Misteri Kematian Di Sekolah

Misteri Kematian Di Sekolah
Sebuah kebetulan yang di rencanakan


__ADS_3

"Jalan-jalan yuk, aku pengen liat kondisi dan situasi di sini" ajak Aryan pada teman-temannya.


"Kita mau jalan-jalan kemana?" Angkasa meminta pendapat mereka semua.


"Gimana kalau kita ke mall aja, aku mau beli sepatu soalnya" sahut Reyhan.


"Boleh juga, ayo kita ke sana, ada yang pengen aku beli juga di sana" setuju Bryan.


Mereka semua melangkah keluar dari dalam rumah, mereka melakukan perjalanan menuju mall dengan di antar langsung oleh mang Asep, selama mereka di kota ini mang Asep adalah orang yang bertanggung jawab penuh menjaga mereka, posisinya akan di ganti setelah bodyguard mereka tiba di kota ini.


Setibanya di sana mereka berlima keluar, wajah mereka di tutupi masker, biar tidak ada yang mengenali mereka, dengan cool mereka berjalan memasuki area mall.


Angkasa memimpin jalan, wajahnya di tutupi masker hitam, selain itu Angkasa menutup sebagian kepalanya dengan menggunakan jaket.


Mereka memasuki kawasan yang padat, dalam hati mereka berdoa semoga tak ada yang mengenali mereka.


Angkasa membawa mereka keluar dari kerumunan, ia ingin segera keluar dari sana, betapa leganya ia ketika berhasil menghindar dari kerumunan massa.


Personil band Amanda tersebut mulai mencari apa yang mereka inginkan, saking serunya belanja mereka sampai lupa bahwa hari sudah berganti menjadi gelap, sekitar pukul 8 malam mereka keluar dari dalam mall, mereka mampir ke salah satu restoran untuk mengisi perut.


"Akhirnya apa yang aku butuhkan sudah ku beli, baru kali ini tau kita keluar tanpa bodyguard dan beruntungnya gak ada yang ngenalin kita" ujar Aryan yang terlihat begitu senang.


"Ini yang aku mau, mangkanya aku mau ikut papa sama mama ke sini, hidup damai seperti ini sangat sulit untuk ku dapatkan" jawab Angkasa.


"Btw di sekolah kita bakal kayak gini gak ya, aku cuman takut kita ketahuan aja, seraya kan di sana kita gak cuman sehari dua hari tapi bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun" kekhawatiran Reyhan.


"Positif thinking aja dulu, moga aja gak ada yang tau, gak ada artikel yang menyebutkan kalau kita pindah ke sini" timpal Bryan.


"Semoga aja besok semuanya berjalan dengan sempurna" ujar Rafael.


"Amin" sahut mereka semua.


Percakapan mereka terhenti ketika pesanan datang, mereka menyantap makanan yang sudah mereka pesan dengan lahap, sesekali mereka mengobrol untuk mengusir keheningan.


Angkasa yang sudah selesai makan mengambil tissue dan mengelap mulutnya.


"Angkasaaaa" teriak seorang gadis yang mengenali Angkasa.


"Sial" batin Angkasa.


"Angkasa, mana Angkasa" teman-temannya yang baru masuk ke restoran itu belum menyadari kalau di sana ada Angkasa.


"Itu Angkasa, dia ada di sana" jawab gadis itu yang kegirangan dan tak henti-hentinya tersenyum.


"Ayo kita ke sana" ajak temannya.


"Angkasa" teriak gadis-gadis itu berlari mendekati meja personil Amanda yang tak jauh dari sana.


Personil band Amanda hanya menebarkan senyuman, kali ini mereka tidak akan lari, apa salahnya mereka melayani fansnya karena sesungguhnya mereka bukan apa-apa tanpa dukungan dari para fans.


"Kak minta foto, tolong jangan pergi" titah mereka berebutan, satu sama lain tidak ada yang mau mengalah.


Dengan ramah dan sopan personil band Amanda menuruti permintaan fans, di saat mereka berlima di keliling para penggemar seseorang memotret mereka tanpa mereka sadari.


Band Amanda tak berlama-lama di sana, mereka langsung pergi setelah menemukan celah untuk mereka melarikan diri.


Para penggemar mengejar mereka, mereka berlima masuk ke dalam mobil hitam, hati mereka begitu lega setelah berhasil menghindar dari para penggemarnya.


Mobil hitam itu membawa mereka kembali ke rumah, setelah tiba di rumah mereka masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat.

__ADS_1


Angkasa yang sudah letih membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


"Huft capek banget" seharian beraktivitas membuat Angkasa begitu lelah, namun ia happy karena bisa menghabiskan waktu bersama teman-temannya.


"Oh iya gimana ya kelanjutannya buku misterius itu, aku penasaran sama kelanjutannya" Angkasa beranjak mengambil buku misterius yang berhasil membuatnya amat penasaran.


Angkasa memulai membaca buku tersebut sampai misteri pertama usai, sepanjang membaca mulut Angkasa ternganga.


"Mengapa cerita di buku ini sama seperti cerita tragedi kematian Jia" terkesiap Angkasa kala menyadari bahwa cerita yang di tulis dengan detail di buku tersebut sama seperti cerita tragis yang telah menimpa Jia.


"Tapi di sini nama korbannya berbeda, apa mungkin ini cuman sebuah kebetulan aja?" Angkasa berpikir keras, sebuah kebetulan itu terasa janggal di hati Angkasa.


"Tapi masa semua ini hanya kebetulan, aku yakin ini memang tragedi kematian Jia, gak mungkin ini sebuah kebetulan aja, aku yakin ini kisah kematian Jia" pertegas Angkasa yang yakin sekali kisah misteri pembunuhan tersebut merupakan kisah yang berusaha ia pecahkan bersama teman-temannya.


Angkasa dengan terburu-buru menghubungi Clara, raut wajahnya tampak serius, kasus kali ini bukan kasus yang mudah karena ini berhubungan dengan pembunuhan.


"Halo ada apa sa?" Clara langsung melempar pertanyaan ketika panggilan terhubung.


"Clara siapa nama lengkap Jia?" Angkasa ingin mencocokkan nama korban yang ada di dalam buku misterius dengan nama orang yang kasusnya lagi berusaha untuk ia pecahkan.


"Maria Sheljia" tutur Clara yang berhasil membuat Angkasa tercengang.


"Ada apa kamu nanyain nama lengkap Jia?" Angkasa diam, ia tidak menyahuti perkataan Clara.


"Halo sa, jawab pertanyaan aku, jangan diam aja, are you okay" Clara merasa ada sesuatu yang telah menimpa Angkasa.


Angkasa yang terguncang memutus panggilan tersebut tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"J-jadi benar ini adalah kisah kematian Jia, tapi mengapa kematian Jia yang baru-baru ini bisa di kemas rapih dalam sebuah buku, apa sebelumnya dalang dari semua ini sudah merencanakan ini semua?" peristiwa kematian yang baru beberapa hari ini terjadi tidak mungkin bisa langsung di tulis dengan rapih dalam sebuah buku, Angkasa merasa sangat curiga pada buku misterius yang tak sengaja ia ambil dari perpustakaan.


"Aku rasa dia memang sudah tau akhir hidup Jia, mangkanya dia telah menulis dengan detail tragedi kematian Jia!" kecurigaan Angkasa semakin menjadi-jadi, ia yakin kalau kematian Jia sudah di rencanakan.


"Apa masalah yang sudah di hadapi Jia dan juga dalangnya, sepertinya mereka terlibat dalam sebuah konflik yang panas" firasat Angkasa, dari buku ini ia menjadi semakin tertantang untuk memecahkan kasus kematian Jia yang terkesan berbelit-belit.


"Kenapa ceritanya berhenti sampai di sini, apa akan ada lagi yang di jadikan target selanjutnya oleh dalangnya, ataukah misteri ini berhenti sampai di sini?" Angkasa membuka halaman kosong yang terdapat di buku tersebut, ia ingin mencari kisah orang lain selain Jia di dalam buku misterius.


Tiba-tiba Angkasa berhenti di pertengahan, mulutnya ternganga melihat nama-nama orang yang tertulis dengan rapih di dalam buku misterius.


"Apa ini, kenapa di sini banyak nama-nama orang!" mulut Angkasa tak berhenti ternganga sebab nama-nama orang itu begitu banyak, namun ia masih belum yakin bahwa nama-nama tersebut ada hubungannya dengan peristiwa kematian Jia.


"Apa yang akan di lakukan sama dalangnya, kenapa di sini dia menulis banyak nama orang, aku harus cari tau!" saat ini Angkasa masih belum bisa memastikan apa langkah selanjutnya yang akan di lakukan si dalang, ia berniat akan mencari tau terlebih dahulu.


"Aku akan temukan dia, aku tidak akan berhenti sebelum dia masuk ke dalam sel tahanan!" pertegas Angkasa.


"Dalangnya masih belum terungkap, aku harus simpan baik-baik buku ini, tidak akan aku biarkan buku ini hilang seperti buku harian Jia" tegas Angkasa akan menjaga dengan sebaik mungkin buku misterius tersebut.


Angkasa meletakkan buku misterius di dalam almari, ia yakin tempat itu aman untuk menyimpan rahasia besar yang terdapat dalam buku misterius.


Angkasa menatap ke luar jendela kamarnya yang sudah gelap, pandangannya jatuh pada jam yang terpampang di dinding, hari semakin larut, Angkasa merebahkan tubuhnya di kasur, ia tak sabar menunggu hari esok.


Visual Tokoh Misteri Kematian Di Sekolah!


Angkasa Dirgantara


Mode Artis



__ADS_1





Mode Sekolah





Clara Ayuda Pratama



Steven Lionel



Revan Canva Lorenza (Rev)



Rafael Diamond



Reyhan Arfanza



Aryan Olsen



Bryan Vantaris



Aldo Jackson



Maria Sheljia



April Andara



Shena Crylie



Laras Albert

__ADS_1



Itulah visual para tokoh. Jangan lupa dukungannya ya!


__ADS_2