Misteri Kematian Di Sekolah

Misteri Kematian Di Sekolah
Aksi gila Cantika


__ADS_3

"Begitu ceritanya, aku takut Aldo, aku takut dia bunuh mama, aku gak mau dia menghabisi mama, aku gak mau itu terjadi" Cantika gelisah, walaupun ia sudah bercerita pada mereka namun hal itu menenangkan dirinya sama sekali.


Keresahan semakin terjadi, Cantika gelisah tak karuan, surat ancaman itu berhasil membuatnya ketakutan, ia tidak bisa mengabaikan surat ancaman itu, karena musuhnya bukan orang sembarangan.


"Cantika kamu tenangin diri kamu, gak akan ada yang terjadi sama kamu, ibu kamu juga gak akan kenapa-napa, percaya deh sama aku, semuanya akan aman, ada aku di sini, aku yang akan lindungi kamu" Aldo berusaha untuk melindungi Cantika, ia tak akan membiarkan penjahat itu menghabisi Cantika.


Cantika menggelengkan kepalanya dengan air mata yang berjatuhan."Enggak al, aku gak bisa tenang, aku gak bisa tenang, dia akan lenyapin mama aku, aku gak mau itu terjadi, aku gak mama aku yang kena getahnya"


Meskipun Aldo telah berusaha untuk menenangkan Cantika, tetapi Cantika tetap saja tidak bisa tenang, pikiran buruk masih saja datang menghantuinya, ia yang ketakutan melangkah mundur menjauhi Aldo.


"Ca semuanya akan baik-baik saja, ada aku dan yang lain yang bakal lindungi kamu, kita tidak akan biarkan ada apa-apa sama kamu, kita juga akan lindungi ibu kamu, kamu tidak perlu khawatir, kalau sekiranya dia berbahaya, kita akan lapor sama polisi" Aldo terus berusaha menenangkan Cantika, ia melihat dengan jelas guratan kecemasan dan juga ketakutan yang terpancar di wajah Cantika.


Kepala cantik hanya terus menggeleng, sementara kakinya terus melangkah mundur.


"Enggak al, enggak, dia gak akan berhenti, sampai kapanpun dia tidak akan berhenti" ujar Cantika.


Cantika yang gelisah, takut serta cemas menjatuhkan tubuhnya dari balkon.


"Cantikaaaaaa!" teriak Aldo keras, Aldo terkejut melihat tindakan Cantika yang malah bunuh diri tepat di depannya.


Mereka semua yang berada di sana juga berteriak dengan keras, mereka shcok dengan tindakan Cantika yang malah putus asa dan milih mengakhiri hidupnya sendiri.


Mata Clara yang melihat ulah gila Cantika melotot sempurna, ia menggigit dengan keras tangan Rev yang membekam mulutnya lalu berlari mendekati balkon.


Rev kesakitan, gigitan Clara benar-benar menyakitkan baginya.


"Cantika" teriak Aldo yang tertegun melihat seorang wanita yang terbaring bersimbah darah di bawah setelah usai melompat dari balkon.


"Cantika" Aldo yang panik berniat akan melompat dari balkon.

__ADS_1


Dengan cepat Clara menghentikan niat Aldo yang akan melakukan tindakan konyolnya.


"Kamu gila apa, kamu jangan lompat al, pikirkan nyawa kamu sendiri, kamu jangan mati konyol di sini!" pekik Clara yang tak habis pikir dengan tindakan Aldo yang akan mengancam nyawanya sendiri.


"Clara lepasin aku, aku mau turun, aku mau selamatkan Cantika" titah Aldo yang khawatir pada Cantika, ia sangat takut ada apa-apa yang terjadi pada Cantika.


"Aku tau kamu khawatir, tapi gak gini juga, ini namanya ngorbanin nyawa kamu sendiri, kamu jangan gila, kamu jangan turun dari sini, ini berbahaya" Clara melarang keras tindakan Aldo yang di duga akan membahayakan nyawanya sendiri.


Clara tidak mau di antara mereka ada yang terluka hanya karena melompat dari balkon untuk bisa segera sampai di bawah dengan singkat.


"Terus aku harus gimana!" teriak Aldo yang udah panik dan cemas dengan keadaan Cantika yang tidak bergerak di bawah, seluruh tubuhnya di penuhi darah yang terus mengalir.


"Kita turun lewat tangga, jangan lompat, itu akan membahayakan diri kita sendiri" lerai Rev, ia menjadi penengah di kala situasi yang mendebarkan seperti ini.


Mereka tak ada yang menjawab, mereka langsung berlari turun dari lantai 3, mereka bergegas ke lapangan yang di sana terdapat Cantika yang tergeletak dengan darah yang mengalir di mulut, hidung dan juga kepala.


Mereka panik, mereka sibuk di tempat, salah satu di antara mereka semua berlari ke kantor untuk melaporkan kejadian ini.


Aldo dan yang lain yang kini udah tiba di lantai 1 langsung berlari mendekati kerumunan orang yang mengelilingi Cantika.


Aldo yang panik dan khawatir menerobos kerumunan, ia tidak peduli sama siapapun saat ini, yang lebih penting menurutnya saat ini hanyalah Cantika, nyawa Cantika lebih penting dari segalanya.


Aldo mendekati Cantika yang kesakitan, darah dari mulut Cantika terus mengalir dan tak kunjung berhenti.


"Cantika, Cantika kamu jangan tinggalin aku, kamu bertahanlah, aku akan bawa kamu ke rumah sakit" panik Aldo yang khawatir dengan keadaan Cantika yang mengkhawatirkan.


Aldo tanpa aba-aba langsung menggendong tubuh Cantika ala bridal style, ia akan menyelamatkan Cantika, tidak akan dia biarkan Cantika tewas karena depresi dengan teror yang di kirim langsung oleh penjahat itu.


Semua anak-anak yang berkerumun di sana menyingkir, mereka memberi Aldo jalan, mereka tidak akan menghalangi niat Aldo yang akan menolong Cantika.

__ADS_1


Rev berlari menuju parkiran, ia bergegas mengambil mobilnya, ia yang akan mengantar Cantika ke rumah sakit.


Cantika harus segera di tolong, sebelum nyawanya melayang.


Kepanikan terus terjadi di sana, semua orang bertanda tanya ada apa yang terjadi sama mereka sehingga Cantika terluka separah itu.


"Al cepet bawa masuk Cantika ke dalam" suruh Rev yang sudah berada di depan gerbang dengan mobilnya.


Aldo tanpa menjawab langsung membawa Cantika masuk ke dalam.


"Kalian tunggu di sini, tunggu perkembangannya dari ku, kalian jangan ikut" titah Angkasa pada personil band Amanda.


"Tapi sa kita mau ikut juga" Aryan ingin tau keadaan Cantika, ia ingin tau kondisi Cantika, ia juga ikutan cemas melihat tindakan Cantika yang benar-benar gila.


"Aku mohon kalian tunggulah di sini saja, aku akan kabarin kalian, kita gak akan lama kok" larang Angkasa.


Mereka pun pasrah, mereka tak ada yang ikut, hanya Angkasa, Rev, Steven, Clara dan Aldo yang ikut membawa Cantika ke rumah sakit.


Bryan dan yang lain menatap mobil Alphard berwarna putih yang membawa kawan-kawannya yang lain.


Di dalam mobil Aldo panik saat darah terus mengalir dari mulut Cantika, mata Cantika masih terbuka namun ia terlihat sulit untuk mengeluarkan suara.


"Cantika kamu bertahanlah, kamu harus bertahan, kita akan segera sampai di rumah sakit, kamu akan segera sembuh, kamu jangan takut sama dia, ada aku yang akan berdiri di harda terdepan jika ada apa-apa yang terjadi sama kamu" cemas Aldo yang terus memegang erat tangan Cantika yang dingin yang dingin seperti es batu.


Air mata mengalir di pelupuk mata Cantika, ia bisa melihat betapa khawatirnya teman masa kecilnya itu, tapi ia melakukan ini dengan tujuan yang jelas.


"Kamu bertahanlah, kamu jangan menyerah, ada aku di sini, aku akan lindungi kamu, kamu jangan khawatir, aku tidak akan biarkan kamu terluka" tutur Aldo memberi Cantika semangat.


"Benar itu ca, kamu jangan takut, ada kami di sini, kamu jangan khawatir, dia gak bakal ngapa-ngapain kamu" sahut Steven biar Cantika tidak putus asa.

__ADS_1


__ADS_2