
"Kamu itu di suruh diem malah gak dengarin!" Rev melototkan matanya, hampir saja ia ketahuan gara-gara Clara.
"Maaf-maaf refleks" ujar Clara.
"Terus gimana kalau kasus Jia gak di proses, bukannya pihak sekolah bilang akan mengusut tuntas kasus ini" Aldo tak menyangka bahwa pihak sekolahan membiarkan begitu saja peristiwa kematian Jia.
"Awalnya memang gitu, aku dengarnya pihak sekolahan memang akan usut tuntas kasus ini, tapi kalian tau gak setelah keesokan harinya pihak sekolahan bilang kalau 7 polisi yang kemarin meninjau kembali kasus Jia di nyatakan meninggal lantaran di bunuh" jelas Rev penuh penekanan.
Mereka semua terperangah, mulut mereka ternganga, mereka tidak tau apapun tentang kabar polisi yang meninjau kematian Jia.
"Kenapa mereka bisa meninggal, siapa yang sudah bunuh mereka!" terkejut Angkasa.
"Yang bunuh mereka adalah orang yang sama yang sudah bunuh Jia dan Kayla, salah satu polisi yang berhasil selamat dari penjahat itu bilang kalau dia menyerah menyelidiki kasus ini sebab teman-temannya sudah di bunuh dengan sadis oleh sang pelaku, tak cuman itu, sang pelaku juga telah meneror keluarganya sehingga kasus kematian Jia tidak bisa di proses" tambah Rev yang semakin membuat mereka terguncang.
Mendadak mereka pun diam tak bergeming, pihak berwajib saja di bunuh dengan tragis oleh monster tersebut apalagi mereka yang seumuran jagung.
"Selain pihak berwajib gak mau ngurus kasus Jia, pihak sekolahan juga ingin menutup kasus ini dalam-dalam, karena bisa merusak citra sekolahan dan juga kalau sampai di endus media, pemerintah gak akan segan-segan mencabut wewenang sekolahan ini" sambung Rev yang semakin membuat mereka tak berkutik.
"Lalu gimana ini, jika pihak berwajib saja gak mau ngurus kasus Jia, apa yang harus kita lakukan, masa kita biarkan kasus Jia menggantung seperti ini" Steven ingin kejelasan dari kasus ini.
"Mau gak mau kita harus selidiki kasus ini sembunyi-sembunyi, jangan sampai pihak sekolahan tau, urusannya akan bertambah rumit jika mereka sampai tau" ujar Rev.
Mereka semua mengangguk kompak, mereka akan berusaha untuk menyelidiki kasus ini diam-diam, sebisa mungkin mereka tidak akan biarkan ada satu orangpun yang mengetahuinya.
"Kita gak akan bilang-bilang sama siapa-siapa, kita akan tutup mulut" jawab Steven yang di balas anggukan oleh mereka semua.
"Apa yang kalian dapatin tentang Kayla, kalian gak nemuin informasi terbaru lagi tentang dia?" Rev menatap bergantian orang-orang yang berada di dekatnya yang tak lain adalah teman-temannya.
"Aku dengar dari perbincangan teman-temannya yang menyebutkan kalau Kayla sempat menghubungi Olive sebelum meregang nyawa" jawab Aldo.
__ADS_1
"Terus-terus" mereka sudah tak sabar mendengar kelanjutannya.
"Si Olive ini bilang kalau Kayla kayak di kejar-kejar gitu, kayak paniklah singkatnya, tapi walaupun begitu si Olive gak bantuin Kayla, lalu setelah itu Kayla gak masuk sekolah dan hari ini kita menemukan jasadnya dalam keadaan sudah tidak bernyawa" jelas Aldo.
"Kenapa si Olive itu gak nolongin Kayla, dia sama Kayla kan sekelas" heran Rev.
"Olive bilang kalau Kayla itu jahat, dia pernah dorong dia dari tangga, sejak kejadian itu hubungan mereka jadi renggang, mereka udah gak berkawan lagi, dan Kayla jadi anak pendiam, dia jarang bergaul sama orang sejak saat itu" sahut Aldo.
"Ini misteri, aku rasa ada sesuatu yang menimpa Kayla, gak mungkin dia tiba-tiba berubah jadi anak pendiam gitu aja" Rev memiliki insting yang kuat, ia yakin ada sesuatu yang tersembunyi di balik diamnya Kayla.
"Kata Olive Kayla jadi pendiam itu semenjak gak di anggap temen lagi sama dia, posisinya pada saat itu Olive itu teman satu-satunya yang Kayla punya" timpal Aldo.
"Kalau cuman masalah itu, itu bukan masalah serius dan masuk akal, di sekolahan ini muridnya banyak, Kayla bisa cari teman lain lagi, gak perlu berlarut larut dalam kesedihan hanya karena di musuhi sama Olive" celetuk Rev.
"Benar apa kata Rev, kalau masalah itu aja gak mungkin Kayla sampai berubah jadi anak pendiam, pasti ada faktor lain yang telah bikin dia kayak gitu" imbuh Steven.
"Lalu bagaimana caranya kita bisa cari tau faktor yang menyebabkan Kayla dan Jia berubah jadi anak pendiam" Clara bingung harus bertanya sama siapa lagi, tak ada satupun orang yang bisa ia introgasi.
"Iya itu mereka, ayo kita ke sana" dengan secepat kilat Clara berlari mendekati keduanya bersama Angkasa.
Sementara Steven, Rev dan juga Aldo diam di tempat, percuma mereka mengikuti mereka karena mereka juga tidak bisa melihat sosok makhluk halus tersebut.
"Kayla Jia" sapa Clara yang membuat aktivitas mereka berdua terhenti.
"Hai kami di sini" balas Jia dengan seulas senyum manisnya.
Untuk pertama kalinya bagi Clara ia melihat senyuman tulus terukir di wajah mendiang sahabatnya, dulu Jia bisa di ajak ngobrol saja Clara sudah sangat bahagia.
"Jia tolong beri tau kami siapa yang sudah bunuh kalian, kami akan tangkap dia, kami mohon beri tau kami" mohon Clara yang ingin segera menangkap dalang utama dari misteri ini.
__ADS_1
Seketika raut wajah mereka berubah total, senyuman yang tadinya mengambang di wajah Jia dan Kayla pudar.
"Clara kami gak bisa bilang sama kamu siapa dia, kami yakin kamu bisa tangkap dia, tapi maaf sekali kami gak bisa bantu kamu" di balik suara Jia terdapat kesedihan yang di sembunyikan olehnya.
"Kenapa, kenapa kamu gak bisa bilang sama aku, Jia aku ini lagi berusaha nangkap dia dan itu gak akan terjadi kalau kamu gak ngasih tau kami" dengan wajah yang melas Clara terus memohon agar sahabatnya mau berterus terang tentang dalang utamanya.
"Clara sungguh kami gak bisa beri tau kamu, kami berharap kamu bisa tangkap dia, dia ada di sekolahan ini juga, aku yakin kamu bisa tangkap dia" seulas senyum menghiasi wajah Jia.
"Tapi Jia..."
Belum sempat Clara menyelesaikan ucapannya Jia dan Kayla sudah menghilang dari sana.
"Jia, Jia kamu di mana, Jiaa!" teriak Clara mencari keberadaan Jia di sekitar sana.
"Clara mereka sudah pergi, mereka benar-benar gak mau ngasih tau kita, percuma kita memohon sama mereka" wajah Clara semakin sedih mendengar ucapan Angkasa barusan.
"Kamu jangan sedih, cepat atau lambat kita pasti akan pecahin misteri ini juga!" Angkasa menenangkan Clara yang begitu terpukul atas kepergian Jia.
Rev, Steven dan Aldo kembali mendekati mereka.
"Gimana, apa yang kalian dapat dari Jia dan Kayla?" penasaran Rev.
"Gak ada, mereka gak bilang apa-apa kita, mereka sepertinya memang gak mau berterus terang tentang siapa dalangnya" jawab Angkasa.
Rev menghembuskan nafas berat."Kalau seperti itu kita lanjut pencarian lagi besok, sekarang kita harus pulang ke rumah masing-masing"
"Loh kok pulang, ini kan belum waktunya pulang" terkesiap Steven.
"Pihak sekolahan memulangkan semua murid, besok semuanya akan kembali normal seperti biasa, sekarang ayo kita pulang ke rumah masing-masing, besok kita kembali menyelidiki Kayla lagi"
__ADS_1
Mereka semua mengangguk setuju, dengan langkah berat mereka berjalan meninggalkan taman yang sudah sepi itu.
Setelah keluar dari taman mereka menatap sekeliling dan semuanya sudah kosong, para murid sudah pulang ke rumah masing-masing.