
Tak lama kemudian Cantika kembali ke ruang tamu dengan membawa nampan yang berisi minuman dan beberapa biskuit untuk Miranda.
"Loh kemana Miranda, kemana dia pergi, tadi dia ada di sini, kenapa sudah gak ada" kaget Cantika ketika kembali dari dapur sudah tidak menemuakn Miranda di sana.
"Apa dia udah pulang, tapi kenapa dia gak pamit, aku kan bilang tunggu aku sebentar, kenapa dia malah pergi" heran Cantika.
Cantika meletakkan minuman yang sudah di buat di meja, ia bingung kemana perginya Miranda, Cantika meninggalkan Miranda juga tidak lama, namun mengapa Miranda secepat itu perginya.
"Aneh, kenapa Miranda malah pergi gitu aja, aku penasaran apa yang ingin dia bicarakan, kenapa dia tumben-tumbenan datang kemari, ada masalah apa dia sebenarnya, dia dulu gak pernah begini" Cantika masih heran apa yang sebenarnya telah terjadi sehingga membuat Miranda mendatangi rumahnya.
"Tapi aku gak yakin Miranda pergi dari sini, aku rasa dia masih ada di sini, coba deh aku cari dia dulu, baru aku akan yakin kalau dia benar-benar pergi dari sini"
Cantika beranjak pergi, ia pun mencari Miranda di rumahnya, ia mencari kemana-mana keberadaan Miranda namun hasilnya nihil.
"Gak ada, dia memang gak ada, kayaknya dia memang benar-benar pergi, tapi kenapa dia malah gak pamit sama aku, seharusnya dia pamit dulu biar aku gak cemas sama dia"
Cantika yang sudah lelah mencari Miranda duduk di sofa dengan menerka-nerka apa yang sudah terjadi pada Miranda.
Drrt
Drrt
Drrt
Tiba-tiba hp Cantika bergetar, ia mengernyitkan dahi saat melihat nama Gina yang keluar.
"Gina? ngapain dia nelpon aku malam-malam begini, ku rasa ada yang gak beres ini, barusan Miranda yang datang kemari, sekarang Gina, aku rasa ada yang terjadi sama mereka"
Cantika tanpa pikir panjang langsung mengangkat telpon itu.
"Halo ada apa Gina?" tanya Cantika yang ingin tau tujuan Gina menghubunginya malam-malam begini.
"Cantika, Miranda meninggal dunia, dia meninggal tadi siang" ujar Gina dengan wajah yang panik.
"APA? MIRANDA MENINGGAL!" tersentak kaget Cantika, saking kagetnya ia sampai bangun dari duduknya.
"Bagaimana mungkin dia meninggal, kamu ngaco ya!" tutur Cantika yang tidak percaya atas apa yang sudah Gina beritahukan.
__ADS_1
"Bener, Miranda meninggal, dia meninggal tadi siang karena kecelakaan, aku baru tau sekarang dari Elvy tetangga Miranda, dia yang bilang kalau Miranda meninggal dunia, mangkanya aku langsung kasih tau kamu" jawab Gina berusaha untuk menyakinkan Cantika.
Cantika tercekat, ada yang tidak benar menurutnya, ia masih belum bisa yakin sepenuhnya bahwa Miranda orang yang baru beberapa menit yang lalu ia temui telah meninggal.
"Gak mungkin Miranda meninggal gin, barusan itu aku ketemu sama dia, dia datang ke rumah aku, masa iya orang yang barusan aku temui itu udah meninggal tadi siang" tak percaya Cantika.
Cantika benar-benar tak mempercayai sama sekali ucapan Gina yang menyebut bahwa Cantika telah meninggal dunia.
"Aku bilang yang sebenarnya ca, Miranda itu benar-benar meninggal, dia kecelakaan di jalan sakura" sahut Gina dengan nada yang sangat serius.
"Terus kalau memang bener Miranda meninggal, lalu siapa yang barusan aku temui dan aku ajak ngobrol itu?" bertanya-tanya Cantika dengan keanehan yang menimpanya.
"Mana aku tau, aku gak tau apapun, aku cuman ngasih tau bahwa Miranda telah meninggal dunia, dia tewas di tempat sama supirnya" tutur Gina penuh penekanan.
Cantika masih belum menerima fakta ini, namun berita yang Gina bawakan mampu membuatnya shock berat.
"Kok bisa dia kecelakaan?" kaget Cantika dengan wajah yang sangat shock.
Orang yang tadi siang Cantika temui dan ajak ngobrol, mereka juga sempat bercanda kini ia kabarkan telah tutup usia.
Cantika benar-benar tercekat, ia terguncang hebat dengan berita kematian sahabatnya, dalam 1 hari dua sahabatnya telah tewas dalam waktu yang berdekatan.
"Ya ampun Miranda, kasihan banget dia" iba Cantika akan nasib Miranda yang tewas dengan tragis seperti itu.
"Aku cuman mau beri tau kamu kabar itu, aku tutup dulu, aku mau beri tau yang lain, kamu jaga diri, walaupun gak ada Dyera, kita harus tetap waspada, bisa aja ada orang yang gak suka sama kamu dan malah berniat buat celakain kamu" perintah Gina yang akan terus waspada karena keadaan masih belum di katakan aman.
"Iya, aku akan tetap hati-hati, makasih infonya" Gina membalas dengan dehaman, ia kemudian mematikan sambungan telpon.
Cantika langsung terguncang, apa yang barusan terjadi dengan informasi yang Gina bawa benar-benar bertolak belakang.
"Gina bilang kalau Miranda udah meninggal lalu yang barusan aku ajak masuk ke dalam itu siapa?" tercekat Cantika yang tiba-tiba gemetaran.
"Jangan bilang itu hantu?" mulut Cantika terbuka dengan lebarnya, hanya hantu yang bisa melakukan itu.
"Gak mungkin, gak mungkin, gak mungkin itu hantu" bantah keras Cantika akan tudingan tersebut.
"Dia gak mungkin hantu, selama ini aku berkawan baik dengan Miranda, mana mungkin dia tega datangin aku, aku gak punya salah sama sekali sama dia" Cantika tetap tak percaya kalau yang ia temui barusan itu hantu bukan sahabatnya.
__ADS_1
Mendadak Cantika menjadi merinding tanpa sebab, walaupun pikirannya membantah apa yang barusan terjadi itu salah, tapi hati dan ingatan tidak bisa di bohongi.
Cantika menelan ludah pahit saat tiba-tiba ada angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahnya, biasanya angin sepoi-sepoi itu membuatnya tenang namun mengapa malam ini malah membuatnya merinding tanpa sebab.
"Kenapa aku merinding gini, Cantika kamu jangan takut, gak akan ada yang terjadi sama kamu, semuanya akan baik-baik saja, kamu jangan takut, apa yang barusan terjadi itu salah, jangan kamu pikirkan" Cantika berusaha membuang jauh-jauh momen di mana dia membawa Miranda masuk ke dalam rumah namun sulit baginya untuk menghilangkannya.
Cantika mengambil nafas panjang, lalu menghembuskannya secara pelan-pelan, ia menyakinkan dirinya bahwa dia bisa melewati masa sulit ini sendiri.
"Aku harus bisa tenang, aku gak boleh panik, semuanya aman, ingat semuanya aman" tutur Cantika pada dirinya sendiri yang terus beranggapan bahwa yang tadi ia temui adalah makhluk halus.
Cantika membuka matanya, ia melirik jam yang sudah larut malam.
"Udah mau jam 3, aku harus tidur biar besok gak kesiangan bangunnya"
Cantika melangkah menuju kamarnya, matanya tiba-tiba tidak terasa kantuk, tapi ia harus tidur, agar tidak memikirkan keanehan yang tadi menimpanya.
tok
tok
tok
Suara ketukan kembali terdengar, entah kenapa tubuh Cantika menegang, ia bergetar di tempat, pikiran-pikiran buruk datang menghampirinya.
"Siapa yang ngetuk pintu malam-malam begini, apa mungkin itu Miranda?" pikir Cantika yang overthinking.
"Aku gak mau bukain dia pintu, Gina bilang dia udah meninggal, aku gak mau di datangin apalagi di ganggu sama dia" ketakutan Cantika.
Malam ini merupakan satu-satunya malam yang membawa petaka pada Cantika, sebelumya ia tidak begini.
tok
tok
tok
Suara ketukan pintu semakin keras terdengar, Cantika makin ketakutan, tak ada satu orangpun yang bisa ia minta tolong, di rumahnya ia sendirian, ia takut untuk membuka pintu.
__ADS_1