Misteri Kematian Di Sekolah

Misteri Kematian Di Sekolah
Mendadak semua orang berlarian


__ADS_3

Bagi Ariana melihat Ester baik-baik saja dia sudah sangat bahagia, walau Ester tak dapat melihat Ariana lagi, tapi Ariana tidak mempermasalahkan itu yang terpenting ia masih melihat pria yang ia cinta.


"Sama-sama, sekarang kamu jangan ganggu aku lagi, aku ingin hidup tenang, kamu jangan datangin aku lagi" perintah Angkasa.


Telah tiba waktunya giliran Ariana menepati janjinya untuk tak lagi mengganggu Angkasa setelah Angkasa melakukan apa yang Ariana pinta.


Gadis misterius mengangguk, lalu menghilang dari hadapan Angkasa dengan senyuman yang tak pudar.


"Huft impas juga beban ku, aku gak usah takut lagi kalau dia akan datangin aku"


Alangkah senangnya Angkasa kala gadis misterius yang terus menerus mengusik ketenangannya telah pergi, urusannya dengan gadis misterius sudah usai.


Angkasa kembali berjalan menuju tendanya, dengan senang ia berjalan tanpa ada lagi beban yang menumpuk di benaknya.


"Sekarang aku bebas, gadis misterius itu gak akan fanggu aku lagi" girang Angkasa tak henti-hentinya mengukir senyum.


Senyum itu tak sirna walau sudah tiba di mana tenda-tenda di dirikan, Angkasa langsung menghampiri teman-temannya yang duduk di batang pohon.


"Kamu dari mana aja sih, kenapa main ngilang terus?" Tanya Aldo serius.


Angkasa kira mereka tak sadar jika Angkasa tak pulang bersama rombongan ke tempat camping.


"Ada urusan, gak usah kalian khawatir, aku gak akan kesesat" Angkasa menjawab dengan santai, hingga detik ini ia tak ingin menceritakan kejadian yang membuatnya bertemu dengan gadis misterius pada yang lain.


Seorang laki-laki bergelar ketua OSIS dengan wajah panik menghampiri mereka.


"Sa aku pinjem buku misterius itu" titah Rev di sertai wajah yang terbilang serius.


Pemintaan Rev dapat membuat Angkasa mengerutkan kening, bertanda tanya apa yang ingin Rev lakukan pada buku misterius miliknya.


"Buat apa, kamu mau ngapain pinjam buku misterius?" Tanya Angkasa.


"Udah kamu gak usah banyak tanya, sekarang kamu ambil buku misterius itu, kalian juga akan tau apa yang  bakal aku lakuin" perintah Rev.


Angkasa tak banyak bicara, ia lantas mengambil buku misterius yang ia simpan di tenda dan membawanya kepada mereka.

__ADS_1


"Ini, buat apaan sih, kok tumben kamu mau pinjem buku misterius?"


Rev mengambil buku misterius yang Angkasa sodorkan. Ia lalu membuka beberapa halaman yang terdapat nama-nama target yang pastinya lagi di buru oleh si pelaku.


"Tuh kan bener" decak kesal Rev ketika tercantum nama seseorang di buku misterius.


"Apanya yang bener? Kamu sebenarnya nyari apaan sih, bilang sama kami, jangan bikin kami penasaran" perintah Clara.


Gelagat Rev yang mencurigakan tak dapat di sembunyikan, mereka curiga ada sesuatu yang lagi mengganggu pikiran Rev.


"Jadi gini setelah kita balik ke sini lagi, Bu Suzan nanya apa aku liat Bu Sulis atau enggak, aku bilang enggak karena memang aku gak liat dia sejak bangun tidur" ujar Rev mulai bercerita prihal sesuatu yang mengusik benaknya.


"Terus-terus!"


Mereka penasaran apa yang terjadi sebenarnya. Mereka meminta Rev untuk melanjutkan ceritanya.


"Bu Suzan bilang sama aku kalau Bu Sulis hilang, dia mendadak hilang setelah kita balik ke sini lagi, mangkanya aku langsung datangin kalian, aku ingin tau apakah hilangnya Bu Sulis kali ini ada sangkut pautnya sama si pelaku atau enggak. Ternyata nama Bu Sulis tercantum di sini" jelas Rev.


Pikiran mereka langsung mengarah pada kasus berkepanjangan dan menyeret nama-nama murid dan guru.


"Jangan bilang kalau hilangnya Bu Sulis ada hubungannya dengan penjahat berseragam sekolah itu" firasat Steven.


Pikiran Steven terus tertuju pada penjahat yang lagi mengincar nama-nama siswa, baik siswi maupun guru yang jelas namanya tertera di buku misterius.


"Bisa jadi, karena hilangnya Bu Sulis dadakan, bisa aja ada kaitannya dengan penjahat berseragam sekolah" sahut Bryan memiliki firasat yang sama.


"Tapi tadi aku liat Bu Sulis ikut kegiatan bareng sama kita kok, gak mungkin Bu Sulis di jadikan target sama penjahat itu" timpal Aldo.


"Mungkin aja Bu Sulis hilang setelah acara selesai" feeling Rafael.


"Kalau kayak gini kita harus cari Bu Sulis, mumpung hilangnya masih baru, kemungkinan Bu Sulis belum di apa-apaan sama penjahat berseragam sekolah itu" ujar Aryan.


Mereka serempak mengangguk, berita hilangnya Bu Sulis masih baru, ada kemungkinan besar kalau Bu Sulis masih bernyawa walau namanya telah tersimpan rapih di dalam buku misterius.


Di antara mereka belum ada yang bergerak, tapi pandangan mereka malah salfok pada anak-anak yang berlarian ke satu arah.

__ADS_1


"Mereka mau kemana, kok ke arah sana semua?" Penasaran Reyhan.


Anak-anak semuanya berlarian, mereka pun penasaran mau kemana semua orang sehingga terlihat begitu panik seperti ada bencana yang mengancam.


"Kita harus ikuti mereka, aku yakin pasti ada sesuatu yang terjadi" usul Clara.


Serempak mereka bangkit dan ikutan berlari mengikuti kemana semua orang pergi. Mereka penasaran, mereka tidak mau ketinggalan berita terbaru.


Semua orang berkumpul menjadi satu membentuk lingkaran.


Setibanya Rev dan teman-temannya di sana mereka kebingungan, ada apa yang sebenarnya terjadi sehingga semua orang berkumpul di sana.


Yang lebih mengagetkan lagi terdapat beberapa guru yang berada di antara mereka.


"Ada apa ini!?"


"Kenapa kalian kumpul di sini?"


"Ada pengumuman apa?"


Pertanyaan-pertanyaan itu meluncur dari the gank PPM (Pemberantas Pembunuhan Misterius).


"Gak tau, kita juga sama-sama gak tau, kepala sekolah belum bilang apa-apa, tunggu aja apa yang bakal mereka bilang" jawab April yang kebetulan ada di dekat mereka.


Mereka diam bersama para murid-murid lain menunggu pengumuman yang akan di sampaikan oleh pak Sudirman selaku sang kepala sekolah.


"Perhatian semua, hari ini kita kena musibah besar, Bu Sulistiawaty guru kalian mendadak menghilang setelah acara yang barusan kita lakukan selesai" ucap pak Sudirman memberitahukan semua orang.


Shock, semua orang shock, rupanya mereka di suruh berkumpul di sana gara-gara ada sesuatu buruk yang telah menimpa Bu Sulis sehingga keberadaannya tak di temukan.


"Sebelumnya saya tanya apakah di antara kalian ada yang melihat Bu Sulis?" tanya pak Sudirman.


Serempak mulut murid-murid terbungkam, sambil saling toleh apakah di antara banyaknya murid kemungkinan ada yang melihat Bu Sulis untuk yang terakhir kalinya sebelum Bu Sulis di nyatakan hilang.


"Sungguh di antara kalian gak ada yang lihat Bu Sulis?" tanya Bu Suzan tak percaya.

__ADS_1


Mereka menggeleng kompak, memang benar-benar mereka tak melihat guru yang lagi di kabarkan hilang.


__ADS_2