Misteri Kematian Di Sekolah

Misteri Kematian Di Sekolah
Rahasia besar yang terpendam


__ADS_3

"Orang yang barusan kamu sebut itu adalah orang yang sudah 1 tahun yang lalu meninggal dunia" tutur gadis itu.


Sontak Angkasa terkejut bukan main, mulutnya terbuka dengan lebarnya saking terkejutnya.


"MENINGGAL DUNIA!" terkesiap Angkasa.


Widya mengangguk cepat."Iya dia sudah meninggal dunia sejak 1 tahun yang lalu, namanya Sinta, dia meninggal di sini karena di dorong sama Dyera, kamu jangan bilang sama siapa-siapa ya kalau Dyera yang udah bunuh dia"


Widya memperingati Angkasa, ia melihat ke kanan dan kiri yang sepi, tak ada satupun anak-anak yang berada di dekatnya saat ia mengatakan hal itu.


"Kenapa, kenapa aku gak boleh bilang sama siapa-siapa?" Angkasa mengerutkan alis tanda tak mengerti.


"Karena nanti nyawa kamu yang akan terancam, selain nyawa kamu, nyawa ku juga akan dalam bahaya, memang sekarang Dyera udah meninggal, tapi teman-temannya masih hidup, mereka pasti akan menuntut balas atas tindakan ku yang kembali membuka berita yang sudah lama terpendam, aku gak mau nyawa ku jadi ancamannya, aku mohon sama kamu, kamu jangan bilang sama siapa-siapa, simpan masalah ini dengan sebaik mungkin" mohon Widya yang benar-benar ketakutan, karena kecerobohannya ia hampir saja dalam bahaya.


Angkasa menganggukkan kepalanya."Iya, aku akan simpan masalah ini dengan sebaik mungkin, kamu jangan khawatir, aku gak akan ember kok, oh ya Sinta itu ada masalah apa sama geng itu, kok bisa mereka dorong Sinta sampai meninggal dunia?"


"Sinta itu adalah satu anak pinter di sekolahan ini, dan kepintarannya mengalahkan Dyera, Dyera merasa Sinta akan membahayakan dirinya, maka dari itu Dyera dan kawan-kawannya menyingkirkan Sinta dari sekolahan dengan cara melenyapkannya, sejak Sinta meninggal karana jatuh dari tangga, gak ada satupun anak yang mau melewati tangga ini, mereka semua pada takut lantaran ada yang bilang kalau Sinta gentayangan, Sinta pernah menampakkan dirinya yang seram di tangga ini saat ada orang yang akan melintas, seram bukan" Widya menceriakan segalanya dengan suara yang sangat pelan, ia tak mau ada orang lain yang mendengarnya.


Angkasa menelan ludah pahit, ternyata kekejaman geng itu benar-benar telah di luar nalar, mereka memang sudah keterlaluan menghukum seseorang.


"Lebih parahnya lagi gak ada satupun orang yang tau kalau Sinta di bunuh sama anak kepala sekolah dan teman-temannya" tambah Widya, saat mengatakan itu Widya menoleh ke kanan dan kiri, ia memastikan kembali bahwa tidak ada orang yang mendengar penuturannya.

__ADS_1


Mulut Angkasa ternganga, matanya melotot saking terkejutnya."Kok bisa gak ada yang tau, apa orang-orang gak ada yang curiga sama kematian Sinta?"


Kepala Widya menggeleng."Gak ada satupun yang curiga, mereka menduga Sinta meninggal karena gak sengaja jatuh dari tangga, anak kepala sekolah itu juga gak bilang apa-apa, dia tutup mulut dan membuat tragedi kematian Sinta menggantung sampai detik ini, pernah ada yang mengira bahwa Sinta meninggal karena di bunuh tetapi kepala sekolah langsung membantah bahwa insiden meninggalnya Sinta karena sebuah kecelakaan, bukan karena campur tangan orang lain, dia melakukan itu agar anaknya yang bernama Dyera Erly itu tidak tersangkut paut dalam masalah ini"


"Kalau semua orang gak tau jika Sinta meninggal karena di dorong dari tangga sama Dyera, kenapa kamu tau?" heran Angkasa.


"Kamu jangan bilang sama-sama siapa-siapa ya" peringatan Widya karena masalah itu benar-benar bersifat rahasia.


Angkasa mengangguk, ia akan menjaga rahasia yang akan Widya beritahukan padanya dengan sebaik mungkin.


"Aku bisa tau kalau Sinta meninggal karena di dorong sama Dyera lantaran aku melihat dengan jelas ulah Dyera, aku menyaksikan langsung bagaimana Dyera dan teman-temannya mendorong Sinta sampai jatuh dan meninggal dunia, tapi di antara mereka gak ada yang sadar kalau tindakan mereka telah di lihat oleh orang lain" tambah Widya.


"Pantesan kamu tau siapa yang sudah bunuh Sinta ternyata kamu berada di lokasi" kepala Angkasa tampak manggut-manggut mendengar cerita Widya.


"Iya, aku gak akan bilang sama siapa-siapa, kamu gak perlu khawatir, rahasia mu aman bersama ku" ujar Angkasa yang sedikit menyejukkan hati Widya.


Widya celingukan menatap ke kanan dan kirinya yang masih kosong, tak ada satupun yang melintasi tempat tersebut.


"Udah aku mau balik ke kelas, aku harap hari mu menyenangkan, kalau kamu ingin tetap hidup tenang jangan mencari gara-gara dengan geng pembully itu" peringatan Widya.


"Iya, aku gak akan lakuin itu, terima kasih atas informasinya" jawab Angkasa.

__ADS_1


Widya membalas dengan senyuman manisnya, ia kemudian melangkah meninggalkan Angkasa dan kembali ke dalam kelasnya yang berada di lantai 2.


Suasana di tempat Angkasa berdiri sepi dan sunyi, tak ada satupun anak-anak yang melintasi tempat tersebut.


"Pantesan gak ada yang lewatin tempat ini, jadi ini masalahnya" Angkasa tak heran lagi mengapa anak-anak tak mau melintasi tempat itu.


"Ternyata geng itu memang kejam, dia sudah membunuh banyak orang selama ini, ku harap mereka mendapatkan ganjarannya, karma itu berlaku, tidak mungkin seorang penjahat di biarkan hidup tenang oleh sang pencipta, aku yakin sang ilahi akan membalas mereka sesuai dengan perbuatan mereka"


Angkasa menatap sekitarnya yang kosong, hanya ada dia seorang yang berada di sana.


"Jadi benar orang yang tadi aku ajak bicara adalah makhluk halus, pantesan aja dia cukup dingin dan misterius, kasihan sekali dia, dia meninggal gara-gara ulah mereka, aku berharap dia bisa tenang di alam sana" harapan besar Angkasa.


"Kalau aku gak bertemu dengan Widya aku gak akan bisa tau peristiwa yang sudah lama terpendam, aku harus simpan masalah ini dengan sebaik-baik mungkin, untuk sementara aku akan rahasiakan masalah ini dari yang lain, aku akan menyimpannya sendiri"


Untuk keamanan informasi Angkasa memilih untuk menjaganya sendiri, ia tidak akan memberitahukannya pada personil band Amanda maupun teman-temannya yang lain.


Angkasa yang tidak menemukan apapun lagi di sana berjalan menjauhi tempat itu, percuma dia berada di sana karena dia tidak akan mendapatkan apapun lagi.


Tiba-tiba Angkasa menghentikan langkahnya."Oh iya aku datang kemari cuman mau nyari Miranda, aku sampai lupa tujuan awal ku, aku harus cari dia lagi, tadi dia ke sebelah timur, aku harus ikutin dia"


Angkasa yang tak mau kehilangan jejak Miranda dan kawan-kawannya berlari, ia berharap bisa menemukan mereka berempat yang menjadi tujuan utamanya.

__ADS_1


Mendadak langkah Angkasa terhenti saat keberadaan mereka berempat telah terlihat di matanya, mereka sedang berjalan, Angkasa memberikan jarak yang lumayan jauh agar di antara mereka tidak ada yang curiga kalau dia tengah membuntuti mereka.


__ADS_2