
"Kasihan banget Ariana, dia pasti sakit hati banget" batin Angkasa iba.
Angkasa yang bukan siapa-siapa Ariana layaknya tersambar petir melihat kebersamaan Ester dan Katya.
"Aku mohon tolong jelaskan padanya, kalau sebenarnya aku sudah meninggal bukan lari bersama laki-laki lain" titah Ariana sepenuh hati.
Angkasa mengangguk, pelan-pelan kaki Angkasa melangkah menghampiri pasangan couple yang lagi di selimuti kebahagiaan.
Tawa canda mereka terhenti saat Angkasa menghampiri.
"Ester" panggil Angkasa.
Pria tampan bernama Ester mengerutkan alis, dalam hati bertanda tanya mengapa pria berkaca mata di depannya bisa tau namanya.
"Kamu siapa, apa sebelumnya kita pernah bertemu?" Tanya Ester.
Angkasa menggeleng."Tidak, kita tidak pernah bertemu, kau tidak tau aku, tapi aku tau tentang mu. Aku minta waktu sebentar, ada hal yang mau aku omongin pada mu"
Gelagat Ester mewaspadai Angkasa, pria yang umurnya di bawahnya ia tatap dari ujung kepala sampai ujung rambut.
"Ini penting, tolong ikut aku sebentar, aku bukan orang jahat, aku tidak akan melakukan hal-hal seperti yang kamu bayangkan" ucap Angkasa lagi.
Akhirnya kepala Ester mengangguk, setengah tak percaya tapi ia tetap menyetujui permintaan Angkasa.
"Sayang tunggu di sini sebentar, aku akan segera kembali" ujar Ester pada Katya.
Katya mengangguk, tetap stay di tempat menunggu kekasihnya kembali.
Hati Ariana di tikam ribuan pedang tajam, kata sayang yang terucap di bibir Ester menusuk jantung.
Dengan kencang Ariana menangis hebat, bulir-bulir bening berjatuhan, Ariana tak dapat menahan tangisannya. Air matanya tumpah ruah.
Hati Ariana begitu sakit setelah melihat dengan mata kepala sendiri jika Estee, laki-laki yang ia temani dari awal hingga akhir dengan mudah dapat di ambil oleh orang baru bernama Katya.
__ADS_1
Setelah apa yang telah Katya lakukan, seperti tak terlintas rasa bersalah di benaknya sama sekali. Menjauhkan Ariana dengan Ester telah menyimpan luka yang begitu mendalam di hati korban berinisial A karena tak dapat lagi berkomunikasi sama aki-laki yang ia cintai hingga matanya tak dapat di buka lagi.
Angkasa membawa Ester menjauh dari gadis bernama Katya.
"Ada apa, apa yang mau kamu bilang, bilang aja cepat, aku gak punya banyak waktu" titah Ester tak ingin basa-basi.
Sikap cuek dan dingin Ester yang pernah Angkasa lihat dari cuplikan mimpi ternyata watak aslinya di kehidupan nyata memang seperti itu.
Sebelum bicara Angkasa menyiapkan mental lantaran apa yang akan ia katakan menyangkut masalah yang cukup sulit untuk di terima akal sehat.
"Ester aku cuman mau bilang sesuatu tentang Ariana"
DEG!
Jantung Ester layaknya di tusuk sebilah pedang, nama seseorang yang Angkasa sebut telah mematahkan ribuan hati pria dingin bernama Ester tersebut.
"Apa kau masih ingat dengan Ariana?" Memastikan Angkasa.
Raut wajah Ester serempak berubah total, tersemat kekecewaan yang dapat di lihat di bola matanya.
"Tidak ada yang perlu di bahas lagi, aku tidak punya waktu dengan gadis pengkhianatan itu" ucap Ester.
Ester seperti orang yang tidak mau mendengar nama gadis yang dulu pernah bersamanya.
Tanpa menunggu jawaban Angkasa, Ester berbalik badan hendak kembali mendekati area tendanya.
"Ester Ariana tidak pernah berkhianat, dia tidak pergi dengan laki-laki lain" teriak Angkasa mencoba menghentikan Ester.
Langkah Ester terhenti, dengan terkejut berbalik menatap Angkasa.
"Apa maksud mu, kau jangan mengarang cerita, jelas-jelas Ariana pergi bersama selingkuhannya!" Tegas Ester.
"Ester kau salah paham, sebenarnya Ariana tidak pernah selingkuh, dia tidak pernah berkhianat, ada sesuatu yang terjadi padanya setelah kau pergi meninggalkannya di perpustakaan sendirian pasca percekcokan yang melibatkan kalian berdua" jelas Angkasa.
__ADS_1
Ester menghampiri Angkasa, merasa jika Angkasa mengetahui segalanya, padahal tak pernah sekalipun ia bercerita apapun tentang cek-cok besar itu. Dan itu menjadi cek-cok terakhirnya dengan Ariana karena setelah itu ia tak pernah berjumpa lagi dengan gadis itu sampai hari ini.
"Dari mana kau tau kalau aku dan Ariana pernah bertengkar hebat di perpustakaan, siapa yang sudah memberitahu mu?" Tanya Ester serius.
"Ariana, Ariana yang sudah bilang pada ku apa yang sudah terjadi padanya dan juga diri mu"
"Ester asal kamu tau, setelah kamu pergi hari itu, ada sesuatu buruk yang terjadi pada Ariana sampai-sampai hingga detik ini dia tidak pernah hadir kembali ke dalam kehidupan mu" ujar Angkasa.
"Iya aku tau, aku tau kalau setelah itu dia pergi bersama pria lain. Orang macem apa dia yang malah selingkuh di saat dia masih berstatus pacar ku, aku tidak habis pikir di mana otaknya!" Kesal Ester.
Ester telah memberi cap merah pada Ariana yang di kabarkan pergi bersama pria lain. Karena hal itu pula Ester tak ingin mengingat apalagi mendengar nama Ariana.
Angkasa tak mau Ester salah paham, ia lalu menjawab."Ester kamu salah paham, Ariana tidak pergi bersama laki-laki manapun"
"Kalau dia tidak pergi dengan laki-laki lain, pergi kemana dia selama ini, kenapa dia tidak kembali hah!" Tutur Ester.
Di manik coklat itu terkandung rasa rindu yang mendalam pada sosok bernama Ariana, walau Ester gengsi untuk di ucapkan namun mata tak dapat di bohongi.
"Ester sbenarnya Ariana sudah meninggal, dia di bunuh oleh Katya, mayatnya di buang di hutan ini" jelas Angkasa.
Mata Ester terbelalak, terkejut hebat dengan penuturan Angkasa."Meninggal? Mana mungkin Ariana meninggal, dia tidak mungkin meninggal, kau jangan mengarang cerita, dan juga Katya tidak pernah membunuh orang, dia tidak mungkin keji membunuh Ariana"
Bantahan keras Ester layangkan, batin dan jiwanya menentang keras fakta yang Angkasa sampaikan.
"Ester aku mengatakan yang sebenarnya, Ariana sudah mati, dia mati gara-gara Katya, Katya dengan kejinya membunuh Ariana dan meminta pamannya untuk membuang jasad Ariana ke hutan ini!" Pertegas Angkasa menaikkan nada bicara demi membuat Ester percaya.
Ester menggelengkan kepala terus menerus."Tidak, mana mungkin Ariana meninggal, dia tidak mungkin meninggal, dia tidak mungkin ninggalin aku"
Pertahanan Ester rungkad, pria dingin, cuek dan malas bicara itu kini semua pendirian yang ia bangun sekokoh mungkin hancur berkeping-keping.
"Ester kamu yang sabar, aku tau ini berat tapi ini fakta, kamu berhak tau apa yang sudah terjadi belakangan ini pada Ariana. Apa yang kamu ketahui sebelum-sebelumnya itu hoax, gak benar!" Angkasa mengelus punggung Ester demi menguatkannya atas berita yang mungkin dapat menghentikan separuh nafas.
Ester di selimuti kesedihan, walau bagaimanapun Ariana pernah menjadi pelita dalam hidupnya, tapi ia sia-sia hingga fakta buruk ini menghancurkan semuanya.
__ADS_1