Misteri Kematian Di Sekolah

Misteri Kematian Di Sekolah
Misteri nama-nama orang yang tertera dibuku misterius


__ADS_3

"Aku gak tau, di buku ini gak di jelasin siapa yang sudah bunuh Jia, kalau aku tau, aku pasti sudah bilang sama kalian" jawab Angkasa.


"Terus apa yang kamu dapatin dari buku itu, kalau cuman masalah peristiwa kematian Jia aja gak guna, kita udah tau, semua orang juga udah pada tau, gak perlu kita nanya lagi kayak gimana peristiwa tragis yang menimpa Jia" ujar Rev.


"Yang kita butuhkan itu saat ini cuman dalangnya, masalah yang lain gak penting, kita udah pada tau" tambah Steven.


"Aku memang gak tau siapa orang yang sudah tega bunuh Jia, tapi aku curiga pada salah satu halaman yang di dalamnya banyak sekali nama-nama orang, di otak aku cuman ada 2 kecurigaan" tutur Angkasa.


Mereka bertiga semakin penasaran, apa yang Angkasa katakan kali ini cukup membuat mereka ingin tau siapa saja nama-nama orang yang Angkasa maksud.


"Apa kecurigaan mu?" pengen tau Clara.


"1 nama-nama orang yang terdapat di dalam buku ini adalah orang-orang yang terlibat di dalamnya, 2 nama-nama mereka yang tertulis rapih di dalam buku ini adalah target selanjutnya, tapi aku gak bisa mastiin kebenarannya, mangkanya aku nanya sama kalian" jelas Angkasa.


"Coba tunjukkan halaman yang kamu maksud, aku ingin tau nama siapa saja yang tertulis di buku itu, barang kali aku kenal sama mereka" titah Rev.


Dengan cepat Angkasa membuka halaman yang di dalamnya banyak sekali nama-nama orang yang sangat asing di matanya.


"Ini dia nama-nama orang yang aku maksud, apakah kalian ada yang kenal" Angkasa mempelihatkan nama-nama orang-orang misterius pada mereka semua.


Rev, Clara dan juga Steven ternganga dengan setiap nama yang tertulis rapih di dalam buku tersebut.


"Gimana, apa kalian kenal sama salah satu di antara mereka?" Angkasa menatap wajah mereka yang terkesiap, ia penasaran mengapa mereka semua terkejut seperti itu.


"Bukan kenal lagi tapi kenal banget, semua orang yang di tulis di dalam buku ini kami kenali, mereka semua ada di sekolah ini" Rev sungguh terkejut semua orang-orang yang ia kenal namanya berada di dalam buku misterius.

__ADS_1


"Kok bisa nama-nama mereka semua ada di sini, siapa yang sudah nulisnya" heran Steven, semua nama-nama orang yang tertera di sana sangat ia kenali.


"Kayaknya yang nulis semua nama-nama mereka adalah dalangnya, seakan-akan dia sudah merencanakan semuanya" pandangan semua orang tertuju pada Rev.


"Apa maksud kamu, gak mungkin itu terjadi, aku yakin yang nulis buku ini bukan dalangnya" bantah keras Clara.


Tak masuk akal bagi Clara bahwa dalang utama dari peristiwa sadis ini yang sudah membukukan kisah Jia yang baru-baru ini meninggal dunia.


"Kalau bukan dalangnya siapa lagi Clara, dia itu sudah pasti dalangnya, buku ini sudah di tulis jauh sebelum Jia meninggal, Angkasa kamu nemuin buku ini di mana, di mana tempat kamu ngambil buku ini?" Rev penasaran di mana Angkasa mendapatkan buku misterius tersebut.


"Di perpustakaan, aku ngambil buku ini di sana, itupun di hari pertama aku sekolah di sini, aku penasaran banget dengan buku tanpa judul ini, pas aku baca isinya tentang pembunuhan, awalnya aku ngagep cerita di buku ini cuman fiksi semata, tapi lama-lama aku menyadari bahwa cerita yang di tulis dengan rapih di sini adalah kisah akhir hidup Jia" Angkasa juga sempat terkejut setelah menyadari persamaan tempat, kejadian dan nama tokoh yang di ceritakan di buku itu dengan kejadian tragis yang menimpa Jia.


"Tuh dengar kan, itu pasti dalangnya yang sudah nulis itu semua" timpal Rev membuat Clara tak bisa membantah lagi.


"Aku merasa dia ingin kita menyelidiki kasus ini" ujar seseorang yang baru datang.


Mereka berempat terkejut, hati mereka masih setengah tidak percaya dengan ucapan orang tersebut, pandangan mereka semua langsung teralihkan kepadanya.


"Aldo!" kaget mereka dengan kedatangan Aldo yang datang di waktu yang tidak tepat.


"Iya, ini aku, kalian jangan kaget gitu, aku bukan hantu" Aldo menatap bergantian wajah mereka yang kaget dan tegang.


"Aku kira kamu itu anak-anak di sekolahan ini, aku udah takut ada orang lain yang tau kalau kita berada di sini" celetuk Clara yang hampir saja jantungnya copot akibat ulah Aldo.


"Tenang aja, gak akan ada yang datang ke tempat ini, aku berani jamin" mereka pun lega, mereka tidak lagi tegang seperti tadi setelah mendengar penjelasan Aldo.

__ADS_1


Secara logika memang tidak akan ada satupun orang yang mendatangi gudang kosong yang sudah terbengkalai puluhan tahun yang lalu.


"Aku yakin dalangnya ingin kalau kita menyelidiki kasus ini" sekali lagi Aldo mengulangi ucapannya, wajahnya tampak serius, ia tidak main-main kali ini.


Steven mengerutkan alis."Mana mungkin dalangnya pengen kita selidiki kasus ini, dia pasti akan ketahuan, dia tidak sebodoh itu!"


"Iya bener itu, dalangnya pasti gak akan mungkin melakukan ini, itu sama saja membuatnya terjebak dalam permainannya sendiri" imbuh Rev yang sefrekunsi dengan Steven.


Aldo pun diam, percuma dia menyakinkan mereka, karena mereka pasti tidak akan percaya.


"Terus bagaimana dengan nama-nama orang yang berada di dalam buku ini, apa kalian merasa mereka terlibat dalam hal ini?" Angkasa ingin mendengar langsung jawaban dari mulut mereka, karena saat ini mereka yang lumayan lama sekolah di sini sementara dia masih baru menginjak kaki di mari.


"Gak mungkin, gak mungkin mereka terlibat, di dalam buku itu ada beberapa nama guru yang di tulis dengan rapih di sana, mana mungkin mereka tega melakukan itu, mereka itu guru, tugasnya memberi ilmu bukan membunuh orang" jawab Steven.


"Iya itu, gak mungkin guru-guru akan berbuat seperti itu" tambah Clara.


"Tapi bisa jadi mereka terlibat dalam kasus ini" timpal Aldo.


Pandangan mereka kembali tertuju pada Aldo.


"Gak mungkin do, mereka gak mungkin sejahat itu, selama ini mereka itu baik sama murid-murid, mana mungkin mereka sekejam itu membunuh Jia" bantah Rev yang tak percaya sama sekali kalau mereka terlibat.


"Hati orang itu beda-beda, kadang mukanya aja yang kelihatan baik, tapi belum tentu hatinya, ingat badai itu terbuat dari laut yang tenang!" penuh penekanan Aldo saat mengeluarkan kata-kata itu.


Mereka semua langsung bungkam, mereka mengerti maksud Aldo bahwa yang terlihat baik belum tentu baik.

__ADS_1


__ADS_2