, aku masih mau hidup, aku tidak mau mati, tolongin aku al" tangis Cantika yang menyayat hati, ia tidak tau harus meminta tolong sama sekali lagi selain pada Aldo.
"Kok bisa ada teror kayak gitu di rumah kamu, kamu tau siapa yang sudah ngirimnya?" kepala Cantika menggeleng cepat, ia tidak tau siapa orang yang sudah mengirim teror seperti itu ke rumahnya.
"Aku gak tau al, aku takut sama dia, dia bilang akan bunuh aku al, tolongin aku, aku gak mau mati hiks hiks hiks" Cantika yang ketakutan menangis hebat di sana, tubuhnya bergetar karena takut yang luar biasa.
"Kok bisa kamu di teror, emang gimana ceritanya?" Rev yang mendengar pengakuan Cantika penasaran dengan cerita lengkapnya.
__ADS_1
"Jadi kemarin itu.....
Di kediaman Cantika saat ini menunjukkan pukul 2 malam, Cantika yang sudah selesai belajar merebahkan tubuhnya di tempat tidur, ia ingin tidur nyenyak malam ini.
tok
tok
tok
Tiba-tiba suara ketika pintu menghentikan niat Cantika yang ingin tidur nyenyak.
"Kok kayak ada orang yang ngetuk pintu, siapa ya yang mau bertamu malam-malam begini, apa itu rekan kerja mama?" pikir Cantika.
Cantika melirik jam yang menunjukkan pukul 2 malam, ia rasanya takut untuk keluar dan membukakan pintu untuk orang misterius tersebut.
"Coba deh aku cek, kayaknya itu tamu mama deh" Cantika keluar dari dalam kamarnya, ia berjalan mendekati pintu untuk melihat siapa orang yang malam-malam begini mengentuk pintu dan membuat masa tidurnya terganggu.
Cantika membuka pintu rumahnya, ia melihat ke kanan dan kiri, namun ia tak menemukan satu orang pun yang berada di depan rumahnya.
"Kok gak ada orang ya, lalu siapa tadi yang ngetuk pintu"
Cantika mulai merasa takut, hembusan angin yang datang menerpa tubuhnya membuatnya merinding.
"Kok aku jadi merinding gini" Cantika semakin merinding berada di luar yang tidak ada siapapun yang ia temukan.
Cantika yang tidak menemukan siapapun kembali menutup pintu dan masuk ke dalam rumahnya.
Cantik masuk kembali ke dalam kamarnya, ia sudah lelah belajar sejak jam 9 tadi, sudah saatnya ia tidur.
tok
tok
__ADS_1
tok
Baru beberapa detik Cantika menutup mata tiba-tiba terdengar kembali suara ketukan pintu yang sangat keras dan terdengar memaksa.
"Siapa sih yang ingin bertamu malam-malam begini, apa mungkin rekan kerja mama, tapi kenapa pas di periksa malah gak ada orang" mulai kesal Cantika karena dirinya yang di permainkan.
"Coba aku cek sekali lagi, kalau kembali gak ada orang, aku gak akan gubbris dia lagi"
Cantika akan mencoba meriksanya sekali lagi, ia berjalan menuju pintu rumah dan membukanya.
Alangkah kagetnya ia saat melihat seorang wanita cantik yang tersenyum menatapnya.
"Miranda, kamu ngapain ke sini, malam-malam lagi?" heran Cantika karena tidak biasanya Miranda seperti ini.
"Cantika dingin, di sini dingin" jawab Miranda yang wajahnya pucat pasi, ia terlihat kedinginan.
Cantika sempat mengerutkan alis, ia merasa aneh mengapa tiba-tiba Miranda kedinginan seperti itu namun ia tidak menganggapnya serius.
"Ayo masuk ke dalam Miranda, di luar memang dingin, nanti kamu sakit" ajak Cantika dengan ramah.
Miranda ikut masuk ke dalam rumah Cantika, Cantika merasa ada yang aneh dengan diri Miranda.
"Tadi siang wajah Miranda gak sepucat ini, dia juga gak sakit, dia happy-happy aja, kenapa tiba-tiba wajahnya pucat, terus ngapain dia datang kemari, apa yang ingin dia katakan, tadi kan di sekolahan udah jelas kalau kita gak punya hubungan apa-apa lagi, kita bisa memulai kehidupan baru lagi karena Dyera yang sama-sama kita benci udah gak ada, namun mengapa tiba-tiba dia datang kemari, apa ada lagi yang ingin dia bilang" batin Cantika yang merasa aneh.
"Miranda kamu mau apa kemari, kenapa kamu bertamu di malam-malam kayak gini?" penasaran Cantika yang mengambil duduk di sofa dekat Miranda.
Tiba-tiba Miranda menjadi pendiam, anak yang seperiang Miranda tidak pernah begini, baru kali ini untuk seumur hidup Cantika melihat Miranda yang tiba-tiba menjadi anak pendiam, sebanyak apapun masalah yang di hadapi oleh Miranda, Miranda tidak pernah sependiam ini.
"Kok tiba-tiba Miranda jadi pendiam gini, apa yang terjadi sama dia, apa dia punya masalah besar sehingga datang kemari biar gak di tanya-tanya sama keluarganya, ku rasa iya, aku biarkan saja dia ada di sini, lagian di sini gak ada mama, Miranda bisa nenangin dirinya di sini" batin Cantika.
"Mir kamu tunggu di sini dulu ya, aku mau ke belakang dulu" kepala Miranda mengangguk, ia tidak mengeluarkan sepatah katapun.
Lagi-lagi Cantika tidak menganggap serius sikap Miranda yang cuek dan tiba-tiba menjadi pendiam seperti itu, ia melangkah meninggalkan Miranda yang masih berdiam diri di ruang tamu, Cantika berniat akan membuat minum untuk Miranda di dapur.
__ADS_1