
Ariana menangis kejer di perpustakaan, Angkasa diam menyaksikan, percuma ia menenangkan sebab ia dan Ariana layaknya dua orang yang beda alam.
Puas menangis Ariana meninggalkan perpustakaan dengan langkah gontai. Pikiran berkecamuk, batin, hati dan raga tersiksa dengan luka yang di sebabkan dari hubungan asmara.
Angkasa membuntuti Ariana yang tengah kacau, suasana hatinya remuk redam.
"Ariana"
Ariana yang di teriaki pun berhenti, menatap malas orang yang memanggilnya lalu kembali berjalan.
"Ariana tunggu, Ariana berhenti sebentar, ada hal yang mau aku sampaikan pada mu" mohon seorang gadis kulit putih, hidung mancung, rambut terurai, bibir tipis tersebut.
Tak ada respon, Ariana tak menuruti keinginan gadis yang di ketahui bernama Katya.
Angkasa menatap gadis yang mencoba menghentikan Ariana seksama.
"Jadi ini yang namanya Katya, tega banget sama Ariana, cewek macem apa dia!" Omel Angkasa kesal sendiri.
"Ariana aku mohon sama kamu berhenti, aku mau bilang sesuatu sama kamu, ini menyangkut Ester"
Langkah Ariana terhenti, lalu berbalik badan menghadapnya.
"Apa yang mau kamu bilang, kamu mau bilang apa tentang Ester?" Tanya Ariana mencoba menahan amarah yang ia pendam.
Gadis bernama Katya bukannya menjawab malah celingukan, di tempat di mana ia berdiri banyak anak-anak, meski berjarak-jarak.
Katya adalah orang yang membuat hidup Ariana berubah, semenjak kedatangan Katya di hidup Ariana hubungannya dengan Ester tidak lagi harmonis.
Katya adalah orang ketiga yang hadir di tengah hubungan Ester dan Ariana dengan alih-alih ingin berteman, tapi terkesan melebihi pancaran.
"Pokoknya ini penting, ini semua menyangkut Ester, kamu harus tau, aku yakin kamu belum tau apapun tentang Ester" ujar Katya serius.
"Katakan aja, aku akan dengar kok" suruh Ariana.
Mata merah, sembab masih tampak jelas, saat ini Ariana berperang melawan amarah yang meledak-ledak, kala teringat momen-momen Katya dan Ester emosi langsung naik lebih cepat bahkan melampaui batas.
"Aku gak bisa bilang di sini, tolong kamu ikut aku, aku akan bilang sebenarnya tentang Ester sama kamu" ajak Katya.
"Oke" setuju Ariana.
Ariana terpaksa setuju, ia pun juga penasaran apa yang sebenarnya ingin Katya katakan, mengapa Katya membawa-bawa nama Ester.
Angkasa penasaran apa yang akan Katya katakan ia pun mengikuti mereka tak mau ketinggalan berita.
Sakit hati yang bersarang di hati Ariana ingin rasanya ia mencekik seorang gadis yang berjalan di depannya.
Dendam dan penuh amarah Ariana jatuhkan pada Katya. Saat ini sulit bagi Ariana untuk memaafkan Katya yang telah membuat hatinya tergores.
__ADS_1
Sejak kedatangan Katya, Ester berubah dan dia lebih peduli pada Katya ketimbangnya.
Katya membawa Ariana ke belakang sekolah yang sepi, seorang pun tak ada yang berlalu lalang.
"Apa yang mau kamu bilang, ada apa sama Ester?" Tagih Ariana akan janji Katya.
Senyum tak terukir sedikitpun di wajah Ariana, kekecewaannya pada Ester begitu besar. Tapi walau pun begitu Ariana tetap tenang, mencoba menahan segala amarah yang tertuju pada Katya.
"Gak ada apapun sama Ester, dia baik-baik aja" ujar Katya.
"Kalau gak ada apa-apa sama Ester ngapain kamu ngajak aku kemari" keheranan Ariana atas ucapan Katya yang tidak berkesinambungan dengan tindakannya.
"Ariana aku minta kamu putusin Ester, dia itu gak pantes buat kamu, kamu gak cocok sama dia!" Titah Katya.
Sikap Katya berubah total, saat mengajak Ariana sikap baik dan ramah Katya tunjukan, tapi mengapa setelah tiba di lokasi Katya malah menunjukkan sifat aslinya.
"Kalau aku gak mau gimana" dengan tenang Ariana menolak, meski dendam menggebu-gebu di hati.
"Pokoknya kamu harus tinggalin Ester, Ester itu milik ku dan hanya aku yang pantes bersamanya bukan kamu!" Ucap Katya mencoba merusak hubungan Ariana dan Ester yang telah terjalin sejak dulu.
Ariana tersenyum kecut."Ternyata benar tebakan ku, kalau sebenarnya kamu itu memang punya niatan buat ambil Ester dari ku. Tapi waktu itu ada orang yang bilang kalau dia gak mungkin ambil cowok orang, tapi faktanya beda"
"Kamu nyindir aku?" Geram Katya.
Katya tidak terima Ariana mengungkit apa yang dulu pernah ia katakan pada semua orang.
"Yaah karena kamu bodoh aja, udah tau kalau aku suka sama Ester masih aja biarin aku dekat sama dia" Katya tertawa terbahak-bahak atas kebodohan Ariana.
Hanya Ariana satu-satunya orang yang tetap diam saat Katya mencoba mengambil Ester, padahal Ariana sudah merasa kalau Katya punya tujuan lain di balik tingkahnya yang kegatelan.
"Aku bukan bodoh Katya, aku cuman ingin lihat siapa sebenarnya yang murahan di sekolah ini"
Kata-kata Ariana menusuk hati hingga ke jantung Katya, singkat tapi membekas.
Katya langsung meradang, hatinya langsung di selimuti amarah, tangannya terkepal kuat.
"Apa kamu bilang, murahan? Gak yah, aku gak murahan!" Pertegas Katya tak suka di cap cewek murahan dari orang yang Katya benci.
Ariana tertawa terbahak-bahak, suara tawa yang keluar itu penuh dendam, sakit hati dan kesal sehingga terdengar tawa tidak tulus.
"Katya-katya, percuma kamu membela diri, semua orang juga udah nilai kamu cewek murahan, kalau bukan murahan mana mungkin ada seorang wanita yang mati-matian ngejar cowok orang. Dari sana udah terlihat betapa murahnya kamu" ujar Ariana terus tertawa paksa.
Telinga Katya panas, tubuhnya di serang amarah, tangan Katya terkepal kuat, ia benar-benar tidak suka di tertawakan.
"Banyak omong, rasain ini"
Slash
__ADS_1
Tebasan pisau seukuran pisau dapur tertancap di perut Ariana.
Tawa Ariana terhenti, Ariana mematung, dengan shock melihat perutnya yang tertancap pisau. Darah-darah seger mengalir keluar.
Ariana menatap Katya dengan tak percaya."K-katya kau!"
Ariana tercengang, tak di sangka Katya akan melakukan ini padanya.
Angkasa yang berada di lokasi dan melihat jelas perdebatan mereka tercekat, ia menutup mulut tak percaya.
Katya diam, tak merespon hanya memberikan tatapan maut pada gadis yang pelan-pelan mulai kehilangan keseimbangan.
Brukkk
Tubuh Ariana ambruk, darah dari perut terus keluar, mata Ariana langsung terpejam kuat.
"Ariana, Ariana, Ariana"
Katya tiba-tiba panik, ia menjadi takut sendiri setelah melihat jika Ariana tak bergerak meski ia panggil-panggil.
"Kenapa Ariana gak bergerak, jangan-jangan-
"Gak mungkin, gak mungkin aku yang udah bunuh dia, gak mungkin itu terjadi"
"Aku gak bersalah, dia mati sendiri, aku gak bersalah, aku gak bersalah" histeris Katya takut pada dirinya sendiri.
Wajah Katya memucat, gadis yang ia tusuk dengan pisau tergeletak tak sadarkan diri, ia di buat panik atas tindakannya di kala emosi yang meluap-luap.
"Aku harus apa ini, aku gak mau masuk penjara, aku harus singkirin semua bukti, aku gak mau di salahkan atas kematian Ariana, aku gak mau" ucap Katya.
Katya membereskan segala kejahatannya dengan bantuan pamannya, Katya menugaskan pamannya untuk membuang mayat Ariana ke tempat yang jauh dan tidak boleh ada yang menemukan mayatnya agar dia tetap aman.
Angkasa geleng-geleng kepala, mengelus dada dengan tak percaya.
"Udah salah, masih mau lari dari kesalahan"
"Seharusnya dia merasa bersalah, eh malah mencoba menutup kesalahan, benar-benar gak habis pikir aku sama dia"
"Kenapa tega banget bikin Ariana meninggal, cewek macem apa dia, aku sumpahin dia merasa bersalah seumur hidup" sumpah Angkasa.
Angkasa menyaksikan betul tragedi kematian Ariana yang di bunuh oleh Katya, musuhnya sendiri.
Angkasa sedikit miris dengan nasib Ariana yang begitu buruk karena bertemu dengan orang-orang jahat di sepanjang hidupnya berjalan.
Paman Katya membuang jasad Ariana ke sebuah hutan Pinus yang saat ini di jadikan camping oleh Angkasa dan kawan-kawannya.
Tak ada yang mengetahui jika Ariana meninggal, orang-orang juga tidak tau kalau Ariana di bunuh oleh Katya hingga detik ini.
__ADS_1