Misteri Kematian Di Sekolah

Misteri Kematian Di Sekolah
Orang misterius yang mencurigakan


__ADS_3

Dengan langkah gontai Angkasa berjalan keluar dari sekolahan, hari ini ia tidak dapat apa-apa tentang dalangnya namun ia yakin suatu saat nanti sang dalang akan di temukan juga.


Angkasa berdiri di ambang pintu gerbang menanti taksi online yang sudah ia pesan, ia memang sengaja tidak menghubungi mang Asep.


Di saat Angkasa tengah menunggu kedatangan taksi online tiba-tiba sesuatu menarik perhatiannya.


"Siapa dia?" terkesiap Angkasa saat matanya menangkap seorang laki-laki mengenakan pakaian serba hitam yang mengamatinya dari kejauhan.


Orang misterius itu langsung kabur saat tak sengaja Angkasa menangkap basah dia yang berkeliaran di area sekolahan.


"Jangan-jangan dia adalah dalang utamanya yang lagi ngamatin aku" terperangah Angkasa yang langsung teringat pada si dalang yang masih menjadi misteri.


"Aku harus ikutin dia, aku harus liat kayak apa dia" tanpa pikir panjang Angkasa berlari mengejar orang misterius yang sangat mencurigakan itu.


"Tunggu, jangan pergi!" teriak Angkasa mengejarnya dari belakang.


Orang misterius itu menoleh ke belakang, wajahnya langsung panik saat Angkasa mengejarnya, dengan cepat ia berlari menjauhi Angkasa.


"Eh tunggu, jangan pergi, tunggu" jerit Angkasa mengejar orang misterius tanpa henti.


Orang misterius semakin kencang berlari, ia masuk ke dalam tanaman-tanaman lebat yang di jaga oleh pemerintah yang terletak di pinggir jalan, ia bersembunyi di sana.


Angkasa berhenti tepat di depan tanaman-tanaman yang di dalamnya terdapat orang misterius, ia celingukan mencari keberadaan orang misterius yang hilang jejak dengan nafas yang ngos-ngosan.


"Kemana dia, tadi dia lari ke sini, aaah kenapa cepet banget hilangnya" pekik Angkasa yang kesal lantaran kehilangan jejak orang misterius.


"Awas aja kalau sampai besok aku ketemu lagi sama dia, aku akan langsung tangkap dia, dia harus di penjara!" janji Angkasa.


Orang misterius itu diam di tempat, ia tidak bergerak sedikitpun agar Angkasa tidak mengetahuinya.


Angkasa yang kehilangan orang misterius itu pun melangkah meninggalkan tempat itu, tak ada gunanya lagi ia berada di sana.


Angkasa menghubungi seseorang dengan wajah yang panik."Kalian di mana, kenapa kalian gak ada di sekolahan, pergi kemana kalian?"


"Kami sudah ada di rumah mu, kamu yang ada di mana, kenapa belum pulang juga" Rafael menunggu Angkasa sejak tadi, ia mencari-cari keberadaan Angkasa di sekolahan namun tetap saja tidak di temukan, alhasil ia pun pulang bersama yang lain.

__ADS_1


"Aku akan segera ke sana, tunggu aku di sana" tanpa menjawab Rafael memutus panggilan tersebut.


"Di mana Angkasa, dia gak ilang kan?" risau Reyhan sejak tadi.


"Mana ada yang mau nyulik dia, dia lagi mau ke sini, kita tunggu aja dia di sini, kalian gak usah khawatir" sahut Rafael yang tampak santai di saat teman-temannya tengah risau.


Mereka berempat menunggu Angkasa di sana dengan hati yang sudah lega, sejak tadi isi pikiran mereka penuh dengan keburukan-keburukan yang bakal menimpa Angkasa, setelah mendengar Angkasa baik-baik saja mereka pun kembali menghirup udara segar.


Angkasa pulang kembali ke rumahnya menggunakan taksi online, setelah tiba di rumah ia langsung masuk ke dalam dan mendekati teman-temannya yang menunggunya di ruang tamu.


"Sa kamu dari mana aja, kenapa kita cariin sejak tadi gak ketemu-ketemu juga, kamu gak di tuduh yang bukan-bukan kan sama pihak sekolahan?" Aryan khawatir nama baik vokalis band Amanda tercoreng dengan adanya kasus penemuan mayat Kayla di gudang, karena posisinya di sini Angkasa yang telah menemukannya dan dia yang pastinya di curigai.


"Enggak, semuanya baik-baik aja, gak ada yang nuduh aku yang bukan-bukan, pihak sekolahan gak ngintrogasi aku yang tidak-tidak" mendengar hal itu mereka semua pun tampak lega.


"Siapa sebenarnya yang meninggal itu, kamu tau gak siapa dia?" penasaran Bryan.


"Namanya Kayla, dia memang udah hilang sejak 3 hari yang lalu dan hari ini aku menemukan titik terangnya bahwa dia hilang bukan karena di culik melainkan meninggal dunia" jelas Angkasa.


"Kok bisa dia hilang dan malah di temukan tewas di gudang yang terbengkalai itu, siapa yang udah bunuh dia, gak mungkin kan dia meninggal karena bunuh diri" bertanya-tanya Rafael, ia yakin kematian Kayla karena ada orang yang terlibat di dalamnya bukan sebuah kebetulan.


"Dia memang meninggal karena di bunuh bukan bunuh diri, tapi sampai detik ini gak ada yang tau siapa yang sudah bunuh dia" timpal Angkasa.


Gelagat Angkasa langsung berubah, ia sebenarnya tak ingin berterus terang kepada teman-teman terkait masalah ini.


"Aduh kenapa Bryan pake curiga segala sama aku, aku udah nyimpen masalah ini dengan sebaik mungkin, kenapa dia bisa curiga juga" batin Angkasa yang dag dig dug meskipun dia bukan dalang utama dalam kasus ini.


"Udah jujur aja, aku tau kok kalau kamu nyembunyiin sesuatu dari kita" suruh Bryan.


Angkasa menghela nafas berat."Iya aku jujur sama kalian, sebenarnya aku itu lagi nyelidiki kasus kematian Jia, siswi yang meninggal 3 hari yang lalu di lapangan sekolah, polisi menduga bahwa Jia meninggal karena di bunuh sebab terdapat luka tusuk di bagian perutnya, aku sama Clara, Steven, Rev dan Aldo bergerak mencari tau masalah ini, tapi sampai sekarang kami masih belum membuahkan hasil"


"Owh pentesan kamu nyuruh kita menghindar" Angkasa cengar-cengir mendengar ucapan Bryan.


"Terus kok bisa ada siswi lain lagi yang meninggal dunia, apa kematian mereka berdua ada kaitannya" celetuk Reyhan.


"Jelas ada, kematian mereka memang ada kaitannya, bahkan pelakunya adalah orang yang sama" sahut Angkasa.

__ADS_1


"Penjahatnya itu ngapain bunuh mereka berdua, masalah apa yang mereka hadapi?" Aryan melemparkan pertanyaan yang terbesit di benaknya.


"Aku masih belum tau pasti tujuan utama dalangnya apa, tapi yang jelas mereka terlibat dalam sebuah konflik yang panas, selain mereka berdua ada banyak nama-nama orang yang mau aku selidiki sama teman-teman ku, tapi untuk sementara penyelidikan di hentikan dulu" jelas Angkasa.


"Kenapa?" mereka semua mengernyitkan dahi tanda tak mengerti mengapa kasus ini berhenti begitu saja.


"Karena nama selanjutnya setelah Kayla adalah Dyera Erly si anak kepala sekolah, dengar-dengar dia kejam dan gak ada yang berani sama dia, kami masih belum berani nyelidiki dia, kami mau bergerak mencari tau dengan sembunyi-sembunyi aja, karena kalau sampai ketahuan sama pihak sekolahan nyawa kami yang akan jadi taruhannya" jawab Angkasa yang berhasil membuat mereka terperangah.


"Sampai segitunya" tak percaya Bryan.


"Iya, anak kepala sekolah itu memang kejam, kalian jangan sampai dekat-dekat dengan dia, nanti kalian akan kena masalah, mengerti!" mereka semua mengangguk kompak.


"Kalian tunggulah di sini, aku mau mandi dulu, gerah" titah Angkasa.


"Ya udah sana, habis ini kita ke taman aja, suntuk di sini terus" ujar Rafael yang di balas dehaman oleh Angkasa.


Angkasa meninggalkan mereka di ruang tamu, ia membersihkan tubuhnya yang di penuhi peluh di kamar mandi, kemudian ia bersiap-siap habis itu turun kembali ke bawah dengan pakaian yang sudah rapih.


"Ayo katanya mau ke taman" ujar Angkasa.


"Gak jadi" jawab Reyhan.


Angkasa mengernyitkan dahi."Kenapa?"


"Ada artikel yang menyatakan bahwa kita berada di Bandung, salah satu media sudah tau kalau kita berada di sini dan dia juga yang sudah menyebarkannya, kita gak bisa keluyuran, bisa-bisa tempat tinggal kita akan di ketahui sama media" jawab Rafael.


"Kok bisa media tau, perasaan kita gak upload apapun tentang kota ini" tercekat Angkasa.


"Kamu ingat kan kemarin malam kita kemana, nah kita bisa ketahuan lantaran hal itu" jawab Aryan.


"Tau gini kita gak keluaran rumah kemarin, jadi gak bebas kan kita sekarang" menyesal Angkasa.


"Ya mau gimana lagi, beginilah nasib kita" pasrah Reyhan.


"Om Jun udah tau artikel itu?" penasaran Angkasa.

__ADS_1


Bryan menganggukkan kepalanya."Iya, dia juga meringatin kita buat hati-hati, kita harus waspada, media tengah menjadi musuh terbesar kita"


Angkasa tampak manyun, hari ini ia tidak bisa keluaran rumah sama sekali, alhasil ia dan teman-temannya berdiam diri di dalam rumah.


__ADS_2