
Tak ada tanggapan sama sekali dari diri Cantika, matanya memang masih terbuka, ia hanya berusaha untuk menahan rasa sakit yang menyerangnya saat ini.
"Cantika kamu bertahanlah, aku akan bawa kamu ke rumah sakit, kamu akan segera sembuh habis ini" Aldo terus memberikan semangat pada Cantika yang tengah berusaha menahan rasa sakit namun bibirnya tetap diam, ia tidak mengeluarkan keluh kesahnya agar mereka tidak semakin khawatir.
Kepala Cantika terus menggeleng, air mata terus mengalir di pelupuk mata Cantika.
"Al, jangan selamatkan aku, berhenti" titah Cantika dengan suara lemasnya.
Cantika benar-benar telah putus asa, ia tidak memiliki semangat sama sekali untuk hidup.
"Apa maksud kamu, kamu jangan ngomong kayak gitu Cantika, kamu jangan putus asa, itu gak boleh!" teriak Aldo yang emosi lantaran Cantika yang sudah putus ada.
Cantika hanya menangis."Al aku lakuin ini demi kebaikan bersama, aku gak bisa hidup, dia ingin salah satu di antara aku dan mama ku, mama udah berjuang menghidupi ku selama ini, dia selalu berkorban, aku gak mau kali ini dia juga yang berkorban, dia gak tau apa-apa dalam masalah ini, aku tidak rela kalau dia yang jadi korbannya"
Demi menyelamatkan ibunya Cantika rela melakukan tindakan berbahaya ini, ia tak mau sosok ibu yang selama ini selalu bersamanya menjadi korban atas masalah yang ia hadapi.
"Ca kita bisa hindari hal itu, kamu jangan gegabah, gegabah itu gak baik, kita bisa minta tolong sama polisi, kamu jangan main ngambil keputusan gitu aja!" marah Aldo yang sangat tidak suka dengan tindakan Cantika yang benar-benar gila.
"Enggak bisa al, kita gak bisa minta tolong sama siapapun, harus aku atau mama ku yang tumbang hari ini, aku gak mau mama aku yang jadi korbannya, lebih baik aku aja yang mati, karena dia dari awal memang udah ngincer nyawa aku" jelas Cantika dengan susah payah, ia sulit untuk berbicara, keadaannya tubuhnya semakin melemah.
"Enggak ca, kamu jangan pergi, kamu harus bertahan, kamu gak boleh tinggalin aku" pertegas Aldo agar Cantika mau bertahan demi dirinya.
Cantika tak menyahuti ucapan Aldo, matanya tiba-tiba terpejam, tangan Cantika lemas tak bertenaga.
Aldo langsung panik, pikirkan buruk menghantuinya."Ca, ca bangun, Cantika bangun, kamu bertahanlah, kamu jangan tinggalin aku, kita akan selesain masalah ini bersama-sama, aku mohon kamu jangan pergi tinggalin aku"
Aldo panik, melihat Cantika yang tidak bergerak membuatnya semakin panik.
__ADS_1
"Ca, Cantika bangun, kamu harus bertahan, kamu jangan tinggalin aku, aku mohon jangan tinggalin aku, Rev lebih cepat lagi, kita harus bawa Cantika ke rumah sakit, dia harus segera di tolong" teriak Aldo yang panik.
Rev tak menyahut, ia semakin menambah kecepatan, ia begitu fokus mengendari mobil, ia akan membawa Cantika ke rumah sakit dengan secepat mungkin.
Mereka yang berada di dalam mobil semuanya panik, mereka khawatir berat pada Cantika yang sudah tidak bergerak, matanya terpejam kuat, mereka takut terjadi apa-apa sama Cantika.
"Ca bangun, caca jangan tinggalin aku, aku mohon kamu jangan pergi, aku yang akan hadapi dia, kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan tinggal diam, tapi aku mohon kamu bangunlah" Aldo yang panik menangisi Cantika, ia sangat takut terjadi apa-apa sama Cantika.
"Al kamu jangan nangis, Cantika akan baik-baik saja, dia tidak akan kenapa-napa" Steven berusaha untuk menenangkan Aldo yang sangat takut kehilangan Cantika.
"Dia gak bergerak, dia gak bergerak sama sekali, aku takut ada apa-apa yang terjadi sama dia" tutur Aldo yang gelisah dan khawatir parah, pendiriannya runtuh, ia begitu khawatir akan keadaan Cantika.
"Aku yakin al Cantika akan baik-baik saja, dia tidak akan kenapa-napa, dia pasti bisa sembuh" tambah Angkasa yang membantu Steven untuk menenangkan Aldo yang cemas.
"Rev lebih cepat lagi, kita harus segera bawa Cantika ke rumah sakit, sebelum dia kenapa-napa" suruh Clara yang semakin panik.
Di sepanjang perjalanan Aldo menangisi Cantika, ia berusaha membangunkan Cantika, namun tak ada tanggapan sama sekali dari diri Cantika.
Mereka risau, mereka sangat takut terjadi hal buruk pada Cantika, melihat luka yang cukup parah di tubuh Cantika pikirin buruk itu tiba-tiba datang menghampiri.
Apalagi darah yang terus mengalir di mulut, hidung serta kepala tak ada henti-hentinya sama sekali.
Rev membawa mereka ke rumah sakit terdekat, Aldo langsung turun dengan menggendong tubuh Cantika yang terluka parah.
"Dokter, dokter tolong kami" teriak Aldo panik sembari menggendong Cantika.
Suster-suster yang mendengarnya langsung berlari dengan membawa brankar, mereka akan menolong Cantika dengan semaksimal mungkin.
__ADS_1
"Letakkan di sini" titah suster pada Aldo.
Aldo meletakkan tubuh Cantika di brankar, mereka semua mendorong brankar itu ke ruang UGD.
"Cantika kamu bertahanlah, kamu harus sembuh, kamu harus kuat" titah Aldo sembari mendorong brankar itu ke ruang UGD.
Tak ada tanggapan sama sekali dari diri Cantika, matanya masih terpejam kuat, tak ada tanda-tanda akan terbuka sama sekali.
Mereka semakin panik, namun mereka hanya bisa berdoa untuk kesembuhan Cantika.
Suster-suster itu membawa Cantika masuk ke dalam ruangan UGD, sementara mereka di larang masuk ke sana, mereka menunggu di depan ruang UGD dengan tidak tenang.
"Semoga tidak ada apa-apa yang terjadi sama Cantika, aku tidak akan bisa bayangin jika terjadi sesuatu yang buruk padanya" Aldo memikirkan keadaan Cantika dengan tidak tenang, ia mondar-mandir, wajahnya cemas memikirkan Cantika.
"Kamu tenanglah Aldo, Cantika pasti akan baik-baik saja, dia pasti akan bisa bertahan, kita pasti akan bisa nyelamatin dia" Steven berusaha menenangkan Aldo yang tidak bisa diam dan terus menerus cemas.
"Gimana aku bisa tenang, Cantika terluka separah itu, aku takut ada apa-apa sama dia" Aldo yang cemas menumpahkan segala amarahnya.
Di wajah Aldo sangat jelas terlihat bahwa ia begitu khawatir akan keadaan Cantika yang terbilang cukup parah.
"Tapi dengan panik itu tidak akan nyelesain masalah, kita hanya tinggal berdoa saja semoga Cantika bisa sembuh" timpal Angkasa.
"Betul itu al, kita lebih baik berdoa untuk kesembuhan Cantika" setuju Clara.
Aldo masih tetap panik, meskipun banyak orang yang berusaha untuk menenangkannya.
Aldo tetap mondar-mandir ke sana kemari, ia menunggu perkembangan kondisi Cantika dengan cemas.
__ADS_1
"Ya Allah tolong sembuhkanlah Cantika, selamatkanlah dia ya Allah, berilah dia kesembuhan" batin Aldo berdoa yang terbaik untuk Cantika.