Misteri Kematian Di Sekolah

Misteri Kematian Di Sekolah
Di selimuti kesedihan


__ADS_3

"Caca aku mohon buka mata kamu ca, jangan tinggalin aku, aku gak akan sanggup ngasih tau mama kamu kalau kamu udah gak ada" Aldo menggenggam erat tangan Cantika, air mata terus berjatuhan di wajahnya.


Tak ada perubahan dari diri Cantika, Cantika tetap memejamkan matanya, tak ada tanda-tanda kalau dirinya akan membuka manik coklat itu lagi.


"Maaf kami akan membawa jenazah ke ruang mayat, tolong kalian semua jangan hentikan kami" titah suster itu yang tak dekat menunda lagi.


"Enggak suster, jangan bawa Cantika pergi, jangan, dia masih hidup, dia belum mati, jangan kalian bawa ke sana" teriak Aldo tak memperbolehkan suster-suster itu membawa Cantikanya pergi.


"Al, al, al tenangin diri kamu, biarkan suster melakukan tugasnya" Angkasa memegang erat tubuh Aldo yang berusaha untuk menghambat pekerjaan suster.


"Silahkan suster" Angkasa memperbolehkan suster-suster itu untuk kembali melanjutkan tugasnya.


Suster-suster itu mendorong brankar Cantika ke kamar mayat.


"Enggak, jangan bawa Cantika, kembalilah, Cantika baik-baik aja, dia hanya tidur, kalian jangan bawa Cantika ke sana" histeris Aldo saat suster-suster itu membawa Cantika pergi.


Angkasa di bantu Rev memegang erat tubuh Aldo yang memberontak, ia akan menghentikan langkah suster yang akan membawa Cantika pergi.


Suster-suster itu tidak mendengarkan, ia terus mendorong jenazah Cantika dan akan membawanya ke kamar mayat.


"Kembalilah, jangan bawa Cantika pergi" teriak Aldo dengan sekeras mungkin agar mereka berhenti.


"Al tenangin diri kamu, kamu sadar, liat kita ada di mana, kita ada di rumah sakit, jangan bikin keributan di sini, kasihan pasien lain yang juga di rawat di tempat ini" tutur Steven yang berusaha untuk tegar agar Aldo tak Denmark kacau.

__ADS_1


Aldo langsung terduduk lemas di bawah, air mata terus membanjiri wajahnya, ia menatap suster-suster itu yang membawa Cantika pergi.


"Dia udah buat Cantika kayak gini, kenapa dia tega melakukan ini semua, gak puaskan dia membunuh orang sehingga dia tega menghancurkan mental Cantika, dari dulu dia udah terluka, kenapa dalangnya masih tidak mengerti" Aldo meratapi kepergian Cantika yang sudah lelah menghadapi pahitnya dunia.


Cantika milih untuk mengakhiri hidupnya agar ibunya bisa bertahan hidup, dia rela mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan ibunya.


"Kamu tenangin diri kamu al, kamu harus bisa kuat, kamu harus bisa ikhlasin Cantika, biar dia bisa istirahat dengan tenang" Rev memberi Aldo semangat.


Di sini hanya Aldo satu-satunya orang yang begitu kehilangan sosok Cantika, sedari kecil mereka selalu bersama, baik dari TK, SD, SMP sampai SMA, namun ketika memasuki jenjang SMA mereka jarang lagi bersama, tetapi yang namanya kenangan tidak akan mungkin bisa di lupakan.


Aldo yang mengenal baik Cantika begitu kehilangannya, dia tau watak Cantika seperti apa, Cantika berubah menjadi orang lain ia tau dan hari ini ia menyadari bahwa perubahan yang mencolok yang ada di diri Cantika adalah karena adanya sebuah dendam masa lalu.


"Aku yakin kamu kuat al, kita sudah berjuang keras, apa yang terjadi hari ini di luar dugaan kita, kita udah berusaha namun Tuhan berkata lain, apa yang harus kita lakukan jika takdir saja tidak memihak pada kita" Steven ikut menenangkan Aldo yang sangat kehilangan sosok teman karibnya.


"Betul itu al, kita udah berusaha sekeras mungkin, tapi jika takdir berkata lain kita bisa apa, kita hanya bisa berdoa semoga Cantika bisa istirahat dengan tenang di alam sana dan segala aman ibadahnya di terima di sisinya" tambah Clara.


Mungkin setelah kejadian naas ini mereka lebih waspada dan tidak lengah lagi, karena kurangnya pengawasan mereka, hari ini mereka kehilangan Cantika tepat di depan mata mereka sendiri.


Aldo masih terduduk lemah, ia menumpahkan segala kesedihannya di sana, ia merasa sangat gagal karena tidak bisa menyelamatkan Cantika temannya.


"Bangun al, kita harus ngelayat ke rumah Cantika, ayo cepat kita ke parkiran sebelum pihak rumah sakit membawa jenazah Cantika pulang ke kediamannya" suruh Rev agar Aldo tak semakin rapuh seperti saat ini.


Aldo yang hancur menyeka air matanya, ia bangkit dalam keadaan rapuh, walaupun dirinya terlihat rapuh dan kacau, ia harus bisa tegar walaupun ia tak bisa.

__ADS_1


"Ayo cepat kita ke parkiran, kita harus ikutin ambulance itu sebelum dia hilang" ajak Clara yang was-was kehilangan jejak ambulance yang membawa jenazah Cantika.


Mereka semua yang ikutan was-was berlari menuju parkiran, sesekali air mata memang berjatuhan namun mereka harus tetap tegar.


Hari ini duka kembali menyelimuti kehidupan mereka, namun mereka harus tetap kuat agar musuh tidak tertawa bahagia saat melihat mereka semua yang mulai lemah.


Setibanya di parkiran mereka masuk ke dalam mobil Rev.


Jenazah Cantika sudah di masukan ke dalam ambulance dan siap di antara ke rumah duka, mereka mengikuti mobil ambulance dari belakang.


Wiu..wiu..wiu..wiu


Suara sirene ambulance itu memecah keheningan, seakan-akan segalanya terhenti, keadaan tiba-tiba menjadi kosong.


Mendengar suara sirene ambulance membuat hati Aldo kosong, kesedihan langsung datang menghampirinya.


Air mata Aldo terus berjatuhan, kini sahabat karibnya benar-benar telah tiada, ia masih tak percaya bahwa Cantika benar-benar telah tutup usia.


"Cantika kenapa kamu ninggalin aku, kenapa kamu gak bisa bertahan sedikit saja, apa cobaan yang kamu alami begitu besar sehingga sulit bagi mu untuk bertahan" batin Aldo dengan terus meratapi kepergian Cantika.


"Jika kamu cerita lebih awal aku pasti akan jaga kamu, seharusnya kamu bilang terus terang sama aku, kamu jangan simpan sendiri, sesekali cerita jangan apa-apa main di pendam, ini yang aku takutkan" batin Aldo yang di selimuti kesedihan.


Wiu..wiu..wiu..wiu

__ADS_1


Tangis Clara pecah, walaupun ia dari dulu mendengar kalau Cantika jahat, kejam dan suka ganggu orang, tapi jika ia tau alasan di baliknya air mata langsung tumpah, ia teringat akan sosok sahabatnya yang lebih dulu di ambil oleh sang dalang.


"Cantika malang sungguh nasib mu, aku hanya bisa berdoa semoga kamu tenang di alam sana, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menangkap pelakunya, kamu tenang saja, segala penderitaan mu akan usai kok" batin Clara dengan bulir-bulir bening yang berjatuhan.


__ADS_2