
Di sisi lain.
Clara meminta supir taksi yang ia tumpangi untuk berhenti di tengah jalanan yang sepi, sang supir hanya bisa menuruti keinginan Clara.
Clara yang harinya kacau semenjak kehilangan sahabat terbaiknya berjalan dengan langkah lemas mendekati semua tempat di mana semua orang-orang beristirahat selama ini.
Clara berhenti di salah satu makam yang masih baru, ia berjongkok dan menumpahkan semua kesedihannya di sana, setelah kehilangan Jia, Clara malah di hadapi oleh kasus misteri yang masih belum bisa di pecahkan meskipun sudah ada 5 orang siswa yang turun tangan.
"Jia tolong beri tau aku, aku mohon beri tau aku siapa yang udah bunuh kamu, aku akan tangkap dia, aku janji, aku gak akan tinggal diam aja, hari ini kamu bilang sama aku siapa dia hari ini juga aku akan langsung tangkap dia" mohon Clara yang sudah penat menduga-duga siapa-siapa saja yang bersangkutan dalam kematian Jia.
Tak ada tanggapan sama sekali, Jia tidak merespon ucapan Clara.
Clara terus menangis di sana, ia menumpahkan segala air matanya di tempat itu sampai puas.
Setelah puas menangis Clara bangkit dari duduk, ia melangkah meninggalkan pemakaman umum karena langit sudah berganti menjadi petang.
Clara melangkah menuju rumahnya yang masih jauh dengan berjalan kaki, ia sengaja tidak mau meminta jemputan sama supirnya.
Di saat Clara berjalan dengan pikiran kosong, tanpa ia sadari seorang laki-laki yang mengenakan pakaian serba hitam, wajahnya di tutupi masker, ia juga menggunakan topi hitam dan dengan hati-hati membuntuti Clara dari belakang.
Krak
Suara ranting kayu yang tak sengaja di injak oleh seseorang.
Clara dengan terkejut menoleh ke belakang."Gak ada siapapun, tapi kok kayak ada orang yang ikutin aku dari belakang?"
Mata Clara celingukan mencari keberadaan seseorang yang ia duga telah mengikutinya sejak tadi.
"Apa ini cuman perasaan aku aja"
__ADS_1
Clara melirik jam yang melingkar di tangannya."Udah mau magrib, aku harus cepat-cepat sampai di rumah"
Dengan panik Clara berlari menuju rumahnya yang lumayan jauh, orang misterius itu keluar dari semak-semak, ia dengan hati-hati kembali membuntuti Clara dari belakang.
Di sepanjang perjalanan sosok-sosok aneh dan mengerikan bermunculan, wajah Clara semakin di selimuti kepanikan, ia berlari tanpa henti dan tanpa kenal lelah.
"Gawat, mereka semua udah mulai keluyuran, aku harus cepat-cepat sampai di rumah sebelum mereka-mereka keluar semua dan menghambat perjalanan ku" batin Clara yang tegang dan panik.
Kaki Clara terus berlari tanpa henti, sosok-sosok makhluk halus yang bertubuh aneh dan mengerikan keluar satu persatu dan banyak Clara temui di jalanan, sementara orang misterius itu masih membuntuti Clara dari belakang.
Clara menghentikan langkahnya tepat di depan rumahnya, nafasnya tersengal-sengal akibat berlarian di jalanan sejak tadi.
"Dari mana aja kamu, kenapa jam segini baru pulang, bukannya kamu udah pulang sejak tadi, tapi kenapa baru sampai ke sini sekarang!"
Clara menatap seorang laki-laki yang berdiri tepat di depannya dengan tampang seriusnya.
"Aku ada urusan tadi mangkanya telat pulang ke rumah" alasan Clara agar tak ada yang curiga padanya kalau dia mendatangi makam Jia.
"Iya aku ngaku, aku habis dari makam Jia, aku ziarah di sana sebentar, eh pas liat langit udah mulai gelap, mangkanya aku cepat-cepat pulang sebelum malem" jelas Clara dengan senyuman manis agar Rev tidak memarahinya.
"Lain kali kamu jangan ke sana lagi, ziarah boleh, tapi jangan sampai pulang malem kayak gini juga, kalau ada apa-apa sama kamu di jalan gimana, aku yang repot, papa sama mama kamu itu nyerahin kamu ke aku, kalau terjadi apa-apa sama kamu, mereka pasti kecewa sama aku, aku yang akan di salahkan, kamu dengar itu baik-baik" omel Rev.
"Iya-iya, aku gak akan gitu lagi kok" sebel Clara yang kembali mendengar ocehan Rev yang membuat telinganya pengap.
"Mulai besok kamu pulang dan berangkat sama aku, kamu gak boleh jauh-jauh dari aku, aku gak mau kamu kenapa-napa, karena saat ini papa sama mama kamu ada di luar negeri, sekarang ini kamu menjadi tanggung jawab aku" perintah Rev.
"Gak, gak mau aku bareng kamu terus!" tolak Clara mentah-mentah.
"Clara ini demi kebaikan kamu, aku takut kamu kenapa-napa, kita itu sekarang lagi menyelidiki kasus besar, bisa aja dalangnya tau kalau kita berusaha buat menangkapnya dan dia ingin berniat menghentikan kita dengan cara berbuat jahat sama kita, aku gak mau kamu yang jadi korbannya, kamu mau tidak mau harus turutin perintah aku!" penuh penekanan Rev, ia sangat tidak ingin terjadi sesuatu pada sepupu.
__ADS_1
"Gak akan dia macem-macem sama aku, dia gak akan lakuin hal itu, kamu tenang aja, dia juga masih belum tau tentang rencana kita" Clara mengentengkan masalah ini, ia menganggap semuanya akan aman terkendali seperti bayangannya.
"Kamu itu di bilangin bandel, tinggal turutin apa susahnya sih, kalau kamu gak mau dengarin apa yang aku bilang, aku bakal lapor sama papa dan mama kamu biar uang jajan kamu di potong!" ancam Rev tak main-main.
Clara berdecak kesal, ia gregetan pada pria yang mulutnya melebihi emak-emak pedasnya, rasanya ia ingin mencakar habis wajah pria tersebut sampai tak berbentuk.
"Ya udah aku mau, puas kau!" teriak Clara yang kesal bukan main.
"Nah gitu dong, kamu harus dengarin perintah aku" Rev tersenyum puas karena Clara tidak bisa berkutik di buatnya.
Clara dengan wajah yang masih kesal melangkah masuk ke dalam rumah meninggalkan Rev yang masih berada di depan.
"Dasar anak itu, di jagain gak mau, kalau terjadi apa-apa sama dia, aku yang repot" geleng-geleng kepala Rev yang tidak tau lagi dengan jalan pikiran Clara.
Rev ikut masuk ke dalam rumah Clara, untuk sementara ia akan menjaga sepupunya dengan cara tinggal bersama dengan dia, di rumah itu selain Rev dan juga Clara, ada juga satpam, supir dan asisten rumah tangga yang tinggal di sana.
ting
tong
Baru juga Rev menutup pintu dengan rapat-rapat sudah ada bel yang berbunyi.
Dengan menghela nafas berat Rev kembali membuka pintu, ia memperhatikan sekelilingnya.
"Gak ada siapapun, siapa yang mau bertamu, kenapa gak ada orangnya" heran Rev yang tak menemukan satupun orang yang terlihat di matanya.
Rev hendak menutup kembali pintu rumah tiba-tiba sesuatu menghentikannya.
"Apa ini, kenapa tertinggal di sini" Rev mengambil sebuah kotak yang berukuran sedang yang terletak di depan pintu.
__ADS_1
"Siapa yang sudah narok ini di sini?" Rev mencari-cari pengirim yang sudah meletakkan kotak itu di depan rumah Clara.
Tanpa pikir panjang Rev membawa kotak misterius yang tidak tau apa isinya ke dalam rumah.