
Hari yang ditunggu akhirnya datang juga. Arya mengajak karyawannya untuk liburan. Tetapi tidak semua karyawan ikut serta.
"Yeaaayy, liburan," teriak Jessi. Dia memang suka bikin suasana ramai.
"Harusnya dia 'gak kita ajak," kata Ardi pada Dimas.
"Jahat iihh, Pak Ardi," kata Jessi merajuk.
"Harusnya kita 'gak mau diajak liburan si Boss. Lihat tuh, kita cuma numpang," kata Dimas, menunjuk Arya dan Indi.
"Makanya cari pasangan Dim, jomblo kok dipelihara," kata Andin membuat Dimas merengut.
Semuanya yang mendengar langsung tertawa terbahak.
"Kasihan Pak Dimas," kata Jessi membela Dimas.
"Jessi mau sama Pak Dimas?" tanya Sinta.
"Engga mau, Pak Dimas udah tua," kata Jessi polos.
Hahahahaha, semuanya langsung tertawa lagi.
"Bocah dasar, gue baru 27 tahun. Belum tua," kata Dimas
"Tua tahu, Pak. Jomblo lagi," kata Jessi benar-benar polos.
"Udah-udah, perut gue sakit, hahaha," kata Andin mencoba menyudahi perdebatan Dimas dan Jessi.
"Lebih tua Ardi, tuh," tunjuk Dimas pada Ardi.
"Iya, gue tua tapi gue 'gak jomblo ya," kata Ardi tersenyum bangga.
"Tuh kan, Pak Dimas jomblo sendiri," kata Jessi membuat Dimas kelabakan.
"Cukup, sudah mau sampai tujuan," kata Arya dengan suara tegas. Sedari tadi dia mendengarkan para karyawannya berdebat dan tertawa, walaupun dia berduaan dengan Indi.
Semuanya langsung diam dan berbisik-bisik. Indi hanya menggelengkan kepala sembari tersenyum.
"Fighting Dimas," kata Indi tersenyum menyiratkan sesuatu.
Semuanya langsung tertawa kembali.
Akhirnya, setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu setengah jam mereka semua sampai di tempat tujuan. Villa keluarga dengan privat pantai dan pemandangan yang indah menjadi pilihan mereka. Mereka masing-masing mendapatkan satu kamar untuk dua orang. Jessi dan Andin satu kamar, Dimas dan Ardi, Sinta dan Mila, Indi satu kamar sendiri, begitu juga dengan Arya.
"Kok Bu Indi sendirian sih?" tanya Jessi polos.
"Biar 'gak ada yang gangguin," celetuk Dimas.
"Ganggu apa?" tanya Jessi lagi.
"Udah, ayo kita masuk kamar aja," kata Andin, membawa Jessi masuk ke kamar.
"Istirahat dulu ya," kata Arya pada Indi, mengusap kepala Indi.
"Iya, kamu juga," balas Indi.
__ADS_1
"Ayo kita istirahat," teriak Dimas, yang berakhir dipelototi oleh Arya.
Semuanya masuk ke kamar masing-masing. Membersihkan diri dan beristirahat sebelum memulai acara malam hari.
Pov Indira.
Call on.
"Hai sayang, kamu lagi ngapain sekarang?" tanya Indi pada Evan di telepon.
"Evan lagi main sama Nenek Mah, Mama tenang aja. Evan seneng kok tinggal sama Nenek dan Kakek," kata Evan.
Ya, Evan ditinggal bersama Mama dan Papa Arya. Tadinya Indi berniat untuk membawa Evan, tetapi tidak diperbolehkan oleh Mama Arya. Akhirnya Indi harus berjauhan dengan Evan selama tiga hari. Ini adalah hal yang pertama kali.
"Ya udah, Evan yang nurut ya sama Nenek dan Kakek," kata Indi mengakhiri panggilannya.
"Iya Mama," kata Evan lalu menutup teleponnya.
Call off.
Indi hendak masuk kamar mandi saat pintu kamarnya diketuk. Indi membuka pintu dan mendapati Arya berdiri di depan pintu.
"Kenapa Ar?" tanya Indi.
"Boleh aku masuk?" tanya Arya.
"Ya masuk aja," kata Indi mempersilahkan Arya masuk ke kamarnya.
Arya langsung merebahkan tubuhnya di kasur Indi. Indi memperhatikan wajah Arya.
Indi masuk ke kamar mandi dan membersihkan badannya. Keluar dari kamar mandi, Arya masih terlelap. Indi keluar kamar dan menuju ke dapur. Dia ingin membuatkan Arya makanan.
"Bu Indi mau masak?" tanya Jessi yang masuk ke dapur juga.
"Iya Jess, buat Arya," jawab Indi.
"Jessi boleh minta, Bu?" tanya Jessi lagi.
"Gak boleh," kata Arya tiba-tiba sudah ada di belakang Indi dan Jessi.
"Pak Arya pelit iihh," kata Jessi merajuk.
"Jessi bantuin sini, nanti sekalian saja saya buatkan untuk kalian semua," kata Indi.
"Assiikk, Bu Indi mah baik, 'gak kaya Pak Arya," kata Jessi menjulurkan lidahnya.
"Lo berani banget bocah, 'gak inget dia itu siapa?" kata Dimas menoyor kepala Jessi. Seketika Jessi sadar atas perbuatannya.
"Maaf, Pak Arya yang baik hati," kata Jessi mencoba tersenyum semanis mungkin. Arya hanya menatap tajam ke arah Jessi.
"Udah, ayo kita masak dulu. Pasti pada lapar kan?" tanya Indi.
"Aku bantu, Bu," kata Andin.
"Jessi, ikut saya," kata Arya pada Jessi.
__ADS_1
"Saya bantu Bu Indi aja deh Pak," kata Jessi sedikit takut.
"Ikut saya," kata Arya tegas.
Akhirnya Jessi mengikuti Arya, dan begitu juga dengan Dimas.
"Kamu beresin meja makan dan siapkan alat makan untuk semua orang," kata Arya pada Jessi.
"Gitu aja Pak?" tanya Jessi.
"Mau yang lain?" tanya Arya mencoba menakuti Jessi.
"Tidak Pak, ampun," kata Jessi langsung kabur mencari lap untuk membersihkan meja makan.
Selesai makan malam, semuanya berkumpul di ruang TV. Ada yang menonton film, ada yang asik dengan ponselnya, ada yang main game, ada juga yang sedang pacaran. Siapa lagi kalau bukan Arya dan Indi. Arya benar-benar terlihat super manja kalau sedang bersama Indi.
"Pak Arya bisa 'gak sih jangan umbar kemesraan di depan Jessi," kata Jessi yang polosnya tidak tertolong.
"Kalau iri bilang aja," kata Arya semakin manja pada Indi.
"Iihh kalau bukan Boss mah udah Jessi lempar bantal," kata Jessi melemparkan bantal ke Ardi.
"Kok aku yang dilempar bantal sih?" tanya Ardi sebagai korban.
"Kalau lempar ke Pak Arya, takut dipecat Pak," kata Jessi melirik ke arah Arya.
"Kamu berani?" tanya Arya menantang.
"Engga berani Pak," jawab Jessi tersenyum kuda.
Indi hanya menghela nafas sambil geleng-geleng kepala.
"Kita lagi liburan, jangan bawa pekerjaan ke sini. Di sini saya bukan atasan kalian, jadi kalau mau bercanda sama saya juga tidak apa-apa, ya kan Jessi?" Arya menatap Jessi dan mengerlingkan matanya.
"Ya ampun Pak Arya, nanti Jessi naksir loh," kata Jessi salah tingkah.
"Jangan Jess, udah ada pawangnya," kata Dimas tertawa.
"Dimas pengen ditimpuk bantal nih," kata Indi memegang bantal kursi.
"Ampun Ndi, Jessi aja tuh," kata Dimas langsung lari.
"Pak Dimas 'gak gentle iihh," kata Jessi.
Buugghh.. Suara bantal mengenai punggung Dimas. Dan Aryalah pelakunya. Semuanya langsung tertawa melihat reaksi Dimas yang memegangi punggungnya kesakitan.
"Pak Dimas, kasihan, hahahaha," ledek Jessi sambil tertawa.
Bergaul dengan orang-orang yang menerima kita apa adanya, membuat kita nyaman. Membuat kita bahagia dan melupakan hal yang tidak menyenangkan bagi kita.
"Kenapa sayang?" tanya Arya pada Indi.
"Aku senang ada di antara kalian. Kalian begitu tulus menerima aku," kata Indi tersenyum.
"Bu Indi sini, jangan pacaran terus sama Pak Arya," panggil Jessi.
__ADS_1
Indi tersenyum pada Arya dan mendekat ke arah Jessi. Jessi, Andin, Sinta dan Mila sedang bermain putar botol. Indi ikut masuk dalam permainan itu. Malam hari dilewati dengan sangat menyenangkan. Ini benar-benar liburan yang menyenangkan.