My Boss My Berondong

My Boss My Berondong
Bab 104 : Ujian Akhir


__ADS_3

Setelah menjalani perawatan dan pemulihan selama kurang lebih tiga bulan, akhirnya Evan sudah bisa beraktifitas dengan normal seperti biasanya. Minggu depan, Evan akan menjalani ujian akhir di sekolahnya. Banyak mata pelajaran yang telah dia lewatkan selama ini. Dia harus banyak belajar lagi dan mengejar ketertinggalannya.


"Gimana persiapan ujian kamu sayang?" tanya Indi pada Evan.


"Evan akan berusaha semaksimal mungkin Mah. Karena Evan banyak tertinggal pelajaran, jadi belajarnya harus ekstra juga." Evan menjawab dengan santai.


"Apapun hasilnya nanti yang penting kamu udah berusaha maksimal. Jangan terlalu dipaksakan ya, kamu baru sembuh." Indi selalu memantau kegiatan Evan. Walaupun dia sudah sibuk dengan pekerjaannya sebagai sekretaris suaminya, Arya, dia tetap berusaha memantau anak-anaknya. Indi tidak mau anak-anaknya kekurangan kasih sayang orang tuanya.


"Kak Evan, gimana persiapan untuk ujiannya?" tanya Kanaya saat sedang istirahat dan berada di taman belakang.


"Kamu janjian ya sama Mama? Pertanyaannya sama gitu," ucap Evan tersenyum karena merasa lucu.


"Kok bisa gitu Kak?" tanya Kanaya bingung.


"Ya mana aku tahu, Nay. Aku akan berusaha maksimal untuk ujianku dan aku juga harus belajar ekstra karena udah ketinggalan banyak pelajaran." Evan memberitahu Kanaya.


"Kak Evan pasti bisa. Aku akan selalu doain Kakak."


"Makasih ya Nay." Evan tersenyum yang dibalas dengan senyuman pula oleh Kanaya.


Evan dan Kanaya akhirnya berbaikan setelah sedikit ada ketegangan di antara mereka. Evan juga semakin berani mengambil kesempatan saat bersama dengan Kanaya. Dia berjanji pada diri sendiri kalau dia akan menjadikan Kanaya orang yang spesial karena sebentar lagi dia akan masuk Universitas dan mendapatkan ijin dari Indi.


Hari ujian pun tiba, Evan sudah berusaha untuk belajar dengan maksimal. Dia akan berusaha mengerjakan ujiannya dengan maksimal pula. Kanaya, anak kelas dua dan satu diliburkan supaya tidak mengganggu konsentrasi anak-anak yang sedang ujian. Kanaya menunggu Evan di depan sekolah karena ingin menyemangati Evan.

__ADS_1


"Apa kamu nggak berlebihan sayang?" tanya Dion pada Kanaya yang mengantarnya ke sekolah.


"Hehehe, Naya tahu ini berlebihan Pah, tapi Naya tidak mau kehilangan momen lagi," ucap Kanaya tersenyum malu.


"Tapi Papa nggak mau kamu pacaran dulu loh Nay. Kamu harus sekolah dulu yang benar dan lulus lalu masuk ke universitas." Dion memberi peringatan.


"Naya tahu Pah, Kak Evan juga nggak boleh pacaran sama Tante Indi." Kanaya tersenyum kecut menerima peringatan ayahnya.


"Papa setuju sama Indi, kalian harus sekolah dulu. Nggak ada yang namanya pacaran titik." Dion menegaskan lagi.


"Iya Papa bawel." Kanaya memeluk Dion manja.


Akhirnya Evan keluar dari kelasnya. Dia telah menyelesaikan ujiannya pada hari pertama. Kanaya langsung keluar dari mobil setelah melihat Evan.


"Loh Nay, kok ke sekolah? Kamu kan libur," tanya Evan.


"Iya Kak, Naya sengaja mau menyemangati Kak Evan," ucap Kanaya dengan senyuman manisnya.


"Kamu ada-ada aja deh, mau ikut ke rumah?" tanya Evan.


"Nggak Kak, Naya ke sini sama Papa. Kak Evan gimana ujiannya tadi?"


"Tadi sih bisa ngerjain semuanya, tapi nggak tahu juga jawabannya bener atau nggak."

__ADS_1


"Yang penting udah usaha Kak, apapun hasilnya yang penting lulus nantinya." Kanaya tertawa mendengarkan ucapannya sendiri.


"Kalau yang penting lulus, aku nggak udah belajar juga bisa Nay."


"Kak Evan sombong." Evan dan Kanaya tertawa berdua.


Setelah mengobrol sebentar dengan Kanaya, Evan pun pulang ke rumah. Kanaya diajak ikut serta tapi menolak karena ditunggu ayahnya. Evan tersenyum lagi saat mengingat bagaimana niatnya Kanaya menyemangatinya sampai ke sekolah.


"Kenapa senyum-senyum sendiri, Kak?" tanya Vania saat Evan sudah sampai rumah.


"Nggak pa-pa Dek," ucap Evan masih dengan senyumannya.


"Hiii Kak Evan gila, senyum-senyum sendiri." Vania menggelengkan kepalanya.


Selama tiga hari berturut-turut, Evan melaksanakan ujian akhir sekolah. Dia melakukannya dengan maksimal walaupun banyak waktunya yang terbuang. Dia mengejar ketertinggalannya dan mengerjakan ujian dengan baik. Kanaya datang lagi ke sekolah pada hari terakhir Evan ujian.


"Kak Evan," panggil Kanaya dengan tersenyum.


"Kamu ke sini lagi?" tanya Evan.


"Iya Kak, selamat udah selesai ujiannya," kata Kanaya tulus.


"Makasih ya, kamu ngapain juga harus ke sini."

__ADS_1


"Naya ingin aja, nggak ada kesibukan juga." Kanaya merasa malu sendiri. Evan semakin ingin menjadikan Kanaya sebagai pacarnya, karena Kanaya begitu perhatian terhadapnya.


__ADS_2