
Mobil hitam tersebut berhenti tepat di depan gang kecil yang tak jauh dari pemakaman umum, mereka berlima turun dari mobil dan menatap ke seberang jalan yang merupakan tempat di mana orang yang telah tiada beristirahat.
Ternyata memang benar kalau rumah Kayla berada di dekat pemakaman umum.
"Di mana rumahnya Kayla do, ayo cepat anterin kita ke sana, kami ingin ketemu sama dia" ujar Steven yang sudah tak sabaran bertatap muka secara langsung dengan orang yang bernama Kayla.
"Ayo ikuti aku" Aldo berjalan masuk ke dalam gang kecil, mereka mengikutinya dari belakang.
Orang-orang di gang itu yang melihat mereka berlima terheran-heran karena sebelumnya mereka tak pernah melihatnya, wajah mereka amat asing di matanya.
Langkah Aldo berhenti di depan rumah berukuran kecil yang masih layak untuk di tempati.
"Ini rumahnya Kayla!" tunjuk Aldo pada rumah tersebut.
Mereka berempat menatap dengan seksama ke arah rumah tersebut, seorang wanita paruh baya keluar dari dalam rumah dan menatap terkejut pada mereka berlima.
Mereka berlima mendekati wanita paruh baya tersebut untuk memperoleh informasi.
"Permisi ibu, apa benar ini rumahnya Kayla?" Clara bertanya pada wanita paruh baya yang pastinya merasa asing dengannya dan juga kawan-kawannya.
"Iya ini benar rumah Kayla, saya ibunya, ada apa kalian datang kemari, kalian siapanya Kayla?" ibu Kayla yang bernama Lasmi penasaran tujuan mereka mendatangi rumahnya, sebelum-sebelumnya tak pernah ada teman Kayla yang bermain ke rumah.
"Kami teman-temannya Kayla bu, kami datang kemari karena Kayla sudah 2 hari tidak masuk sekolah, kami ingin tau apa alasan Kayla tidak masuk selama 2 hari ini?" Rev begitu penasaran mengapa teman sebangku Jia tidak masuk sekolah.
Raut wajah bu Lasmi berubah menjadi sedih."Ibu juga gak tau kenapa Kayla gak masuk sekolah, karena sudah 2 hari ini dia gak pulang ke rumah"
Sontak mereka berlima pun terkejut, mereka menyangka bahwa Kayla tengah bersembunyi di dalam rumah ini.
"Gak pulang ke rumah? gimana ceritanya kok bisa Kayla gak pulang ke rumah!" kaget Clara.
__ADS_1
"Iya nak, Kayla gak pulang ke rumah, ibu sudah nanya ke semua teman-teman Kayla, tapi tidak ada satupun di antara mereka yang tau kemana Kayla pergi" jelas bu Lasmi yang amat risau dengan putrinya.
"Kayla pamit mau pergi kemana bu, kenapa dia sampai gak pulang?" penasaran Steven.
"Terakhir kali Kayla cuman mau pamit pergi sekolah, tapi sampai saat ini dia gak pulang-pulang, bapaknya Kayla lagi nyari Kayla, namun hasilnya nihil, ibu khawatir banget sama Kayla, ibu takut ada apa-apa yang terjadi padanya" risau bu Lasmi, kekhawatiran terpancar jelas di wajahnya.
"Kami akan bantu cari Kayla bu, kami akan berusaha temukan dia" ujar Rev, sebagai ketua OSIS dia harus terjun langsung dalam masalah ini.
"Ibu mohon nak tolong temukan Kayla, suruh dia pulang, bilang bapak dan ibunya cemas mikirin dia" mohon bu Lasmi yang kerap kepikiran dengan Kayla yang tak tau berada di mana.
"Baik bu, kami akan cari Kayla, kalau nanti seumpamanya Kayla pulang, ibu tolong kabarin kami, karena ada hal yang ingin kami bicarakan sama dia" titah Rev.
"Iya, ibu pasti akan kasih tau kalian, ibu mohon tolong temukan Kayla, ibu risau sekali padanya" timpal bu Lasmi.
Rev mengangguk."Kami akan mencarinya sampai ketemu bu, maaf bu kami tidak bisa berlama-lama berada di sini, kami pamit pulang dulu, assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam" bu Lasmi menatap kepergian mereka, ia berharap mereka menemukan putrinya yang sudah 48 jam menghilang dan tidak meninggalkan kabar sama sekali.
"Gimana ini, Kayla gak ada di sini rupanya, kita gak dapat apa-apa hari ini" ujar Clara yang sudah jauh-jauh datang kemari namun orang yang ingin temui malah tidak ada.
"Kita harus cari tau tentang kemana Kayla pergi dulu, ibunya bilang sudah 2 hari dia gak pulang ke rumah, kita harus cari dia sampai dapat" timpal Rev.
"Apa mungkin Kayla sengaja pergi dari rumahnya sehabis bunuh Jia" dugaan Steven.
"Bisa jadi, bisa aja Kayla menghindar dari masalah ini" sahut Angkasa.
"Kita harus cari dia sampai dapat" tambah Aldo.
"Kita mau cari Kayla di mana, di sini gak ada dia, tempat apa lagi yang harus kita datangin?" celetuk Clara.
__ADS_1
"Kita coba aja cari Kayla ke teman-teman sekelasnya, mungkin aja di antara mereka ada yang tau" ujar Aldo.
"Mesti besok kalau mau nanya hal itu, sekarang pasti semua murid pada pulang, gak mungkin ada yang masih berada di sekolahan" jawab Rev.
"Terpaksa kita harus tunggu hari esok, kita harus cari Kayla sampai dapat, baru kita introgasi dia, dia saat ini merupakan satu-satunya orang yang patut kita curigai" timpal Steven.
"Kalau begitu penyelidikan hari ini sampai di sini dulu, kita lanjut besok, kita harus cari Kayla sampai ketemu" ujar Clara yang di balas anggukan oleh mereka semua.
"Besok kita ketemu lagi di sekolahan, kita harus bantu ibu Kayla untuk menemukannya, kasihan dia yang terus menerus khawatir sama keadaan Kayla" Angkasa merasa empati pada keluarga Kayla yang di buat bingung dengan hilangnya Kayla secara tiba-tiba.
"Iya, kita pasti bantu dia, ayo kita pulang, ini sudah siang, sudah waktunya kita pulang" ajak Rev dan mereka semua tampak setuju.
Rev, Steven, Aldo dan Clara masuk ke dalam mobil hitam itu kembali, saat ini tersisa Angkasa yang masih berdiri tanpa pergerakan.
"Sa ayo masuk, kamu gak mau pulang apa!" suruh Clara yang melihat Angkasa masih diam di tempat.
"Enggak, aku ada urusan habis ini, kalian pulanglah, aku akan pulang sendiri" jawab Angkasa yang sengaja tak mau pulang bersama mereka.
"Benar kamu mau pulang sendiri?" Rev kembali memastikan dengan apa yang barusan ia dengar.
"Iya, aku akan pulang sendiri, kalian pulanglah, lagian arah rumah kita berbeda" suruh Angkasa.
"Ya udah kami pulang dulu, kamu hati-hati" perintah Clara.
Angkasa hanya menganggukkan kepalanya, mobil hitam itu berlalu meninggalkan dia sendirian di sana.
Angkasa menatap mobil yang membawa teman-temannya sampai tidak terlihat lagi, ia tampak lega, ia tidak mungkin pulang 1 mobil bersama mereka, ia sangat takut mereka tau rumahnya, apalagi identitasnya.
"Akhirnya mereka pulang juga, waktunya aku pulang, aku harus segera sampai di rumah secepatnya"
__ADS_1
Angkasa berlari mencari taksi, ia pulang ke rumahnya dengan menggunakan taksi.