My Boss My Berondong

My Boss My Berondong
Bab 71 : Terbongkar


__ADS_3

Dimas mencoba menghubungi Angel dan menanyakan tentang Jacelyn. Namun jawaban dari Angel membuat Dimas bingung dan banyak pertanyaan muncul.


"Gue gak punya ponakan namanya Jacelyn," kata Angel menjawab pertanyaan Dimas di telepon.


"Yang bener lo, katanya dia diangkat oleh keluarga lo." Dimas mulai panik.


"Lo tahu sendiri gue anak satu-satunya dan keluarga bokap gue gak ada yang angkat anak," kata Angel lagi.


"Coba deh lo tanya dulu sama keluarga lo, masa sama ponakan sendiri lupa." Dimas menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Oke, nanti gue kabarin lagi."


Angel langsung menutup teleponnya dan menyisakan tanda tanya besar pada Dimas.


"Apa-apaan ini," ucap Dimas pada diri sendiri.


Dimas kembali ke ruangan Arya dan sudah tidak ada Evan.


"Kemana Evan?" tanya Dimas.


"Pulang, lagian ngapain di sini," jawab Arya.


"Gimana Dim?" tanya Indi penasaran.


Dimas menceritakan semuanya saat tadi menelepon Angel. Dan raut wajah Arya serta Indi berubah setelah mendengar cerita dari Dimas. Indi tidak percaya dengan semua itu.


"Apa kata-kata Angel bisa dipercaya?" tanya Indi ragu.


"Nanti gue pastiin lagi deh." Dimas mencoba berpikir.


"Berarti benar apa yang diceritakan oleh Jacelyn, kalau dia gak dianggap di keluarga itu," kata Indi menerawang.


"Jangan terlalu dipikirkan, nanti aku sama Dimas tanya langsung sama Pak Bastian, biar jelas semuanya," kata Arya menenangkan Indi.


Semua ini terasa tidak masuk akal. Untuk apa Jacelyn berpura-pura menjadi ponakan Angel dan mendekati Evan. Arya harus mencari tahu semuanya. Dia tidak mau anaknya sakit hati karena hal ini.


Setelah mengantarkan Indi ke rumah sepulang kerja, Arya dan Dimas langsung meluncur ke rumah Pak Bastian. Arya akan memperjelas semuanya agar tidak ada hal yang merugikan anaknya dan juga keluarganya.


Di sisi lain Evan sedang menuju ke kost Jacelyn. Dia ingin memastikan satu kali lagi keadaan Jacelyn. Evan berharap menemukan Jacelyn di kost sekarang.


"Jace," teriak Evan sambil mengetuk pintu.

__ADS_1


Rumah kost Jacelyn terlihat sepi. Belum ada sahutan dari dalam rumah.


"Jacelyn," panggil Evan lagi sambil menggedor pintu.


"Anaknya ada kok kak, tadi baru pulang," kata seorang penghuni kost di sebelah.


"Makasih infonya," ucap Evan lalu mencoba memanggil Jacelyn lagi.


Setelah berulang kali memanggil dan mengetuk pintu akhirnya pintu terbuka dan Jacelyn muncul. Evan langsung menghambur memeluk Jacelyn tanpa aba-aba. Dengan menggigit bibir Jacelyn menahan sakit di tubuhnya karena pelukan Evan.


"Lo gak pa-pa kan Jace?" tanya Evan masih memeluknya dengan erat.


"Gue gak pa-pa kak, lepas dulu," kata Jacelyn, suaranya sedikit bergetar.


"Lo sakit?" tanya Evan lagi melepas pelukannya dan menatap intens Jacelyn.


"Gue baik-baik aja," jawab Jacelyn tersenyum.


Jacelyn memakai celana jeans panjang dan sweeter untuk menutupi lebam di tubuhnya.


"Lo dari mana aja sih? Gue ke sini lo gak ada," tanya Evan khawatir.


Evan meminta Jacelyn untuk ikut ke rumahnya. Awalnya Jacelyn menolak karena dia merasa kurang enak badan, tapi akhirnya dia mau ikut karena tidak mau mendapat banyak pertanyaan dari Evan.


Arya dan Dimas sampai di tempat Pak Bastian dan disambut oleh beliau serta Angel dan suaminya.


"Saya sudah mendengar dari Angel. Kenapa kalian menanyakan sesuatu seperti itu?" tanya Bastian pada Arya dan Dimas.


"Begini Pak ...." Arya menceritakan awal pertemuan dengan Jacelyn di pesta pernikahan Angel. Dan dia mengaku sebagai ponakan Angel. Setelah lebih dekat, Jacelyn menceritakan kalau dia diangkat sebagai anak oleh keluarga Angel. Tapi tidak memberikan detail keluarga yang mana. Walaupun dia diangkat, tetapi dia merasa tidak nyaman dan akhirnya tinggal sendiri di kost.


"Dua hari ini dia menghilang dan anak saya, Evan, mencari kemanapun tapi tidak ada dan meminta bantuan saya," lanjut Arya.


"Tapi saat saya menanyakan pada Angel, dia bilang tidak mengenalnya," kata Dimas menambahkan.


"Gue emang gak kenal, dan gak ada anak angkat di sini," ucap Angel ikut bingung.


"Saya takut ada orang yang memanfaatkan anak itu untuk membuat anak saya sakit hati," kata Arya khawatir.


"Saya mengerti maksud kamu. Tapi benar apa yang dikatakan Angel, saya ataupun keluarga saya tidak ada yang mengangkat anak selama ini. Saat di luar negeri pun tidak." Pak Bastian menjelaskan.


"Jadi selama ini anak itu berbohong? Apa tidak ada kaitannya sama sekali dengan anda, Pak?" tanya Arya.

__ADS_1


"Saya tidak tahu anak itu dan saya menjamin tidak ada hubungannya sama sekali dengan saya dan juga Angel," tegas Pak Bastian.


"Gue gak bakalan cari masalah lagi sama lo dan Indi, Ar. Dulu gue masih belum bisa berpikir dewasa," kata Angel membela diri.


"Kalau begitu saya minta maaf sudah menganggu dan terima kasih sudah menerima kedatangan kami," ucap Arya.


Setelah berpamitan, Arya dan Dimas pulang dengan membawa banyak pertanyaan dan kekhawatiran.


"Siapa sebenarnya anak itu?" tanya Dimas.


"Lo jangan cerita ke siapapun dulu ya, kita selidiki berdua. Siapa dia sebenarnya dan mau apa," ucap Arya tegas.


"Oke. Tapi Evan gimana?"


"Nanti gue cerita sama Indi, dan minta Indi untuk membuat Evan sedikit menjauh dengan Jacelyn."


Arya memikirkan semua hal terburuk yang akan terjadi. Yang paling tidak ingin terjadi adalah Evan kecewa terhadap Jacelyn. Teman pertama yang Evan kenalkan dengan orang tuanya dan keluarganya.


Sampai di rumah, Arya kaget melihat Jacelyn di sana sedang bermain dengan Vania dan Vano. Ada juga Indi yang ikut ngobrol dengan Evan.


"Hai om, baru pulang?" tanya Jacelyn sambil tersenyum tulus.


"Iya nih, habis lembur sebentar," jawab Arya memberikan kode pada Indi.


"Sebentar ya Jace, tante tinggal dulu." Indi mengikuti Arya yang langsung masuk ke kamar.


Arya menghela nafas berat dan menceritakan semuanya pada Indi. Tidak percaya dengan semua cerita Arya, Indi bertanya berkali-kali untuk meyakinkan diri sendiri.


"Jadi benar dia bukan dari keluarga Angel? Lalu dia siapa?" tanya Indi sedikit syok.


"Aku dan Dimas akan menyelidiki semuanya. Tapi aku minta kamu bujuk Evan jangan terlalu dekat dengan Jacelyn."


"Kalau dilihat Jacelyn seperti anak yang baik sayang. Benar-benar baik, tulus." Indi menghela nafas.


"Kita hanya menjaga agar Evan tidak terlalu kecewa nantinya." Arya memeluk Indi dan mengecup keningnya.


"Semoga dia memang benar-benar anak yang baik ya, hanya berbohong sedikit," ucap Indi seraya berdoa.


Arya dan Indi tidak tahu bahwa ada yang menguping di depan pintu kamarnya. Jacelyn menutup mulutnya menahan tangisannya.


"Mereka udah tahu yang sebenarnya," kata Jacelyn dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2