My Boss My Berondong

My Boss My Berondong
Bab 31 : Berpikir Ulang


__ADS_3

Sudah satu minggu berlalu sejak makan malam waktu itu. Indi mencoba menghindari Arya, karena Indi merasa harus memikirkan lagi semuanya.


"Indi, ke ruangan saya," kata Arya lewat interkom.


"Permisi, Pak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Indi, setelah dipersilahkan masuk oleh Arya.


Arya langsung berdiri dan mendekati Indi. Indi berusaha untuk melangkah mundur.


"Ada apa ya, Pak?" tanya Indi gugup. Tidak dipungkiri kalau dirinya juga rindu dengan sosok di depannya. Apalagi selama satu minggu ini, Arya benar-benar memohon kepada Indi untuk tidak menghindarinya.


Tanpa basa-basi, Arya langsung menggendong Indi ala bridal style. Indi yang kaget hanya bisa memeluk leher Arya. Arya membawa Indi ke ruangan privat.


"Turunin Ar, kita bicara oke?" kata Indi mencoba mencairkan suasana. Indi tahu, Arya dalam mode dingin dan kesal karena kelakuan Indi.


Arya menurunkan Indi dan langsung memeluknya erat. Terdengar sedikit isakan yang keluar dari mulut Arya. Indi mengelus punggung Arya untuk menenangkannya.


"Please, jangan menghindar lagi. Udah cukup satu minggu ini buat kamu berpikir. Dan apapun yang kamu pikirkan, tidak akan merubah perasaanku dan keinginanku untuk menikahi kamu," kata Arya, lalu melepaskan pelukannya.


Arya menatap Indi lembut, membelai pipi Indi, lalu mencium bibir Indi lama. Satu minggu sudah dia mencoba menahannya. Arya memberikan waktu seperti yang Indi minta. Padahal, semua itu tidak perlu, karena yang terpenting adalah Arya dan keluarganya. Tidak perduli dengan pemikiran orang lain. Tapi tidak bagi Indi.


"Maafin aku Ar, maaf udah buat kamu sedih," kata Indi membelai lembut rambut Arya.


Arya langsung mencium bibir Indi dan mel*matnya. Arya benar-benar merindukan Indi.


"Haaahh." Indi mengambil nafas. "Keluar yuk, aku masih banyak kerjaan," kata Indi mengajak Arya keluar ruangan privat.


Indi melanjutkan pekerjaannya dengan profesional. Dia berencana tidak akan menjauhi Arya lagi, tapi dia tetap memikirkan lagi tentang hubungannya. Indi tidak ingin, kejadian waktu makan malam itu terjadi lagi


"Ngelamun aja lo," tegur Dimas.


"Heh, kenapa Dim?" tanya Indi linglung.


"Ada masalah apa sih sebenarnya sama Arya?" tanya Dimas.


"Apa gue 'gak pantas ya buat Arya?" tanya Indi dengan tatapan sendu.


"Siapa yang bilang lo 'gak pantes sama Arya? Sini gue hadapin dia," kata Dimas emosi.


"Kenapa lo yang emosi, hahahaha," baru kali ini Indi tertawa lepas.


"Gue ngerasa lo cocok banget sama Arya, Ndi. Selama ini Arya terkenal dengan orang yang dingin dan cuek, tapi semenjak kenal sama lo dan bareng sama lo, dia jadi pribadi yang lebih hangat," kata Dimas menjelaskan.


"Tapi ada yang bilang, Arya bisa dapet yang lebih dari gue Dim. Secara lo tahu kan, gue janda punya anak satu," kata Indi lirih.


"Masalah hati 'gak ada yang bisa memilih Ndi, kalau udah cocok ya udah. Mau sama istri orang pun bakal dikejar, hahaha," gurau Dimas.

__ADS_1


"Ya kali sama istri orang, lo mah cari masalah, hehe," kata Indi jadi sedikit lega.


"Jadi lo 'gak usah mikir 'gak pantes buat Arya. Karena gue tahu Arya gimana," kata Dimas menepuk pundak Indi.


"Thanks ya, Dim," kata Indi tersenyum tulus.


Dimas hanya mengangguk dan kembali ke mejanya.


Indi mengulang lagi kata-kata dari Dimas. Indi tidak mau terus-terusan menghindari Arya karena masalah makan malam waktu itu. Arya sudah memilihnya, jadi dia harus yakin dengan dirinya sendiri


Pov Arya.


"Kenapa lo, Kak?" tanya Arini pada Arya yang baru pulang kerja.


Arya tidak menghiraukan pertanyaan Arini, dia langsung masuk ke kamar.


"Ditanya 'gak jawab," kata Arini kesal.


"Kenapa Arin?" tanya Mamanya


"Tuh, kak Arya ditanya malah 'gak jawab. Mukanya kusut banget, kaya baju belum disetrika, hahaha," kata Arin manyun.


"Masih belum baikan sama Indi kali," kata Mama. "Mama jadi merasa bersalah."


"Mama 'gak salah, temen Mama aja yang 'gak sopan," kata Arini membela Mamanya.


"Halah, itu pasti akal-akalan dia aja Mah. Arin sebel tahu sama Lista dari kecil, gara-gara dia Arin dulu 'gak deket sama kak Arya," kata Arini kesal.


Dulu waktu kecil, Calista tetangga Arya dan Arini. Arya selalu saja mementingkan Calista daripada adiknya sendiri. Itu yang membuat Arini kesal dengan Calista.


"Udah 'gak usah dibahas lagi," kata Mama, lalu pergi ke kamarnya.


Di kamar Arya.


"Hah, gue harus gimana lagi, buat buktiin ke Indi kalau gue 'gak masalahin status dia," kata Arya menghela nafas lelah.


Call on.


"Hallo," sapa Indi di seberang telepon.


"Hai sayang, miss you," kata Arya, membuat Indi terdiam sejenak.


"Miss you too, sayang. Maafin aku ya," kata Indi.


Indi berniat untuk melanjutkan lagi hubungannya dengan Arya secara baik-baik. Tidak perduli bagaimana tanggapan orang tentang statusnya yang berbeda dengan Arya.

__ADS_1


"Kamu 'gak salah Ndi, aku yang salah," kata Arya lirih.


"Aku salah, karena seminggu ini udah menghindar dari kamu," kata Indi lagi.


"Jangan kaya gitu lagi ya, aku 'gak bisa tanpa kamu Ndi," kata Arya memohon.


"Iya Ar, aku janji aku 'gak akan ragu lagi. Apapun yang orang katakan, aku cukup dengerin kamu aja," kata Indi tersenyum.


"Makasih sayang, besok aku udah boleh jemput kan?" tanya Arya.


"Hehehe, boleh Ar. Maaf ya," kata Indi, merasa bersalah.


Selama seminggu Indi mencoba menghindari Arya, dan dia juga beralasan tidak mau diantar jemput saat ke kantor.


"Ya udah kamu istirahat, love u Indi," kata Arya.


"Love u too, Arya."


Call off.


Indi merasa lega sudah memantapkan hatinya untuk tetap bersama Arya. Walaupun orang lain berkata Indi tidak pantas mendapatkan seorang Arya, tapi Indi yakin dirinya pantas. Dia juga seorang wanita yang ingin bahagia. Terlepas dari statusnya saat ini.


"Mah," panggil Evan.


"Ya, sayang." Indi memeluk erat Evan.


"Kenapa Mah?"


"Gak apa sayang, Mama bahagia," kata Indi mengusap air mata yang menggenang di pelupuk matanya.


"Udah baikan sama Om Arya?" tanya Evan.


"Udah sayang, Mama 'gak bisa jauh dari om Arya ternyata, hehehe," kata Indi pada anaknya.


"Kenapa Mama 'gak nikah aja sama Om Arya?" tanya Evan lagi.


"Mama nunggu om Arya sayang, kalau memang om Arya mau nikah sama Mama, ya Mama mau nikah sama om Arya."


"Nanti Evan yang minta sama om Arya deh Mah," kata Evan membuat Indi kaget.


"Evan udah 'gak sabar ya punya Papa baru?" tanya Indi sambil membelai lembut rambut Evan.


"Evan pengen Mama selalu tersenyum. Evan lihat Mama selalu senyum kalau sama om Arya," kata Evan, membuat Indi berkaca-kaca.


"Makasih ya sayang, makasih udah hadir dalam kehidupan Mama," kata Indi, memeluk anaknya erat dan menciumi pipinya.

__ADS_1


"Terima kasih Tuhan, Engkau hadirkan seorang anak yang begitu menyayangi hamba," kata Indi dalam hati.


__ADS_2