Misteri Kematian Di Sekolah

Misteri Kematian Di Sekolah
Mengikuti mangsa


__ADS_3

Drrt


Drrt


Drrt


Hp Reyhan berdering, dengan cepat Reyhan merogoh saku dan melihat siapa yang sudah menghubunginya.


"Siapa yang nelpon rey?" tanya Aryan.


"Angkasa, ngapain dia nelpon ya, apa ada masalah" curiga Reyhan.


"Udah kamu sekarang angkat aja, gak usah banyak tanya" suruh Aryan.


Reyhan menurut, ia mengangkat panggilan itu."Halo ada apa sa, apa ada masalah yang terjadi sama kalian?"


"Kamu sama Aryan kita tunggu di kantor, kami lagi berjalan ke sana, kepala sekolah manggil kita buat ke sana. Sekarang kalian berdua cepat ke sana gak pake lama" perintah Angkasa.


"Siap, kami akan segera meluncur ke sana" jawab Reyhan lalu mematikan sambungan.


"Ada apa Rey, siapa yang nelpon?" tanya Aryan.


"Angkasa yang nelpon, ayo kamu ikut aku ke sana sekarang, ini penting" jawab Reyhan berlari tanpa menunggu respon Aryan.


"Rey tunggu" Aryan yang tak mau kehilangan Reyhan langsung berlari mengejarnya dan meninggalkan ketiga geng centil sekolah itu.


"Iiiih kenapa mereka pada pergi sih, sebenarnya mereka mau kemana coba, kok aku jadi penasaran" ujar Shena menatap punggung mereka yang pelan-pelan menghilang dari pandangannya.


"Gimana kalau kita ikuti saja mereka" usul April.


"Boleh juga, ayo sekarang kita kejar mereka, tapi ingat jangan sampai mereka tau kalau kita ikutin mereka" peringatan Laras.


Mereka pun setuju, mereka langsung bergegas mengejar Aryan dan Reyhan yang berlari ke sebelah barat.


"Angkasa" panggil Aryan yang melihat Angkasa di koridor bersama yang lain.


"Ada apa kamu minta kita ke kantor, ada masalah apa lagi?" tanya Reyhan yang ngos-ngosan akibat berlari.

__ADS_1


"Kami juga pada gak tau, kami cuman di suruh ke kantor sama kepala sekolah. Sekarang ayo kita ke sana, kita tanyakan kenapa kepala sekolah manggil kita ke sana" jawab Rev.


Mereka pun tak ada lagi yang bertanya dan malah kembali berjalan menuju kantor.


"Geis-geis, lihat mangsa ada di depan, kita harus ikuti kemana mereka akan pergi. Sepertinya mereka ingin melakukan sesuatu yang sifatnya terbilang rahasia" ucap April pelan dan mengamati mereka dari kejauhan.


"Itu harus, kita harus cari tau kemana mereka akan pergi, ayo cepetan kita ikuti mereka, tapi jangan sampai mereka sadar akan keberadaannya kita" jawab Shena.


Ketiga geng centil itu melangkah pelan-pelan mengikuti mereka semua dengan sangat hati-hati.


"Kok kayaknya mereka mau ke kantor, mau ngapain mereka semua ke sana" ucap Laras mengerti kemana mereka akan pergi.


"Apa mungkin mereka di panggil karena pihak sekolahan udah tau kalau mereka lagi berusaha buat ungkap kasus ini ya" pikir April.


"Entahlah, kita ikutin aja mereka, jangan sampai mereka lolos" jawab Shena.


Angkasa dan gengnya terus berjalan menuju kantor. Rev yang kebetulan adalah ketua OSIS mengetuk pintu dengan sopan.


"Assalamualaikum" salam Rev.


Rev dan yang lain masuk ke dalam. Di dalam kantor sudah ada banyak guru yang menunggu kedatangan mereka.


"Ada apa pak manggil kami kemari?" tanya Rev basa-basi.


"Bagaimana keadaan Gina sekarang, ada banyak anak yang bilang kalau mereka lihat kamu dan teman-teman mu bawa Gina dalam keadaan pingsan, kamu bawa kemana dia dan bagaimana keadaan dia sekarang!" arah pembicaraan pak Sudirman langsung mengarah pada Gina.


"Kondisi terakhir Gina kritis, tapi sekarang kami gak tau lagi kabar terbaru tentangnya, soalnya Gina di bawa keluar negeri sama pihak keluarganya pak" jelas Rev terpaksa berbohong demi menyelamatkan nyawa Gina.


"Jadi kalian semua gak tau kabar Gina sekarang" memastikan kembali Bu Suzan.


Mereka semua menggeleng, mereka harus menyembunyikan masalah ini dari pihak sekolahan.


"Kenapa orang tuanya Gina malah bawa Gina keluar negeri, apakah kondisi Gina separah itu" heran Bu Yola.


"Kondisi Gina cukup parah Bu, luka tusuk di bagian perutnya yang menyebabkan dia jatuh pingsan karena kekurangan darah" jawab Bryan.


"Kenapa harus di bawa keluar negeri, apakah rumah sakit se-Indonesia ini tidak bisa menyembuhkan Gina yang lukanya tidak terlalu parah itu" ucap Bu Suzan.

__ADS_1


Mereka diam, Bu Suzan tampak tidak percaya dengan apa yang sudah mereka katakan.


"Mungkin orang tuanya Gina ingin Gina cepat sembuh, lagi pula orang tuanya Gina itu jarang berada di Indonesia, mereka selalu berada di luar negeri karena urusan bisnis" sahut Angkasa.


"Baiklah kalau seperti itu kalian boleh pergi, kalau ada kabar terbaru tentang Gina kalian langsung kasih tau kami" suruh pak Sudirman.


"Baik pak" jawab mereka kompak.


Mereka melangkah keluar dari dalam kantor dengan perasaan lega, mereka sungguh lega karena tidak ketahuan kalau sedang berbohong.


"Rev, kamu jangan pergi dulu, ada hal yang mau kami bicarakan sama kamu" titah pak Sudirman menghentikan langkah Rev.


"Baik pak. Kalian keluar aja, aku mau nyelesain ini sebentar, aku titip Clara, kalian jaga dia" suruh Rev.


"Iya kami akan jaga Clara, kamu tidak perlu khawatir" jawab Steven.


Rev cukup lega meninggalkan sepupunya di masa yang mulai tidak aman gara-gara menantang penjahat berseragam sekolah tersebut.


Rev tetap berada di kantor bersama para dewan guru dan anggota OSIS lainnya.


Sementara mereka semua berkumpul di taman sembari menunggu Rev kembali.


"Sebenarnya Gina itu emang di bawa keluar negeri apa gimana sih, kenapa kalian tadi pada gugup gitu. Kalian gak lagi bohong kan sama mereka" tebak Aryan yang tidak tau kabar sebenarnya tentang keadaan Gina.


"Sstt jangan keras-keras, nanti ada yang dengar" suruh Clara.


Aryan pun diam, ia semakin yakin ada sesuatu yang telah mereka sembunyikan.


"Katakan apa benar Gina di bawa keluar negeri sama keluarganya apa enggak" titah Aryan.


"Sebenarnya Gina itu ada di rumah sakit lagi koma, dia gak di bawa keluar negeri sama keluarganya. Kamu jangan bilang siapa-siapa kalau Gina masih ada di Indonesia" perintah Aldo.


"Owh jadi kalian semua tadi bohong. Kenapa kalian mesti bohong segala sih, kenapa kalian gak jujur aja dan bilang kalau Gina masih ada di indo, kenapa pake ngarang cerita kalau Gina di bawa keluar negeri" tak habis pikir Reyhan.


"Kita ngelakuin ini semua demi keselamatan Gina. Kita masih gak tau siapa yang udah jadi tersangka dalam kasus ini, bisa aja murid yang bersekolah di sini atau pula dewan guru. Gelagat dewan guru semenjak banyaknya berita kematian di sekolah mulai aneh, bisa aja mereka yang jadi tersangka dalam kasus ini" kecurigaan Steven.


"Bisa jadi sih, kita masih belum tau siapa yang menjadi penjahat di sekolahan ini. Untuk itu kita harus waspada, musuh bisa bergerak dan menghabisi kita dengan mudah kalau kita tidak hati-hati" sahut Clara.

__ADS_1


__ADS_2