Misteri Kematian Di Sekolah

Misteri Kematian Di Sekolah
Misteri tas hitam misterius


__ADS_3

"Gimana ini apa yang harus aku lakukan, aku harus lakuin apa, dia kayaknya ingin masuk ke rumah ini sedangkan aku takut untuk bertemu dengan dia" bimbang Cantika, ia ketakutan dan tak ada satupun orang yang bisa menolongnya, guratan kecemasan terus saja tertera di wajah Cantika.


Cantika kebingungan harus melakukan apa saat ini, ia tak bisa diam, ia mondar-mandir ke sana kemari dengan wajah yang cemas.


Suara ketukan pintu seakan menghipnotisnya agar dia membukanya.


tok


tok


tok


Lama kelamaan suara ketukan pintu semakin keras, Cantika makin tak tenang, walaupun ia berusaha untuk diam dan tidak menggubrisnya namun hal itu tidak membuatnya lega sama sekali.


"Dia makin mendesak, apa yang harus ku perbuat, bagaimana caranya aku gak keluar dan bukain dia pintu, aku takut sama dia, aku tidak apa-apain aku" gelisah Cantika.


tok


tok


tok


"Iya sebentar" teriak Clara mendekati pintu.


Mau tidak mau Cantika harus membukakan pintu untuk orang yang tak tau siapa.


Sebenarnya Cantika merasa takut, ia takut orang yang di kabarkan telah meninggal ia jumpai kembali.


Dengan menelan ludah pahit Cantika memegang gagang pintu, ia dengan pelan-pelan membuka pintu, jantungnya sangat deg-degan, keringat-keringat dingin membanjiri tubuhnya.


Kala pintu terbuka mata Cantika tertutup, ia masih belum siap melihat siapa yang sedari tadi mengetuk pintu rumahnya dengan keras.

__ADS_1


Telinga Cantika tak mendengar suara apapun saat pintu sudah berhasil ia buka.


Cantika yang penasaran siapa tamu yang mengetuk sejak tadi pelan-pelan membuka matanya, Cantika melihat sekelilingnya yang kosong, tak ada satupun orang yang ia temukan di sana.


"Kok gak ada orang, perasaan tadi ada orang yang ngetuk-ngetuk pintu itu kayak mendesak gitu, tapi kenapa pas di buka malah gak ada siapa-siapa?"


Cantika merasa aneh, sosok yang menggedor-gedor pintu rumahnya sejak tadi saat di cari malah tidak ada, halaman rumah yang tidak terlalu besar itu kosong, gerbang juga tertutup dengan rapat, tidak mungkin akan ada tanda-tanda orang yang datang ke rumah Cantika.


Di saat Cantika mencari keberadaan orang tersebut tiba-tiba angin semilir menerpa tubuh Cantika, seketika Cantika menjadi merinding, di pikirannya terus terngiang-ngiang dengan ucapan Gina yang menyebut bahwa Miranda telah meninggal dunia dalam sebuah insiden kecelakaan.


"Kenapa aku jadi merinding begini, kayaknya gak aman berada di luar jam segini, sebelum ada apa-apa yang terjadi, aku harus segera masuk ke dalam" Cantika hendak menutup pintu dan kembali masuk ke dalam rumah kembali tiba-tiba.


"Eh apa ini" Cantika berjongkok mengambil sebuah tas berwarna hitam yang tergeletak di bawah tepatnya di depan pintu.


"Tas siapa ini, kenapa di biarkan ada di sini, perasaan tadi gak ada benda apapun yang berada di sini, lantas mengapa tas ini tiba-tiba ada di sini" keheranan Cantika yang melihat tas berwarna yang terbilang cukup misterius itu.


"Apa mungkin tadi ada orang yang masuk ke sini dan ngirim tas ini, tapi untuk apa, aku gak butuh tas, ngapain dia ngasih aku tas" tak habis pikir Cantika yang merasa janggal dengan tas hitam tersebut.


"Ku rasa ada sesuatu di dalam tas ini, aku akan coba liat di dalam, moga aja ada nama pengirimnya" harapan besar Cantika.


Cantika membawa tas itu masuk ke dalam, Cantika mengunci pintu biar tidak ada orang yang masuk ke dalam apalagi makhluk halus.


Cantika meletakkan tas yang sangat berat itu di ruang tamu, ia yang sangat penasaran membukanya dengan semangat, ia ingin tau apa isi di dalam tas itu sampai seberat itu.


Saat di buka Cantika tertegun melihat sebuah rambut yang panjang dan banyak berada di dalam tas itu, Cantika dengan tertegun menarik rambut itu dari dalam tas hitam.


Cantika dengan cepat membuang tas itu ke sembarang arah, rambut itu benar-benar misterius, ia benar-benar geli melihat rambut wanita yang sebanyak itu.


"Iiih rambut siapa itu, kenapa banyak banget, masa iya di dalam tas itu penuh dengan rambut?" tak percaya Cantika.


"Tapi kalau isinya murni rambut gak mungkin seberat itu, tas itu kayak batu saking beratnya, ku rasa ada hal lain yang berada di tas itu sehingga berat kayak gitu" yakin Cantika.

__ADS_1


Cantika masih geli untuk meriksa kembali ada apa di dalam tas itu, namun karena rasa penasaran yang semakin menjadi-jadi, ia pun kembali mendekati tas itu, ia mengeluarkan semua rambut wanita yang benar-benar banyak.


"Banyak banget rambut ini" ternganga Cantika melihat rambut yang sebanyak itu.


Cantika menatap rambut itu dengan cermat.


"Kok aku merasa rambut ini asli, bukan wig, tapi milik siapa rambut yang sebanyak ini?"


Cantika bertanya-tanya siapa pemilik rambut yang super banyak dan ia yakini bahwa rambut itu asli bukan bohongan.


"Aku pikirin aja nanti, sekarang yang lebih penting itu aku harus keluarin semua isi di dalam tas ini, siapa tau nanti di dalam tas ini ada nama pengirimnya"


Cantika mengabaikan rambut yang banyak itu, ia membongkar semua isi di dalam tas tersebut, setelah rambut berhasil di singkirin, ia menemukan sesuatu yang membuat matanya membulat sempurna.


"Kotak, kotak apa ini, apa ini sebuah hadiah?" girang Cantika karena sudah lama ia tidak mendapat surprise dari seseorang.


"Tapi siapa yang ngirim hadiah ke rumah ku, apa mungkin Gina atau yang lain ya?" pikir Cantika yang kesenangan.


"Coba deh aku buka, aku yakin di dalamnya ada nama pengirimnya"


Dengan girang dan penuh semangat seorang Cantika membuka kotak itu, ia ingin tau apa isi di dalam kotak yang di kemas dengan elegan dan tampak cantik itu.


Senyuman yang tadinya merekah tiba-tiba pudar, wajah Cantika mendadak menjadi pucat pasi seperti tidak teraliri darah kala melihat isi di dalam kotak tersebut.


"A-apa ini?" terbata-bata Cantika yang ketar-ketir melihat isi di dalam otak itu.


"Kenapa di sini ada foto Dyera, Miranda, Gina, Emilia dan juga aku, siapa yang sudah ngambil foto kami dan mengirimnya pada ku?" terheran-heran Cantika yang menangkap foto-fotonya dan juga teman-temannya yang berada di dalam kotak itu.


Di tengah-tengah foto mereka di tusuk dengan menggunakan paku sehingga bolong.


"Apa maksudnya ini, kenapa foto ku dan yang lain di lubangi di tengahnya" tak mengerti Cantika dengan maksud pengirim kotak tersebut.

__ADS_1


__ADS_2