
Evan dan Arya sudah kembali pulang ke negaranya. Evan sudah selesai menyiapkan semua hal untuk belajar di Universitas Cambridge. Dia juga sudah mempunyai tempat tinggal sendiri. Arya tidak membelikannya apartment mewah, hanya tempat kontrakan yang sederhana namun sangat nyaman.
"Evan pulang!" teriak Evan sesampainya di rumah.
"Kak Evan!" teriak Vania dan Vano berbarengan langsung berlari menghambur ke pelukan Evan.
"Baru juga satu Minggu udah seperti itu," ucap Indi yang mendekat pada Arya lalu memeluknya dari samping.
"Baru juga satu Minggu udah kaya gitu," sindir Evan mengikuti kata-kata Indi saat melihatnya bermanjaan dengan Arya. Semua keluarga langsung tertawa mendengar Evan menyindir Indi.
Evan masuk ke kamarnya untuk beristirahat. Dia juga ingin bertemu dengan Kanaya karena selama satu minggu di London, dia sama sekali tidak berhubungan dengan Kanaya. Dia masih belum mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang dia sampaikan waktu itu.
Malam hari, keluarga Indi makan malam bersama di rumah orang tua Arya. Semuanya berkumpul di sana. Arini yang begitu senang melihat Evan menemuinya dan Kayla.
"Satu minggu di London nggak ngabarin Tante sama sekali, huuhh," ucap Arini kesal pada Evan.
"Hehehe, itu juga sibuk di sana Tante. Nyiapin semua hal untuk kebutuhan aku belajar di sana." Evan memeluk Arini.
"Jauh amat sekolahnya?" Arini menggerutu.
"Evan pengen yang terbaik Tante, biar Evan bisa belajar semuanya untuk masa depan Evan."
"Tapi kan Tante jadi nggak ada teman naik roaler coaster," ucap Arini konyol.
"Kamu udah punya anak Dek, nggak inget anak kamu tuh." Indi menimpali sambil tersenyum geli.
__ADS_1
"Vania bisa nemenin Tante Arin kok," ucap Vania membuat Arini tersenyum.
"Beneran ya kamu nggak takut nantinya?" tanya Arini pada Vania.
"Vania nggak takut Tante."
Evan hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar obrolan Vania dan Tante Arini. Evan dan Arini bukan hanya sekedar ponakan dan tantenya, mereka sudah seperti sahabat. Segala kegundahan yang pernah Arini alami, pasti akan menceritakannya pada Evan. Begitu pula dengan Evan, selalu meminta nasehat tentang seorang perempuan dengan Arini. Karena tidak mungkin Evan meminta nasehat pada Indi, Evan akan langsung diceramahi panjang lebar olehnya.
Paginya, Evan menunggu Kanaya pulang sekolah. Evan sudah tidak berangkat lagi, hanya menunggu pembagian ijazah dan perpisahan.
"Naya," panggil Evan saat melihat Kanaya keluar dari kelasnya. Kanaya kaget melihat Evan ada di sekolah setelah satu Minggu dia tidak mendengar kabarnya.
"Kak Evan?" Kanaya mendekati Evan yang berdiri di samping motor sportnya.
"Hai Naya, pulang sama aku yuk. Kamu bilang sama Papa kamu dulu sana," ucap Evan mengajak Kanaya pulang bersama.
Setelah berpamitan pada Dion, Evan membawa Kanaya ke rumah dengan menaiki motor spotnya. Evan mengajak Kanaya untuk mampir ke cafe ice cream langganan Evan dan Arini. Evan ingin meminta jawaban Kanaya tentang pertanyaannya, kalau di rumah pasti akan diganggu lagi sama Indi.
"Nay, apa kabar satu Minggu ini?" tanya Evan setelah duduk dan memesan.
"Baik Kak, persiapan ujian kenaikan kelas," jawab Kanaya santai.
"Nggak kangen sama aku?" Pertanyaan yang sangat tidak diinginkan oleh Kanaya. Dia tidak mau ketahuan oleh Evan kalau sebenarnya dia sangat merindukan pria satu itu.
"Gimana daftar kuliahnya Kak?" tanya Kanaya mengalihkan pembicaraan. Evan hanya tersenyum mengetahui semua itu.
__ADS_1
"Semuanya udah siap, tinggal nunggu awal ajaran baru," jawab Evan.
"Kampusnya bagus Kak?"
"Iya bagus dan menurutku keren sih." Evan berbinar saat mengingat betapa beruntungnya dia bisa kuliah di sana.
Pesanan Evan dan Kanaya datang saat Evan akan menanyakan hal yang seharusnya dia tanyakan. Kanaya menikmati ice cream cokelatnya dan sesekali melirik ke arah Evan.
"Nay, untuk pertanyaanku yang waktu itu, aku butuh jawaban kamu." Evan membuat Naya tersedak karena omongannya.
"Pertanyaan yang mana, Kak?" Kanaya mencoba menetralisir detak jantungnya yang tiba-tiba berdetak lebih cepat.
"Kamu mau kan nunggu aku sampai selesai pendidikan di London?" tanya Evan lagi.
"Nunggu gimana Kak?"
"Nunggu aku buat lamar kamu," ucap Evan to the point dan berhasil membuat Kanaya tersedak lagi.
Evan tersenyum dan memberikan minuman pada Kanaya.
"Ayo pulang Kak, udah sore," ajak Kanaya langsung menuju pintu keluar cafe. Evan hanya bisa menghela nafas.
.
.
__ADS_1
NOTE :
Gantung dulu ya gaes, tunggu episode selanjutnya 😘