Misteri Kematian Di Sekolah

Misteri Kematian Di Sekolah
Menaruh kecurigaan pada Kayla


__ADS_3

"Ayo kita ke kelas Jia sekarang, kita harus selidiki Kayla, mungkin aja dia pelakunya" ajak Steven yang di setujui oleh mereka semua.


Kaki mereka melangkah meninggalkan perpustakaan, mereka berjalan menuju kelas Jia yang terletak di paling pojok, tepatnya di kelas 11 B5 sedangkan kelas Clara ada di komplek A, jarak komplek A dan B terbilang jauh.


Langkah mereka sedikit terburu-buru, mereka sudah tidak sabar untuk menyelidiki Kayla yang di duga teman sebangku Jia, Jia tidak pernah cerita apapun tentang Kayla selama ini pada Clara.


"Pelan-pelan, jangan terburu-buru, nanti semua orang akan curiga sama kita, releks aja, biar dalangnya gak curiga, ingat kita masih belum tau siapa dalangnya, kita harus hati-hati dengan sekitar kita" peringatkan Rev yang tak mau dalang utamanya menyadari bahwa mereka ingin berusaha menyelidikinya.


Mereka bertiga mengangguk, mereka berlagak seolah-olah tidak ada yang terjadi, kaki mereka terus melangkah, ekspresi wajah mereka tampak tenang, mereka harus berkompromi dengan keadaan biar tak ada satupun orang yang menaruh rasa curiga.


Setibanya di kelas Jia, mereka masih belum masuk ke dalam, mereka berunding di depan kelas.


"Gimana ini, kita mau masuk dengan alasan apa kalau semisal ada orang nanya tujuan kita?" bingung Clara.


"Begini saja kalian tunggu aja di sini, aku mau masuk ke dalam, aku kan ketua OSIS, tidak akan ada yang curiga sama aku" timpal Rev.


"Nah ide bagus itu, kamu aja sana yang masuk ke dalam, cari tau tentang Kayla" sahut Steven.


"Baik, kalian tunggu di sini, aku mau masuk ke dalam" mereka bertiga mengangguk kompak.


Rev dengan cool masuk ke dalam kelas Jia, matanya menatap wajah-wajah orang yang masih berada di kelas namun tidak banyak.


"Mana Kayla, biasanya dia duduk di bangku paling belakang bersama Jia, kenapa sekarang malah gak ada, apa dia ada di luar" batin Rev mencari-cari keberadaan Kayla.


Rev mendekati seorang gadis yang duduk di bangku paling depan."Kayla mana, apa dia ada di luar?"


"Kayla gak masuk kak Rev, sudah 2 hari dia gak masuk sekolah" jelas Dinda yang merupakan sekertaris di kelas ini.


Rev mengernyitkan dahi terkejut."Gak masuk sekolah, kemana dia, apa dia sakit?"


Dinda menggelengkan kepala."Gak ada keterangan kak Rev, selama 2 hari ini Kayla gak masuk tanpa keterangan"

__ADS_1


"Apa sebelum-sebelumnya Kayla memang sering bolos sekolah?"


"Enggak kak, biasanya Kayla itu paling rajin di kelas ini, malahan dia lebih rajin dari pada almarhumah Jia, kalau biasanya anak-anak datang jam 7, dia jam 6 udah ada di sini, tapi entah kenapa dalam 2 hari ini Kayla gak masuk tanpa keterangan" jelas Dinda.


"Cukup mencurigakan" batin Rev yang tambah curiga kepada Kayla.


"Oke makasih infonya" Dinda mengangguk di iringi senyuman manis, Rev bergegas keluar dari dalam kelas dan mendekati teman-temannya.


"Gimana Rev, apa yang kamu dapatin tentang Kayla?" Clara menunggu dengan tidak tenang sejak tadi.


"Sekretarisnya bilang kalau Kayla gak masuk sekolah 2 hari hanpa keterangan, biasanya dia paling rajin di kelas, tapi dalam 2 hari ini dia bolos sekolah, mencurigakan bukan?" mereka bertiga mengangguk kompak.


"Kemana Kayla pergi, kenapa 2 hari dia gak masuk sekolah?" bertanya-tanya Steven.


"Apa mungkin Kayla memang sudah merencanakan ini semua" pandangan mereka semua jatuh pada Rev.


"Apa maksud kamu?" semakin penasaran Clara.


"Iya, Kayla yang sudah bunuh Jia, dia sengaja gak masuk sekolah untuk menghindar dari kesalahannya, gak mungkin kan dia tetap sekolah setelah habis bunuh orang" jawab Rev yang menyimpan kecurigaan besar terhadap Kayla.


"Kita harus cari tau dia, kita datangin rumahnya, kita harus bikin dia ngaku kalau dialah orang yang sudah bunuh Jia" tegas Rev.


Kasus ini bukan kasus biasa, terdapat nyawa manusia yang sudah melayang di dalamnya, jika sang pelaku tak di tangkap, mereka khawatir akan ada nyawa lagi yang ikut melayang.


"Kamu tau di mana rumah Kayla gak?" Clara ingin segera bergerak mencari tau tentang keberadaan Kayla yang belum di ketahui berada di mana.


"Gak tau, aku gak tau rumah Kayla di mana" jawab Rev.


"Kamu gimana sih, masa beginian aja gak tau, kamu kan ketua OSIS, masa gak tau rumah Kayla!" celetuk Clara yang kesal sebab jawaban Rev benar-benar tidak memuaskan.


"Aku ketua OSIS Clara, bukan pak RT yang tau di mana saja rumah warganya!" Clara tambah merungut, temannya benar-benar tidak bisa di andalkan dalam masalah ini.

__ADS_1


"Kamu jangan marah sama aku, aku memang gak tau rumahnya, tapi kita bisa cari tau" tambah Rev.


"Kita mau cari tau di mana Rev" rungut Clara.


"Aku punya kenalan badan intelijen, dia biasanya paling mudah mencari alamat orang-orang" ujar Rev.


"Badan intelijen?" terkejut Clara dan yang lainnya, karena baru kali ini ia mendengar ada badan intelijen di sekolahan ini.


"Iya, badan intelijen, dia biasanya mudah mencari alamat orang-orang dan informasi-informasi penting lainnya" jelas Rev.


"Siapa dia, kenapa aku baru dengar kamu punya teman kayak gitu?" Clara masih meragukan kemampuan badan intelijen yang Rev maksud.


"Ayo ikut aku, aku akan tunjukkan siapa dia pada kalian semua" ajak Rev berjalan terlebih dahulu.


Mereka bertiga masih belum bergerak, mereka diam di tempat tak yakin sepenuhnya dengan ucapan Rev.


Langkah Rev terhenti, ia menatap ketiga temannya yang masih diam di tempat.


"Ayo jalan, katanya mau tau rumah Kayla, kenapa kalian masih diam aja!" bentak Rev karena mereka masih diam di tempat.


Mereka melangkah membuntuti Rev dari belakang, mereka masih belum percaya dengan omongan Rev.


Rev membawa mereka ke samping sekolah tempat tongkrongan para perkumpulan kaum Adam.


"Kenapa kamu bawa kami ke sini!" hardik Clara yang tidak tau jalan pikiran Rev.


"Udah kamu diam aja" Rev dengan santai merogoh saku celananya dan mengeluarkan handphonenya, ia menghubungi seseorang yang terbilang sangat penting.


"Ke sini, ada hal yang mau aku bicarain" titah Rev dengan nada serius.


"Baik, aku akan ke sana" Rev mematikan sambungan telpon setelah mendengar jawaban itu.

__ADS_1


"Siapa yang kamu suruh ke sini, Rev aku gak mau ada orang yang tau kalau kita lagi nyari tau siapa dalang utama dari kasus kematian Jia, aku takut dalangnya tau dan malah semakin waspada!" omel Clara.


"Udah kamu diam aja, dia bisa kita percayai kok, dia gak mungkin berkhianat, kalau dia sampai lakuin itu, aku sendiri yang akan bunuh dia" Clara pun bungkam, ia pasrahkan segalanya pada Rev, ia berharap Rev bisa membantu mereka mengungkapkan kasus ini.


__ADS_2