
"Kok bisa dia tau, siapa yang udah berkhianat" terkejut Angkasa, sesuatu yang mereka rahasiakan pada akhirnya ketahuan juga, padahal mereka sudah menyembunyikannya dengan serapih mungkin.
"Gak ada yang berkhianat, tapi dia memang sudah curiga sama kita, kita kurang waspada sama sekitar kita sehingga rahasia yang mau kita simpan baik-baik dapat dengan mudah di ketahui oleh musuh" jawab Rev yang masih merasa lalai sehingga segalanya terbongkar dengan mudah.
"Lalu gimana ini, kita sudah ketahuan, apa yang harus kita lakukan, apa kita akan berhenti gitu aja?" Steven meminta pendapat mereka semua.
"Kita tetap lanjutkan misi ini, kita jangan berhenti, meskipun dia sudah tau misi yang ingin kita selesaikan, kita jangan takut sama dia, kita cuman harus waspada aja" sahut Rev yang di balas anggukan oleh mereka semua.
"Apa yang akan kita lakukan kali ini, pembunuhnya sudah membunuh Dyera si anak kepala sekolah, langkah apa lagi yang mau kita lakukan" ujar Clara.
"Angkasa keluarkan buku misterius itu dan lihat nama siapa yang akan jadi target selanjutnya" perintah Rev.
Angkasa dengan cepat mengeluarkan buku itu dan membuka halaman yang terdapat nama-nama orang yang patut di selidiki.
"Miranda Carissa, nama selanjutnya yang tertera adalah Miranda Carissa" jawab Angkasa.
"Miranda Carissa, dia itu anggota geng Dyera, mereka selalu bersama baik itu dalam hal kejahatan maupun kebaikan" timpal Steven.
"Ku rasa dalangnya memang dendam sama geng pembully itu, liat aja nama selanjutnya yang tertera adalah teman satu frekuensi dengan Dyera" firasat Clara.
"Ini masih mending dalangnya bunuh orang yang udah jelas-jelas jahat, yang paling gak wajar itu dia malah bunuh orang-orang baik, itu sangat gak wajar bukan" timpal Rev.
"Dia pasti memiliki tujuan, gak mungkin dia asal main bunuh orang" imbuh Steven.
"Terus ini gimana dengan masalah Miranda Carissa, apa gak mau kita selidiki?" Angkasa mengembalikan pembahasan awal.
"Cari tau tenang dia sampai dapat, temukan dia, kalau di antara kalian ada yang berhasil nemuin dia, bilang sama aku, biar aku yang akan urus dia" perintah Rev yang di balas anggukan oleh mereka semua.
__ADS_1
"Sekarang kita bergerak mencari keberadaannya, aku rasa dia pasti ada di sekolahan ini, gak mungkin ada yang culik dia, tapi tunggu dulu, kok kita cuman berempat mana Aldo, kenapa dia gak keliatan" Rev menyadari ada yang kurang.
"Iya mana Aldo, kenapa dia gak keliatan sejak tadi, apa dia gak masuk sekolah?" penasaran Clara.
"Coba kamu telpon Rev, tanyain ada di mana dia" titah Steven.
Rev mengeluarkan hpnya, ia menghubungi Aldo yang sejak pagi tak menampakkan batang hidungnya.
tutt
tutt
"Nomor yang anda sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi" operator menjawab panggilan tersebut.
"Nomornya gak aktif, palingan dia gak masuk sekolahan, dia memang kayak gitu, ayo mending kita cari Miranda, kita pencar, siapapun yang bisa nemuin dia, langsung kabarin yang lain" perintah Rev.
Angkasa berjalan sendirian di koridor yang memang padat, anak-anak tak ada yang mau masuk ke dalam kelas, mereka terus bergosib tentang Dyera yang di beritakan meninggal dunia.
"Kayak apa yang namanya Miranda itu, aku gak tau sama sekali dengan dia, walaupun aku cari dia di seluruh sekolahan percuma, aku gak akan ngenalin dia" kebingungan Angkasa yang melihat setiap siswi yang berada di koridor berharap di antara mereka ada orang yang tengah ia cari-cari.
"Aku harus cari dia di mana sedangkan aku aja gak tau kayak apa wujudnya" bimbang Angkasa yang hanya bisa pelanga pelongo menatap ke kanan dan kiri yang banyak orang namun tak satupun ada yang ia kenali.
Angkasa menjauhi keramaian, ia tidak suka berada di tempat yang sepadat itu.
"Permisi apa kamu kenal sama Miranda Carissa?" Angkasa mendekati seorang gadis kutu buku yang duduk dengan tenang di tangga sambil membaca buku yang ia pegang.
Wajah gadis itu mendongak menatap Angkasa."Ngapain kamu nanyain tentang Miranda?"
__ADS_1
Suara gadis itu terdengar sinis dan serius.
"A-aku...aku ada perlu sama dia, tolong kamu beri tau kayak apa yang namanya Miranda itu, soalnya aku anak baru di sini" Angkasa tiba-tiba menjadi tegang, ia takut gadis itu curiga bahwasanya ia akan berusaha untuk menyelidiki Miranda.
"Kalau kamu ingin tau seperti apa yang namanya Miranda, kamu lihatlah ke sebelah timur, gadis yang memakai bando di kepalanya itu yang bernama Miranda" tutur gadis itu dengan wajah yang serius.
Angkasa menoleh ke arah timur, di sana terdapat empat orang gadis yang berjalan, salah satu di antara mereka memaki bando di kepalanya, di antara mereka tampak ceria seperti tidak ada masalah apapun yang terjadi padahal ketua geng mereka baru saja menghembuskan nafas terakhirnya.
"Oh jadi dia yang namanya Miranda, aku tau sekarang, aku akan lebih mudah buat nyelidiki dia" batin Angkasa tak lagi pusing-pusing mencari tau tentang Miranda.
"Kamu hati-hati sama mereka, mereka itu jahat, kamu jangan sampai bernasib sama dengan anak yang sekelas dengan ku, dia dulu meninggal gara-gara berurusan sama mereka" peringatan gadis itu.
Kepala Angkasa mengangguk."Iya aku akan hati-hati, aku tidak akan lengah karena aku sudah dengar seperti apa kejamnya mereka"
Angkasa menatap dengan seksama ke arah mereka berempat yang berjalan lurus ke sebelah timur.
"Permisi, kamu ngomong sama siapa?" seorang gadis bernama tag Widya menatap heran dengan Angkasa yang sangat aneh.
"Aku ngomong sama dia" Angkasa menunjuk ke arah seorang gadis yang tadi ia ajak bicara.
"Loh kemana dia, tadi dia ada di sini, pergi kemana dia, kenapa cepat banget ilangnya" kaget Angkasa tercekat saat gadis yang tadinya ia ajak ngobrol kini sudah hilang tak berbekas.
"Tapi di sini gak ada siapapun sejak tadi, sedari tadi aku amatin kamu ngomong sendiri, mangkanya aku datang dan nanya langsung sama kamu" sahut Widya yang heran dengan tindakan Angkasa yang menurutnya sangat tidak masuk akal.
Angkasa mengernyitkan dahi, ia berpikir keras, ia masih tidak percaya kalau orang yang sedari tadi ia ajak ngobrol bisa hilang dalam waktu yang sangat singkat.
"Aneh, kok bisa dia gak dapat kamu liat, perasaan tadi dia jelas-jelas duduk dan baca buku di sini, aku gak boong suer deh, aku memang benar-benar liat ada cewek duduk di sini dengan megang buku, rambutnya sebahu, dia pake kacamata" jelas Angkasa.
__ADS_1