Misteri Kematian Di Sekolah

Misteri Kematian Di Sekolah
Mengganggunya


__ADS_3

Pagi harinya.


Rev yang sudah selesai bersiap-siap menaiki tangga menuju kamar Clara yang berada di lantai 2.


"Clara bangun, ini udah pagi, kita harus berangkat sekolah, kamu jangan molor jam segini" teriak Rev dengan mengetuk pintu supaya gadis bernama Clara itu keluar.


"Kok gak ada jawaban ya, kemana gadis itu, tumben-tumbenan dia gak nyahut"


"Apa mungkin dia masih tidur, dia kan baru tidur bentar tadi malam, wah dia ini harus di guyur pake air biar bangun"


Rev membuka pintu kamar Clara yang kebetulan tidak pernah di kunci, ia mendapati sepupunya tengah menyisir rambut di depan cermin.


"Aku kira kamu gak bangun karena semalam habis di kejar-kejar preman" ujar Rev menatap Clara yang tengah bersiap-siap.


"Walaupun tadi malam aku cuma tidur sebentar, tapi aku tetap kuat kok, aku pasti bisa aktivitas seharian" Clara fokus menyisir rambut lalu merapikannya dengan sebagus mungkin.


"Oke, aku akan liat, apakah kamu beneran kuat atau enggak" Rev meragukan Clara, ia yakin 100% bahwa Clara pasti akan menyerah di tengah jalan.


"Ayo kita berangkat, aku udah selesai siap-siap, kita harus cepat-cepat berangkat ke sekolah, sebelum mereka sampai di sana" ajak Clara tak sabar menjumpai kawan-kawannya yang lain.


Rev setuju, keduanya turun ke bawah lalu masuk ke dalam mobil.


Rev langsung mengendarai mobil menuju sekolahan."Kamu tidur aja kalau masih ngantuk, nanti pas nyampe di sekolah aku akan bangunin"


"Enggak, aku gak ngantuk kok" Clara menahan rasa kantuknya, semalam dia hanya tidur beberapa jam.


"Mangkanya lain kali jangan nekat keluar rumah sendiri, kamu sih di balangin bandel" omel Rev.


"Aku kan ngiranya gak bakal terjadi apa-apa sama aku, orang biasanya aman-aman aja aku keluar sendiri, tapi tadi malam itu emang lagi apes aja" Clara membela dirinya yang jelas-jelas salah.


"Kenapa kamu gak langsung hubungi aku aja, minta jemputan kek gitu, biar kejadian itu tidak terjadi" heran Rev.


"Aku kan males dengar ocehan kamu, mangkanya aku pulang jalan kaki, nyari taksi di sekitar jalanan gak kunjung ketemu, ya udah terpaksa aku pulang sendiri, eh pas nyampe di jalanan itu, aku malah ketemu sama tiga preman yang kayaknya emang lagi cari mangsa buat di celakain, untung aku langsung lari dan sembunyi di dekat tong minyak" Clara tak mampu membayangkan jika sampai dirinya di tangkap oleh preman-preman jahat itu.


"Kalau nanti kamu ketahuan keluar sendiri lagi, aku akan aduin ke mama dan papa kamu, biar mereka tau" ancam Rev.


Clara mengerucutkan bibirnya."Iya, aku gak akan ulangi lagi, aku gak mau juga di apa-apain sama orang jahat"


Rev fokus menyetir mobil, kondisi jalanan tidak padat karena waktu yang masih terbilang pagi.

__ADS_1


Tak berselang lama dari itu mereka sampai juga di sekolahan. Clara turun dari mobil, manik coklat itu menatap sekelilingnya.


Dengan di iringi senyuman Clara berlari mendekati seseorang."Hai semua, kalian udah lama nungguin?"


"Enggak kok, kita baru juga nyampe" jawab Steven berdiri di depan gerbang menunggu kedatangan mereka.


Senyuman Clara pudar kala melihat seorang pria yang duduk termenung dengan pandangan kosong di dekat gerbang.


"Kenapa dia? kok dia jadi gitu" Clara menatap Steven untuk meminta kejelasan.


"Mungkin dia lagi sedih karena peristiwa kemarin" Steven ngerti keadaan pria itu yang masih terpukul dengan ragam peristiwa yang terlewati kemarin.


Clara mengerti, ia pun kemudian mendekati Aldo yang duduk termenung di lengkapi raut wajah sedihnya.


Clara yang usil menoel pipi Aldo berulang kali, namun pria itu tetap diam tak berkedip bahkan dia tak melirik sedikit saja ke arah Clara.


"Aldo, Aldo jangan sedih, nanti Cantika ikut sedih" Clara berusaha untuk membangkitkan semangat Aldo di saat Aldo lagi di rundung kesedihan.


"Kalau kamu sedih nanti kamu gak ganteng lagi" tambah Clara dengan di beri sedikit hinaan.


Clara tersenyum saat bola mata Aldo menatap tajam ke arahnya sepintas, kemudian kembali menatap ke depan dengan tatapan kosong.


Aldo langsung mencengkram tangan Clara."Jangan sentuh-sentuh rambut aku, tangan kamu kotor!"


"Maaf ya tangan aku bersih, sih sih sih, kamu make apaan sih, kenapa tangan aku jadi berminyak begini" omel Clara dengan kondisi tangannya yang lengket.


"Gatsby biar wangi" jawab Aldo.


Clara mencium tangannya yang lengket."Wangi apaan kayak bau tawon begini"


"Kamu aja yang gak bisa bedain mana wangi mana busuk!" dengan sensi Aldo menanggapi hinaan Clara.


"Aku udah besar kali, aku bukan anak kecil lagi, aku tau mana yang wangi mana yang enggak!" petergas Clara tak terima.


"Terserah, aku lagi malas ngomong, jangan ganggu aku" balas Aldo.


"Owh rupa-rupanya kamu lagi malas ngomong ya, pantesan aja muka kamu langsung berubah kayak monyet yang baru keluar dari kebun binatang" sambil mengacak rambut Aldo Clara melayangkan hinaan itu.


"APA KAMU BILANG!" Aldo langsung melototkan matanya tak terima dengan hinaan itu.

__ADS_1


"Aaaah kabur" Clara yang puas mengganggu Aldo berlari, Clara tak mau mendapatkan amukan Aldo karena dirinya telah mengacak-acak rambut pria itu.


"Sini kamu" Aldo yang tidak terima berlari mengejar Clara, tak akan dia biarkan gadis itu lolos.


Steven dan Rev yang berdiri di ambang gerbang hanya menatap mereka berdua yang layaknya anak-anak kecil tengah bermain kejar-kejaran.


"Ada-ada aja mereka berdua, gak pagi, gak siang, berantem terus, kapan akurnya" Rev menghela nafas berat mendapati dua kawannya yang tak pernah akur.


"Biasa, mereka emang kayak gitu" balas Steven dengan mata yang terus menatap mereka berdua yang berlarian.


"Hai semua" sapa Angkasa yang baru datang bersama kawan-kawan.


"Kok kalian cuman berdua, mana Clara sama Aldo, apa mereka masih belum datang?" Angkasa tak mendapati batang hidung mereka berdua.


"Noh mereka lagi kejar-kejaran" tunjuk Rev pada kedua bocah itu.


Angkasa dan mereka semua hanya menatap Aldo dan Clara yang tak berhenti berlarian di sekolahan dengan di iringi tawa yang sesekali terdengar.


"Adooohhhh!" pekik Clara saat Aldo menarik rambutnya.


"Akhirnya dapat ku tangkap juga kau wanita ular" Aldo yang kelewat kesal menarik rambut Clara.


"Iiih lepasin!" pekik Clara.


Aldo tersenyum penuh tipu muslihat, untuk membalas dendamnya ia kemudian mengacak rambut Clara yang sudah Clara tata dengan sebaik mungkin, lalu berlari takut di terkam oleh Clara.


"Sialan, sini kau" Clara yang tak terima mengejar Aldo yang berlari mendekati mereka semua.


"Sini kau, tidak akan aku biarkan kau lari hah" Clara berubah menjadi monster saat ada orang yang mengacak rambutnya.


Jika ada orang yang menginjak kakinya ia masih terima dengan lapang dada, namun jika ada orang yang mengotak-atik rambutnya mereka harus melihat Clara berubah menjadi singa.


"Tolong aku, tolong aku" Aldo yang tak mau di terkam bersembunyi di belakang Rev.


"Sini kau sialan!" Clara tidak akan membiarkan Aldo lolos.


"Eh udah-udah, kalian ini apa-apaan sih" lerai Rev dengan mencekal tangan Clara yang hendak mencakar habis wajah Aldo.


"Kalian ini berantem mulu, capek aku liatnya" mumet Steven.

__ADS_1


"Kita itu harus fokus sama kasus ini" tambah Angkasa.


__ADS_2