Misteri Kematian Di Sekolah

Misteri Kematian Di Sekolah
Menerka-nerka


__ADS_3

Mereka semua merasa iba pada Cantika yang kehilangan papa, mereka tidak ada yang tau bahwa Cantika sudah tidak memiliki ayah.


"Terus-terus kenapa Cantika bisa berubah gak pendiam lagi?" penasaran Clara dengan kelanjutannya.


"Nah kebetulan waktu itu kan mereka memang satu geng, di geng itu yang paling pendiam cuma Cantika seorang, tapi semenjak bokap Cantika meninggal dia berubah draktis, anak yang biasanya baik dan sopan serta jarang bicara bisa langsung berubah jadi orang yang benar-benar beda deh, aku juga sempat kaget dengar perubahan itu" sambung Aldo.


"Kok kamu bisa tau hal itu?" Bryan menaruh kecurigaan pada Aldo yang sepertinya sudah tau seluk beluk tentang Cantika.


"Karena rumah kita bersebalahan, kita tetanggaan" sahut Aldo.


"Kenapa kamu gak bilang kalau kamu tetanggaan sama anggota geng itu!" Rev menaikkan volume bicaranya, ia baru tau bahwa Aldo tetanggaan dengan Cantika detik ini.


"Suruh siapa kalian gak nanya, ya untuk apa aku jawab" balas Aldo yang tidak mau di salahkan.


"Tapi seenggaknya kamu harus kasih tau, biar kita itu nyelidiki salah satu geng itu dengan detail, begitu!" timpal Steven.


"Iya-iya aku akui aku salah, puas kalian" jawab Aldo yang mulai kesal karena mereka memojokinya.


"Eh udah-udah napa, kenapa kalian pada berantem, lama-lama kalian aku gantung di atas menara" teriak Clara yang muak mendengar berdebat mereka yang tak kunjung selesai.


"Iya-iya, kita kembali ke kasus ini" sahut Aldo.


"Apa lagi yang kamu ketahui tentang Cantika, tolong beri tau kami, kamu kan tetangganya, kamu pasti punya banyak informasi tentang dia bukan!" yakin Angkasa.


"Cantika itu anaknya aslinya baik, cuman ketika papanya meninggal dia agak berubah, gak tau kenapa, dia jarang main sama aku, dia selalu barengan sama geng itu terus" jelas Aldo.


"Apa yang bikin Cantika berubah, ku rasa ada sesuatu yang telah terjadi sehingga membuatnya berubah total kayak gini" mulai curiga Steven.


"Kita harus cari tau, ini ada kaitannya sama masalah ini" tutur Rev.

__ADS_1


"Nah dulu aku sempat dengar kalau saat perusahaan keluarga Cantika bangkrut, keluarganya sempat minta bantuan Dyera biar dia mau bersedia menyuntik perusahaan bokapnya Cantika agar gak oleng, tapi sayangnya Dyera gak mau bantu sehingga perusahaan yang di bangun dengan susah payah oleh papa Cantika harus gulung tikar, dan naasnya bokapnya Cantika harus meninggal dunia atas insiden itu" lanjut Aldo yang ingat dengan kejadian yang sudah lama terjadi tersebut.


"Aku rasa faktor Cantika berubah karena dia ingin bales dendam sama Dyera, dia menganggap bahwa Dyera penyebab bokapnya meninggal" menerka-nerka Angkasa.


"Aku juga mikir gitu, gak mungkin kan Cantika berubah tanpa adanya sebab, aku yakin dia ingin balas dendam sama Dyera" tambah Steven.


"Gak mungkin Cantika balas dendam, mereka kan selama ini berkawan baik, masa ia Cantika merusak pertamanan mereka dengan menjadi duri di antara mereka" bantah keras Aldo.


"Do kamu tau gak, ternyata mereka berlima itu gak akur, mereka itu saling bermusuhan, mereka semua bilang kalau mereka sama-sama benci dan memiki dendam pada Dyera, mereka juga mengaku bahwa mereka ingin berniat jahat pada Dyera" jelas Clara.


Mulut Aldo terbuka dengan lebar, ia tidak pernah menyangka bahwa mereka selama ini cuma berpura-pura berkawan saja.


"Yang bener aja kamu, masa mereka sampai kayak gitu!" terkejut hebat Aldo.


"Iya, kemarin itu kami dengar langsung pengakuan mereka berempat, mereka ngaku bahwa mereka memang ingin mencelakai Dyera, namun itu gagal lantaran penjahat itu sudah lebih dulu bergerak" sahut Steven.


Aldo benar-benar kehilangan berita besar, 1 hari tidak masuk sekolah ia sudah ketinggalan berita seabad.


"Suruh siapa kamu tidak masuk kemarin, kami kemarin itu dengar langsung dari mulut mereka tanpa kita buat mereka ngaku!" timpal Rev.


"Iya maaf, mana aku tau kalau kemarin akan ada berita kayak gini, tau gini kemarin kan aku gak mungkin bolos sekolah" jawab Aldo.


Aldo menyesali perbuatannya yang bolos sekolah, sehingga dirinya tidak mendengar berita penting tentang perkembangan kasus ini.


"Dapat di simpulkan bahwa Cantika berubah karena dia ingin balas dendam sama Dyera, sekarang ayo kita cari dia, kita temukan bocah itu, kita tanyain langsung sama dia kalau dia sedang sendiri, tapi kalau dia bersama teman-temannya jangan, nanti mereka akan curiga sama kita" ajak Rev.


"Ayo" jawab Aldo dengan semangat.


Kali ini tidak akan mau ketinggalan berita lagi, sudah cukup kemarin dia kehilangan berita yang benar-benar mengguncang dunia.

__ADS_1


Mereka semua yang berjumlah 9 orang bergerak mencari keberadaan Cantika yang patut di curigai, mereka akan berusaha mengintrogasi Cantika, mereka berharga bahwa Cantika mau buka mulut.


"Di mana bocah itu, kemana dia, apa dia gak masuk sekolah ya" pikir Steven yang tak kunjung menemukan batang hidung Cantika.


"Gak mungkin, tadi aku lihat dia di antar sama mamanya ke sekolahan, malahan duluan dia yang berangkat, aku belum apa-apa dia sudah berangkat ke skeialh" jawab Aldo.


"Lalu ada di mana dia, apa kamu tau tempat nongkrong dia selama ini?" Angkasa berusaha mengorek informasi yang lebih dalam lagi karena Aldo merupakan salah satu orang yang bisa di tanya-tanya.


"Hello aku ini tetangganya, bukan emaknya, mana aku tau dia ada di mana, jangan nanya sama aku" jawab Aldo yang capek di tanya-tanya terus sejak tadi.


"Kamu kan tetangganya, masa kamu gak tau sih al" geram Clara karena jawaban Aldo yang benar-benar tidak memuaskan sama sekali.


"Clara yang paling cantik di dunia, aku ini gak tau sama sekali tentang dia, rumah kita memang bersebelahan, tapi aku tidak kudu tau seluk beluk tentangnya, emang dia siapa coba, bukan artis juga, aku tidak harus cari tau apapun tentang dia secara detail" jawab Aldo yang tidak ada gunanya mencari tau tentang kehidupan Cantika.


"Al serius napa, kamu jangan bercanda!" teriak Clara meluapkan kekesalannya.


"Hadeeeh, iya-iya, ayo kalian semua ikut aku" Aldo yang geram berteriak, ia sungguh tertekan, ia lelah harus menjadi orang tau segala hal tentang semua orang.


Rev dan yang lain terbahak-bahak melihat Aldo yang tertekan.


"Udah jangan ketawa, ayo cepat katanya mau ketemu sama Cantika Putri itu" Aldo semakin emosi melihat mereka yang malah menertawainya.


"Iya ayo cepat bawa kita ke sana, jangan teriak-teriak, kita gak budeg!" ketus Clara yang jengkel sekali dengan Aldo.


"Ya Allah ya karim, untung aja kamu cewek, kalau bukan udah ku gantung kau di atas pohon toge!" geram Aldo.


"Emang toge ada pohonnya?" terkejut Steven yang seumur hidup tidak pernah mendengar nama pohon toge.


"Aaaaah gak penting, ayo cepat ikut aku" Aldo yang emosi berjalan duluan.

__ADS_1


Rasanya tak lengkap jika Aldo dan Clara tidak bertengkar terlebih dahulu.


Mereka semua mengikuti Aldo yang tak tau akan membawa mereka kemana.


__ADS_2