Misteri Kematian Di Sekolah

Misteri Kematian Di Sekolah
Terkesiap dengan berita baru


__ADS_3

Di sisi lain.


Clara dan Rev sudah tiba di sekolahan, mereka sengaja berangkat sekolah lebih awal, karena mereka ingin kembali melakukan penyelidikan yang masih belum tuntas.


"Kemana semua orang ini, kenapa pada belum datang, apa kita yang memang kepagian" Rev mencari-cari semua orang, ia tidak menemukan teman-temannya yang biasanya menyelidiki kasus ini bersamanya.


Sekolahan tampak sepi, hanya beberapa orang yang sudah berada di sekolahan, biasanya ketika Rev sampai di sekolahan sudah banyak orang yang ada di sana, namun kali ini sekolahan sedikit sepi.


"Gimana gak sepi orang ini masih jam 6, biasanya kan kamu berangkat jam 8" sindir Clara.


Sepupunya memang semena-mena kalau mengenai masuk sekolah, kadang pula Rev pulang lebih awal, namun tak akan ada orang yang bakal memarahinya lantaran dia yang mengurus segala keperluan sekolah.


"Kalau gini besok aku akan berangkat jam 8 lagi, males banget aku berangkat pagi-pagi begini, tau-taunya malah gak ada orang di sini" ujar Rev yang akan kembali ke sifat lamanya.


"Kalau kamu besok mau berangkat jam 8, aku gak akan mau berangkat bareng sama kamu lagi, kamu tau gak, aku akan di hukum kalau berangkat jam 8!" emosi Clara.


"Gak akan ada yang berani hukum kamu kok, tenang ada aku di sini" timpal Rev.


"Terserah" ketus Clara.


Semenjak pulang dan berangkat bareng dengan Rev, Clara merasa tertekan, larangan Rev melebihi larangan mamanya, ia tidak bisa bebas sama sekali sejak di jaga oleh sepupunya itu.


"Mana ini anak-anak, kenapa pada belum datang, biasanya mereka pagi datengnya, kenapa jam segini masih belum datang" Rev was-was karena di antara mereka bertiga masih belum ada yang menampakkan batang hidungnya.


"Mereka lagi tidur kali, ini kan masih pagi banget, mereka pasti ngira kalau kamu datengnya siang, mangkanya mereka datangnya juga siang" jawab Clara.


"Kalau mereka kayak gini terus penyelidikan ini gak akan bisa di mulai, kemarin udah ada 2 orang yang tewas dalam waktu yang berdekatan, aku yakin banget kalau anak-anak di sekolahan ini gak semuanya tau, palingan cuman teman-teman Miranda aja yang tau, tapi mereka pasti akan tutup mulut, seraya kan mereka temannya anak kepala sekolah, kepala sekolah pasti minta mereka tutup mulut biar berita tentang Miranda gak ke sebar" prediksi Rev.


"Oh iya kemarin kenapa gak ada satupun di antara mereka bertiga yang hadir di pemakamannya Miranda, kemana mereka bertiga, kenapa temannya meninggal gak datang" bertanya-tanya Clara.

__ADS_1


Sampai detik ini mereka masih belum tau hal apa yang terjadi sehingga teman-teman Miranda tidak ada yang hadir di pemakamannya.


"Entahlah, pasti ada sesuatu yang terjadi sama mereka" jawab Rev.


"Loh kok tumben kalian berangkat pagi, ada angin apa ini?" kaget Steven saat melihat mereka berdua berdiri di depan gerbang bagaikan satpam.


Tidak biasanya Rev berangkat sepagi ini, ia memang terkenal berangkat paling siang.


"Dia kesambet, mangkanya ngajak aku berangkat pagi" jawab Clara.


Steven menahan tawa melihat ekspresi Rev yang tertekan karena di ledekin.


"Oh ya kok kamu sendiri stev, kamu gak ketemu sama Aldo di jalan?" penasaran Clara karena seharian kemarin ia tidak berjumpa dengan Aldo.


"Enggak, aku tadi saat berangkat sekolah mampir dulu ke rumah Aldo, tapi kata mamanya Aldo udah berangkat, emangnya kalian gak ketemu sama dia?" heran Steven saat mereka masih menanyakan tentang Aldo.


"Kemana Aldo ya, orang tuanya bilang kalau dia udah berangkat, tapi kenapa kok gak sampai ke sekolahan" mulai cemas Steven.


"Kamu ngapain ke rumah Aldo, tumben-tumbenan kamu ke sana" penasaran Rev.


"Kemarin kan dia gak masuk, aku penasaran kenapa dia gak masuk, aku datangin aja ke rumahnya, siapa tau dia lagi sakit, eh pas sampai di sana mamanya bilang kalau Aldo udah berangkat duluan, aku gak sempet nanya sih kenapa kemarin Aldo gak masuk" jelas Steven.


"Halo geis, apa kalian merindukan ku" sapa Aldo yang baru menampakkan batang hidungnya.


"Nah datang juga dia, kamu kenapa aja do, kenapa kemarin gak masuk, kamu tau gak kemarin itu ada siswi yang tewas lagi" ujar Rev dengan semangat menceritakan kejadian yang pastinya tidak Aldo ketahui.


"Emang siapa yang meninggal di sini, sumpah aku gak tau apapun kejadian kemarin?" Aldo amat penasaran pada siswi yang tumbang itu.


"Dyera, kemarin itu Dyera di temukan meninggal dunia di taman sekolah" jawab Steven.

__ADS_1


Mulut Aldo terbuka dengan lebar, ia tau betul siapa Dyera, dia sungguh shock orang sejahat dan seberkuasa Dyera bisa meninggal dengan cara yang sangat sadis.


"Gak cuma Dyera, kemarin sehabis pulang sekolah Miranda kecelakaan dan tewas di tempat" tambah Clara.


"APA! MIRANDA?" tercekat mereka berdua yang terkesiap karena keduanya tidak tau bahwa Miranda telah berpulang.


"Sstt jangan kenceng-kenceng, nanti ada orang yang dengar" peringatan Clara.


Jika mereka berteriak seperti itu lagi, mereka semua akan di curigai karena bergerak dengan sembunyi-sembunyi untuk memberantas kasus ini.


"Iya maaf-maaf, refleks" cengar-cengir Aldo yang mengakui kesalahannya.


"Tadi kalian bilang kalau Miranda meninggal, kok bisa dia meninggal, padahal kemarin dia baik-baik aja, kenapa kalian bilang udah meninggal" kaget Steven, ia tak tau bahwa Miranda sudah meninggal dunia karena kemarin dia tidak berada di lokasi.


"Iya Miranda meninggal dunia, dia kemarin kecelakaan di jalan sakura, dia dan sang supirnya tewas di tempat, aku sama Rev dan Angkasa datang ngelayat ke rumahnya, tapi anehnya gak ada satupun teman-temannya yang datang ke pemakaman, aneh bukan" tutur Clara yang menaruh kecurigaan besar akan hal itu.


"Kok bisa mereka gak ada yang datang, mereka kan temannya, selama ini mereka selalu bersama, masa dalam keadaan berduka kayak gitu mereka malah gak datang" terkesiap Steven.


"Aku rasa apa yang Angkasa prediksi memang benar kalau mereka 1 geng itu gak ada yang akur, mereka semua cuman pura-pura aja selama ini" jawab Rev.


"Iya aku rasa juga begitu, mereka memang saling gak akur" sahut Steven.


"Oh ya nama selajutnya yang terdaftar di buku misterius itu siapa?" penasaran Rev.


"Mana aku tau, tunggu aja Angkasa datang, dia yang pegang buku itu, hanya dia yang tau nama selanjutnya yang patut kita selidiki" sahut Aldo.


"Gak ada pilihan lain ini, kita harus tunggu Angkasa datang" ujar Clara.


Mereka berempat menunggu kedatangan Angkasa, hanya Angkasa yang tau nama selanjutnya yang tertera di buku misterius.

__ADS_1


__ADS_2