
Mereka berkeliling mengikuti Aldo sejak tadi, namun mereka masih tak kunjung kenemuakn orang yang mereka cari-cari.
"Al kamu sebenarnya mau bawa kita kemana sih, kenapa sedari tadi kita hanya asik keliling sekolah aja, aku capek tau!" teriak Clara yang murka karena sejak tadi ia tidak menemukan apa yang dia cari.
"Katanya mau cari Cantika, ya udah kita jalan aja, nanti juga kita akan ketemu sama dia" dingin Aldo.
"Kamu sebenarnya tau gak sih dia ada di mana!" teriak Clara yang lelah berjalan sejak tadi.
"Aku kan udah bilang kalau aku gak tau dia nongkrong di mana, jadi kita tinggal cari dia dengan cara keliling sekolah, nanti juga kita akan ketemu sama batang idung tuh bocah" jawab Aldo dengan menahan emosi.
"Buang-buang waktu kalau kayak gini, kalau kita keliling sejak tadi, bisa-bisa bel akan berbunyi dan kita gak akan dapat apa-apa" timpal Clara dengan nada yang masih berteriak.
"Habisnya kita mau cari dia dengan cara apa lagi, di antara kita gak ada yang tau dia ada di mana, gak ada cara lain selain nyari dia dengan cara keliling sekolah" sahut Aldo.
"Kalau kita terus keliling sekolah sampai sore pun kita gak akan ketemu sama dia, liat sekolahan kita kayak apa, kayak gajah saking besarnya, waktu akan habis kalau kita terus keliling gak jelas kayak gini" celetuk Clara yang makin emosi dengan Aldo.
"Habisnya kita mau cari dengan cara apa lagi?" Aldo yang sudah lelah di desak meminta pendapat mereka semua.
"Kamu punya nomornya Cantika gak?" memastikan Angkasa.
"Punya" jawab Aldo.
"Telpon dia, tanyain dia ada di mana, itu akan mempersingkat waktu kita, liat waktu kita cuman tinggal 30 menit lagi, kalau kita keliling-keliling terus, benar kata Clara kalau kita tidak akan dapat apa-apa" ujar Steven.
"Iya juga ya, kenapa aku gak kepikiran ke arah sana, aku kan punya nomornya, kenapa aku malah buang-buang waktu nyari dia di sekolahan yang sebesar gajah mada ini" Aldo menyadari kebodohannya.
"Memang dasarnya anda bego, gitu aja gak kepikiran!" penuh penekanan Clara yang sepertinya dendam pada Aldo.
Aldo yang di katain seperti itu pun geram, rasanya ia ingin mencakar habis wajah Clara yang membuatnya emosi sejak tadi, tangan Aldo sudah hampir mau melukai wajah Clara yang mulus.
__ADS_1
"Mau apa kau hah!" tak takut Clara meskipun lawannya adalah seorang pria.
"Iiiiiih pengen ku cakar aja muka mu itu, dari tadi bikin emosi aja" geram Aldo namun ia masih bisa untuk menahan emosinya.
"Eh eh eh, apa kamu bilang" Rev ingin mendengar sekali lagi apa yang Aldo katakan.
Mendadak Aldo langsung diam, backingannya Clara lebih kuat sehingga ia tidak berani melakukan apa yang hatinya perintahkan.
"Udah deh kalian jangan pada berantem, kita datang kemari itu bukan buat berantem, ayo cepet do telpon si Cantika itu, kita harus temui dia sebelum bel berbunyi" suruh Steven yang tak ingin melihat pertengkaran mereka yang bisa membuang-buang waktu.
Aldo tanpa menjawab langsung menghubungi Cantika.
"Halo ca, kamu di mana?" tanya Aldo basa basi.
"Aku ada di sekolahan, kok tumben kamu nelpon aku, ada apa?" penasaran Cantika.
"Enggak, aku gak bersama mereka, aku udah gak berkawan lagi sama mereka" jawab Cantika.
"Speaker al" titah Rev yang ingin dengar jawaban Cantika.
Aldo menurutnya agar mereka semua mendengar apa yang ia dan Cantika bicarakan, Aldo menghidupkan speaker.
"Kenapa kamu gak bareng lagi sama mereka, bukannya kalian berkawan sejak dulu, kenapa tiba-tiba kalian malah gak temanan lagi" Aldo ingin mengorek informasi lebih dalam lagi tentang hubungan pertemanan mereka yang di duga terjalin karena adalahnya sebuah tujuan.
"Dyera udah meninggal, untuk apa kita terus bersama, kita bersama itu cuman gara-gara ingin nyakitin dia, sekarang dia sudah gak ada, otomatis geng itu juga harus bubar" jelas Cantika dengan tersenyum kecut.
Mereka yang mendengar jawaban Cantika tercengang, apa yang Angkasa prediksi benar-benar terjadi dan tepat sasaran.
"Jadi mereka memang saling bermusuhan, mereka bersatu hanya karena ingin nyakitin satu orang" ujar Clara dengan sangat terkejut.
__ADS_1
"Ssttt...diem dulu, kita dengarkan lagi" suruh Rev yang di balas anggukan oleh Clara.
"Kenapa bisa gitu, masa cuman gak ada Dyera kalian malah bubar, kalian kan bisa terus bersama walaupun anggotanya gak lengkap" Aldo pura-pura tidak tau, ia tidak mungkin berlagak tau segalanya tentang apa yang terjadi di antara, bisa-bisa Cantika tidak akan mau bercerita lagi tentang hubungan pertemanannya.
"Al gak cuman Dyera yang meninggal, Miranda juga udah gak ada, aku baru tau kemarin hal itu dari Gina, dia yang ngabarin aku kalau Miranda udah gak ada" ujar Cantika.
Suara Cantika seperti orang yang sedang berusaha menahan tangisnya, namun ia tidak bisa menangis di telpon.
"Kamu ada di mana sekarang, aku akan ke sana, tolong beri tau aku" titah Aldo.
"Aku ada di lantai 3, tepatnya di balkon yang sepi itu, aku lagi nenangin diri di sini" jawab Cantika.
"Aku akan ke sana, tunggu aku di sana, sebentar lagi aku akan segera ke sana" suruh Aldo.
"Iya, aku akan tunggu kamu di sini, cepetan kamu ke sini, ada hal yang ingin aku bilang sama kamu" jawab Cantika.
Dari suaranya hal yang ingin Cantika bilang cukup serius, mereka yang mendengarnya semakin penasaran apa yang akan Cantika beritahukan pada Aldo.
"Iya, aku akan segera ke sana, tunggu aku di sana, sebentar lagi aku tiba di sana, kamu diem di tempat, jangan bergerak" di sebrang telpon Cantika menganggukkan kepalanya, dia butuh teman curhat saat ini, ada hal yang ingin ia bicarakan pada Aldo selaku orang yang bisa di percayai.
Aldo mematikan sambungan telpon."Ada sesuatu yang ingin Cantika bicarin, kira-kira apa ya"
Aldo ikutan penasaran, tak pernah Cantika seperti ini, walaupun rumah mereka berdekatan, Cantika merupakan salah satu orang yang sangat tertutup sehingga tak pernah ia ingin memberitahukan masalah yang sedang dia hadapi.
"Entahlah, ayo cepat kita ke sana, aku ingin dengar apa yang akan Cantika beri tau, aku yakin ada sesuatu yang bersifat penting dan kita butuh hal itu" jawab Angkasa.
"Dia ada di lantai 3, ayo kita ke sana" ajak Aldo.
Mereka semua berlari menuju lantai 3 dengan menaiki tangga, mereka penasaran apa yang akan Cantika beritahukan pada mereka semua.
__ADS_1